Bahasa Arema

Pernahkah anda bercakap-cakap dengan orang Malang? Arema? Inilah fenomena yang muncul selama berpuluh-puluh tahun berbahasa di kota Malang. Tadinya kita sebagai warga asli kota Malang tak pernah menyadari bahwa bahasa yang kita pergunakan sehari-hari adalah sebuah rekayasa linguistics genealogy antropology dan sociolinguistics non contemporer. Nah loh..bribet kan!

Saya juga bingung membayangkannya.

Namun inilah kenyataannya. Bahasa Malang Walikan atau bahasa Arema sangat unik. Disebut unik karena kosakatanya yang tidak lazim. Dan kemungkinan besar tidak akan diikut sertakan dalam daftar kamus besar bahasa Indonesia (KBBI). Bahasa Malang Walikan atau boso Arema ini memiliki struktur dibalik atau vice versa, dibalik dari belakang ke depan. Namun demikian tidak semua huruf-huruf pada kosakata standard bisa dibalik dari belakang ke depan. Hal ini disebabkan karena munculnya dua diftong atau dua vowel yang tidak memungkinkan dibalik secara berurutan. Contohnya akan saya sebut dibawah ini.

Apa sebenarnya yang terjadi saat zaman lampau, zaman penjajahan, Belanda, Jepang dan lain2..? Di Malang saat itu para pemuda bergerilya, mereka bahu membahu membawa bamboo runcing menantang penjajah. Nah Belanda yang licik benar-benar menguasai budaya, bahasa dan adat di kota Malang. Mereka begitu menguasai bahasa di kota Malang hingga kemudian warga Malang mulai membiasakan diri untuk mengungkapkan bahasa-bahasa rahasia, Bahasa Malang Walikan.

Bahasa yang diduga dipergunakan oleh para gerilyawan di kota Malang ini banyak dipakai para pelajar saat itu. Salah satu perang yang paling dahsyat terjadi di jalan Ijen di depan gereja Besar Ijen, perang yang banyak mengorbankan para pelajar itu kemudian mentahbiskan sebuah jalan tepat di perempatan Gereja Besar Ijen, sehingga jalan tersebut dinamakan Jalan Pahlawan TRIP. Kependekan dari Tentara Republik Indonesia Pelajar.

Bahasa Malang Walikan ini secara kontinyu kemudian menjadi bahasa anak muda sehari-hari di kota Malang. Namun kemudian karena banyak sekali penggunanya dari tahun ke tahun penggunanya menjadi dari seluruh kalangan, anak-anak muda usia minimal SMP atau SMU, usia dewasa dari mahasiswa hingga orang tua pun banyak menggunakan bahasa Malang Walikan.

Namun demikian bahasa khusus ini memang dianggap informal, jadi hanya digunakan pada saat-saat non formal. Misalnya saat guyon, bercanda, ngobrol sesame teman, antara penjual dan pembeli, dengan orang yang sudah lama kenal dan lama tidak bertemu, dengan sesame warga Malang / Arema saat bertemu di luar kota Malang atau di luar negeri dll. Saat-saat formal bahasa ini tidak pernah dipergunakan.  Dan jangan sampai dipergunakan, nanti bisa jadi lawakan kalau salah tempat.

Mungkin tidak semua kosakata bahasa Malang Walikan akan saya bahas disini karena jumlahnya ada ribuan. Bisa penuh blog ini nanti. Heheh..

–         Rudit = tidur

–         Nakam = makan

–         Ngalup = pulang

–         Orang = gnaro

–         Lanang (laki-laki) = nganal

–         Wedok (perempuan) = kodhe

–         Rumah = hamur

–         Melok (ikutan) = kolem

–         Ebes (ayah) = sebe

–         Raijo (uang ‘madura’) = ojir

–         Mlaku (jalan-jalan) = uklam

–         Sekolah = halokes

–         Kathok (CD) = kothak

–         Metu (keluar) = utem

–         Mobil = libom

–         Malang = ngalam

–         Sikil (kaki) = likis

–         Sego (nasi) = oges

–         Goreng = ngerog

–         Pecel = lecep

SIngo (singa) = ongis

Edan (gila) = nade

–         Tahu = uhat

Berkarya Dalam Seserahan

Pernahkah anda membuat sesarahan untuk manten? Saya pernah. Tadinya belum pernah sama sekali bunda.. . Tetapi saya tak kurang akal. Saat ini dunia internet sudah sangat membahana. Tidak ada satupun yang tidak bisa kita temukan di internet. Termasuk yang satu ini, membuat seserahan manten. Tadinya saya hanya berpikir-pikir saja, gimana cara membuat seserahan yang cantik, apalagi dengan embel-embel waktu ‘mendadak’. Haduh..ini yang saya paling tidak suka, kata ‘mendadak’ itu. Apalagi yang bisa kutabrak kecuali si ‘mbah’ Google. Kemudian iseng aja kuketik kata-kata disana. Dan voila! Ternyata ada dan tidak terlalu sulit membuatnya. Segera kusiapkan bahan-bahannya. Ini memang instruksi dari mamaku untuk membuat seserahan buat adik bungsu yang sedianya akan melangsungkan pernikahan dalam jangka waktu yang cukup dekat. Segera kemudian kurangkai-rangkai semua bahan seserahan yang sudah dibeli oleh adik. Bahannya sangat mudah, hanya karet gelang, jarum pentul, bunga, pita dan rumput emas, beberapa kertas berbentuk daun terbuat dari kardus botol mineral. Di bawah ini akan saya tunjukkan foto-fotonya beserta instruksinya.

Siapkan daun dari kertas kardus bekas air mineral.

Daun dari kardus

 

Kemudian buat satu bungkus berisi kertas dengan kain seserahan, berbentuk bulat. Juga kertas berbentuk daun, bungkus dengan kain tersebut dan satukan dengan bulatan kain berisi kertas, akhiri dengan jarum pentul.

 

 

Selanjutnya atur bunga-bunga seserahan yang telah anda rangkai ke dalam keranjang seserahannya.

Seserahan

 

Hiasi dengan rumput emas.

 

Pemanfaatan bunga pada type seserahan yang lain, pada seserahan alat mandi, handuk dll

Seserahan

 

Untuk Al-Quran dan mukena, manfaatkan bunga-bunga bordir mukena dengan mengikatnya menjadi satu dan menjadi sebuah bunga, sisa nya bisa dibuat sebuah bunga lagi. Tetap gunakan karet gelang dan jarum pentul.

 

Manfaatkan isolasi untuk mengikat alat-alat kosmetik kemudian hias dengan bunga-bunga

 

Apa yang saya buat memang jauh dari sempurna dan lumayan sederhana. Namun mungkin bisa memberikan inspirasi pada keluarga. Hal-hal seperti ini bisa kita desain sendiri. Lebih mudah dan irit.

Kucing-kucing Jalanan

Ada sebelas kucing suka nongkrong di depan rumah. Eitts jangan salah, mereka bukan kucingku, tapi juga bukan kucing garong. Mereka hanya kucing jalanan sehingga tidak satupun diantara kesebelasnya memiliki nama resmi.  Sehingga kadang kita di rumah memanggilnya hanya dengan kondisi fisiknya. si telon (berbulu tiga warna), si putih, si kuning, si keple. Si keple itu kucing betina yang jalannya agak terseok.

Diantara ke 11 kucing itu yang kutau hanya ada 2 yang betina, si telon sama si keple. Mungkin karena daya tarik si telon yang lumayan menarik, nggak tau menarik dari sudut pandang perkucingan atau gimana, si telon ini banyak dikejar-kejar oleh 9 kucing jantan yang lain. Yang cukup intensif mengejar si telon adalah si putih dan si kuning. Dua kucing jantan ini bertubuh besar banget hampir seukuran cempe. Aku juga gak tau siapa pemilik dua kucing  super ini. Dari yang kulihat kucing-kucing ini seperti dipelihara bener-bener sama pemiliknya.

Na si telon ini emang bener-bener bikin kedua kucing-kucing jantan ini klepek-klepek. Mereka setiap hari berebut dan bertengkar. Eantah antar dua jantan, atau malah pertengkaran yang melibatkan cinta segitiga. Ciyeh..u

Si telon juga nggak akan grusa-grusu memilih mana yang mana yang akan menjadi kekasihnya, secara dia akan memilih bibit bebet dan bobot. Itulah kenapa dua kucing jantan yang gede ini pada kepingin menarik perhatian si telon, mereka hampir tiap hari datang ngapel si telon. Kadang malah membawa buah tangan, kadang ikan asin, pindang, kerupuk udang, dan atau tulang ayam. Entah darimana mereka dapatin berbagai cinderamata itu. Tapi yang jelas hal ini membuat si telon bingung, mau milih oleh-oleh yang mana. Lah abis dibawaainnya bermacam-macam rasa, kari ayam, bakso, udang dan sapi lada hitam. Kayak mi instan aja.

Si kuning dan si jantan nggak mau tau, yang penting kekasihnya bahagia. Nah karena si telon hanya memilih satu, dia akan melihat performance dua kucing gede ini sekaligus dengan bawaaannya. Akhirnya keputusan si telon jatuh ke si kuning. Dua kucing jantan ini sama besarnya tapi buntut si kuning suka mengembang seperti bulu kucing anggora, sehingga si telon lebih memilih si kuning yang jauh lebih menarik dan suka ngobrak-abrik tempat sampah untuk dapatin oleh-oleh buat si telon.

Nah setelah pilih-pilih memang pilihan jatuh pada si kuning. Si kuninglah yang setiap kali nungguin si telon, duduk-duduk santai di bawah pohon pisang. Mungkin mereka bercengkerama, terdengar dari ekspresinya. Mereka saling pandang dan kadang nyakar. Wah..nyakar??

Mbuh wes kemana arah hubungan perkucingan ini. Nah salahnya lagi, kenapa aku memperhatikan kucing-kucing itu ya?

!@#$%^&**)(

Tak Mengira Bisa Bertemu

Hari ini kota Malang cukup cerah tak menghalangi parade bunga, even tahunan kota Malang. Namun persiapanku untuk melihat pawai tersebut kutinggalkan saja demi untuk menemui sahabat telah berselang 20 tahun ternyata kami tak bertemu. Duapuluh tahun adalah waktu yang cukup panjang. Aku tak mengira bisa bertemu lagi dengan Ida. Kartu pos terakhir yang dia kirimkan tahun 1994 tak dicantumkan alamat olehnya hingga aku tak bisa membalas kartu pos tersebut. Ida yang juga rindu keluarganya di Surabaya dan neneknya di pulau Sanana Maluku tersebut benar-benar berniat dengan mengumpulkan energi yang cukup untuk bisa sampai di Indonesia. Suaminya Mr. Rof dan kedua anak-anaknya yang lucu Hanes dan Adam, cukup susah menyesuaikan suhu kota Malang yang hangat. Di Swedia, suhu 18 C itu sudah lumayan hangat. Walhasil mereka kepanasan berada disini. Kipas Angin di resto Inggil ternyata tidak mampu mendinginkan keluarga kecil Ida.Kita bertemu disini dengan teman sekelas juga, Furqon Fahimi yang akrab disapa Iim, datang bersama keluarga kecilnya juga, cukup rame tapi haru. Aku tak bisa menahan tangis dan kukatakan pada suami Ida betapa ini sunggu ajaib bisa bertemu lagi. Ida yang berada di bumi bagian mana, dan aku di bagian mana..ini sudah tak kupahami lagi. Sahabatku Endang di Bali juga sangat merindukan bertemu dengan Ida. Pertemuanku berempat tahun 1993 di alun-alun kota Malang, aku, Ida, Endang dan calon suami Ida waktu itu. Ida yang bahasa Inggrisnya sudah cas cis cus, iseng bertanya dengan seorang bule yang nggak tau nyasar atau sekedar jalan sehat di kota Malang. Kota yang saat itu belum begitu populer, hanya adem ayem saja, nggak mengira kalau ada bule yang nyasar, dan kita yang iseng.Kita yang lagi menyelesaikan kuliah di FKIP bahasa Inggris UMM waktu itu juga lagi iseng jalan-jalan di alun-alun dan kemudian nyamperin si bule. Dalam hati “wah itung-itung praktek bahasa inggris neh..”Setelah haha hihi memperkenalkan diri, entah kenapa tau tau Ida dan si bule menjadi akrab. Dan tak lama kemudian aku mendapat undangan untuk datang Surabaya untuk menghadiri pernikahan Ida dan Mr. Rof. Begitu hebat pernikahan dua negara ini hingga semua jajan dan sajian di meja ditancapkan dua buah bendera mini, bendera Swedia dan Indonesia. Tak lama setelah itu aku sudah tak pernah mendengar kabar dari Ida lagi. Oleh karena itu kuingin ucapkan thanks to facebook yang telah mempertemukan kita kemba

Kepada Potre Konen

[Puisi]

Bulan memang sangat muram dinda

Indah wajahmu menerangi malamku

Langit mulai gelap

Tertutup pinus nan tegak

Mahoni membelakangi rimba

Seolah berantas beriak

 

Hanya matahari

Matahari esok.. ya esok..

Terpancar di danau segelas

Surya yang hampar

Seolah bening mata liar

Mempesona binar

Binar Matamu

Hai Potre Koneng

 

Dingin sekali disini

Hanya bias cahaya matamu

Dinda Koneng

Menyelinap ke relung jiwa

Meringankan langkah menuju menggapai rupa

 

Fajar kali ini

Dilapisi tipis gurat lembayung

Butiran embun samar menurun

Luruh membasahi persada

 

Daun gugur berserak basah

Ikhlas menatapi kehidupan dengan pasrah

Kuncup tetanaman begitu indah

Penuh hidup penuh semangat penuh gairah

 

Aku takkan pulang..ya tak akan

Menunggu binar matamu yang menghalangiku

 

Untuk pulang

 

Ke Galesong

Western Padang

Apa jadinya bila Rendang Padang menjadi masakan paling lezat di dunia.. Mereka menyepakati bahwa rendang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris adalah Western Sumatra caramelized beef curry. Hmm panjang luar biasa hanya dari sebuah kata ‘rendang’. Padahal apabila disimak satu persatu caramelized beef curry bukanlah bumbu rendang. Caramelized merupakan proses pematangan gula atau kalau boleh dibilang adalah bumbu sehingga bumbu tersebut menjadi kental dan berserat. Beef adalah bagian dari fisik sapi dimana tidak terdapat lemak ataupun otot2 liat. Dan sebenranya selama ini mungkin hanya satu dua orang saja yang memproduksi rendang dengan mempergunakan daging tanpa lemak. Wah bisa rugi itu. Dalam seekor sapi, tenderloin atau sirloin hanya tersedia tak lebih dari 2kg. Dan istilah curry adalah istilah bumbu kare yg sebelumnya hanya dikenal di India. Bumbu ini sangat berbeda dengan bumbu rendang Padang. Bahkan jauh lebih sederhana. Tidak ada konsep pematangan caramelized dalam kuah curry.  Sekiranya memang butuh pemikiran panjang untuk merubah kata ‘rendang’ menjadi Western Sumatra caramelized beef curry.

Rujak buah tidak lah sekedar Fruit Salad with peanut sauce. Bahkan lebih dari itu. Di Indonesia buah sangat beragam, bahkan yang jarang dikonsumsi untuk rujakan, bisa menjadi menu penting dalam hidangan ini semisal nangka muda yang masih kecil yang disebut dengan babal. Apakah mereka memahami ada buah2 tropis dan unik yang dipakai sebagai bahan pembuatan rujak?  Peanut sauce juga bukan sekedar kacang, melainkan ada gula merah, terasi, petis dan cabe2 ekstra yang membuat hidangan ini menjadi menarik dan disuka. Menerjemahkan suatu istilah terutama makanan mungkin tidak segampang balik google (bukan balik tangan). Namun lebih ke arah schema teory, melihat ke arah budaya dan background knowledge yang terkandung dalam ungkapan2 tersebut.

Apa kata mereka tentang terasi.. Sebutannya adalah shrimp paste. Dan terasi itu sudah jelas bukan paste. Terasi lebih berbentuk powder ketimbang paste. Mereka akan lebih kaget kalau melihat proses memasaknya. Mungkin bisa jadi nggak akan nerjemahin.

Belum lagi istilah lain.. Coba apa bahasa inggrisnya “OJO NGADHEK NING KONO MENGKO KUNDURAN TRUK”

Sekedar tambahan

Bakso : Meet Ball

Gado-gado : Vegetable salad with peanut sauce

Nasi goreng : Fried rice

Padi, nasi, lontong, kupat, karak, upo : rice

Intermezzo..

Trip dan Trik Registrasi Lima Tahunan

Pagi itu udara masih segar, kantor SAMSAT terlihat masih fresh di depan. Tapi untuk registrasi 5 tahunan saya harus ikuti jalan bertanda cek fisik. Dan tanda panah itu terus kuikuti hingga bertemu dengan kerumunan sepeda motor dan 3 buah mobil. Ah berarti ini pertanda baik, hari masih pagi dan tidak begitu ngantri. Namun dugaanku ternyata meleset. Kerumunan sepeda motor ini adalah menuju lorong antrian yang terbagi menjadi dua lajur, dan didepanku terlihat lebih dari 50 buah kendaraan bermotor sedang mengantri layaknya beli bensin di jalan Bandung.

Dan naudzubillah antrian ini sangat lama. Hingga kurasakan benar2 disana udara dingin sampai dengan puanasss.. ada di kantor SAMSAT ini. Petugas yang menggesek nomor rangka mesin ternyata hanya dua yang membuat antrean ini semakin lama dan panjang. Tak sedikit orang2 yang manyun dan menggerutu karena lambannya laju antrean ini. Maklumlah semua tipe kendaraan bermotor berada dalam lajur antrean dan semua tipe ini memiliki fisik nomor rangka mesin yang berbeda2 lokasinya. Kendaraan seperti honda memiliki barcode nomor rangka mesin di stang maka harus membuka tebeng atau tameng motor. Nomor rangka untuk motor satria juga begitu. Ada bapak2 yang mengendarai motor2 orange yaitu motor kantor pos harus pula membuka dengan hati2 rangka mesin bagian bawah. Hampir semua pengendara motor membawa kunci obeng blimbing maupun obeng pisau. Gunanya untuk membuka tebeng atau tameng dekat stang.

Mungkin karena para petugas gesek dan asisten2nya, juga petugas gesek fisik untuk kendaraan beroda empat adalah mantan2 polisi, mereka terlihat suka berteriak keras dan memaki2. Meskipun prosedur sudah kita lalui dengan baik, juga dilengkapi dengan standar ISO, mereka masih terlihat begitu. Tapi tidak dengan pemilik mobil fortuner dan pajero yang baru saja melintas di dekatku. Mereka dengan suka hati menngarahkan mobil tersebut dan bahkan bawain mobil itu sampai tepat di lokasi gesek fisik. Huhftt..puancet ae. Somprett!

Tiba dekat motor mioku tidak terlalu rumit karena nomor rangka mesin terletak di dekat lubang pengisi bensin. Jadi kutinggal buka jok dan langsung gesek. Untuk nomor rangka mesin di bagian bawah digunakan stiker berbeda yang akan ditempelkan pada kolom yang berbeda pula. Rupanya banyak debu menempel bahkan bukan debu lagi tapi tanah menempel di nomor rangka mesin. Bapak petugas gesek fisik itu meminta lap atau kain untuk membersihkan tanah yang menempel disana. Dan karena saya hanya punya tisu maka tisu itu pula yang kuberikan.

Tapi tidak semudah itu ternyata registrasi lima tahunan. Dibawah ini adalah tips dan trik apabila anda akan melakukan registrasi kendaraan bermotor lima tahunan untuk yang roda dua maupun yang roda empat.

1. Datanglah lebih pagi yaitu di jam 7.30 di kantor SAMSAT dan langsung menuju ke belakang, tidak diparkir di depan terlebih dahulu. Parkir anda akan ditentukan oleh petugas gesek fisik kapan dan dimana.

2. Akan lebih baik anda datang berdua dengan teman atau kerabat untuk menemani anda ikut membantu mengantri. Hal ini disebabkan karena untuk mendapatkan format gesek fisik, antrinya di tempat yang sama dengan tempat pengambilan form gesek fisik. Maka anda bisa saling membantu, yang satu jagain motornya keburu disrobot orang karena panjangnya antrean. Dan anda antri di loket format gesek fisik. Disana anda dikenai biaya Rp. 20.000 untuk semua jenis kendaraan bermotor dengan menunjukkan bukti BPKB, KTP dan STNK asli. Jangan lupa bawa lap untuk membersihkan barcode rangka mesin yang kadang kotor tertutup lumpur. Dan yang jelas petugas tidak mau tangannya kotor terkena lumpur tersebut.

3. Fotokopi yang dibutuhkan dalam hal ini adalah 4 exemplar yaitu foto kopi KTP, STNK dan BPKB. Apabila BPKB anda masih di leasing, maka anda bisa datang untuk meminjam dan pihak leasing akan dengan senang hati memberika foto kopinya. Meskipun bayar agak mahal dari foto kopi biasa. Tips nya apabila anda hendak memfoto kopi sebaiknya anda foto kopi di kantor SAMSAT sana karena mereka lebih tahu berapa yang harus difoto kopi dan halaman2 mana yang akan difoto kopi. Kalau anda pengen foto kopi sendiri di luar tanyakan dulu, karena kadang2 petugas foto kopi di tempat anda tidak tau yang mana yang akan diperlukan. Tempat foto kopinya dekat dengan lokasi cek fisik. Disitu pula dijual map berlogo SAMSAT. Sebaiknya anda membeli map di kantor SAMSAT juga. Mungkin anda punya cadangan banyak map di kantor, tapi jangan salah hanya map keluaran SAMSAT yang diakui meskipun harganya 2000 perak.

4. Loket tersebut dibagi dua, timur dan barat. Anda jangan terkecoh dengan lokat satunya yang sama2 juga mengantri karena loket ini adalah bagi motor yang sudah dicek fisik dan menyerahkan bukti cek fisik di loket sebelah barat. Kemudian tidak ada informasi tertulis di depan loket ini hanya ada kata buka dan tutup, sehingga banyak orang2 yang salah antrean, ngantri di loket untuk motor yang sudah dicek fisik. Udah antrinya panjang dan lama, salah lagi!

5. Loket di bagian depan, hampir berdekatan dengan parkiran adalah untuk melakukan transaksi pembayaran Rp. 80.000. Loket ini masih di luar gedung utama SAMSAT. Maka biaya sementara semuanya adalah Rp.100.000. Pegang dulu BPKB, KTP dan STNK di tangan kiri dengan rapat karena takut hilang dan juga karena tepat di depan loket ada sungai yang airnya mengalir deras. Takutnya KTP anda melayang..jatuh ke sungai. Owalah..tobat!

6. Masuk di lokasi pembayaran pajak, di gedung utama SAMSAT..situasinya aman dan nyaman karena ada AC dan kipas angin. Anda langsung disambut oleh resepsionis cantik yang siap mengisi form yang anda bawa dari loket terakhir, form pajak. Namun demikian form ini harus anda serahkan sendiri ke meja pelayanan pajak yang hanya tertulis besar Loket 1 dan Loket 2. Padahal anda tidak menuju kesana. Apabila anda akan melakukan registrasi 5 tahunan, maka anda diarahkan menuju loket B. Dan silahkan anda clingukan disitu karena tidak ada informasi dimana loket B. Tapi saya akan beritahu supaya anda tidak seperti monyet terkena ketapel..loket B letaknya di sebelah paling kiri atau selatan. Dan voila..! Tulisannya kecil sekali. Tidak besar seperti Loket 1 dan 2. Ckckck..

7. Selebihnya anda akan diarahkan ke kasir. Kasir pun tertulis kecil di depan meja kasir tersebut. Data sudah diarahkan kesana tanpa harus anda yang mengantarkan. Jangan khawatir anda duduk saja, nanti anda akan dipanggil dengan suara lantang oleh petugas. Tapi apabila anda beruntung, anda akan dipanggil oleh mbak petugas kasir yang cantik dan memakai kawat gigi dengan memakai loudspeaker. Disana anda akan membayar pajak sesuai tipe kendaraan. Untuk mioku keluaran 5 tahun lalu adalah sebesar Rp. 160.000. Jadi total biaya keseluruhan adalah Rp.260.000. Tapi disini anda hanya mendapatkan kwitansi bukti pembayaran pajak, yaitu halaman belakang STNK. Anda masih harus menunggu lagi menuju loket terakhir untuk mendapatkan plat nomor baru dan STNK baru. Tipsnya (katanya) pakai plat nomor tersebut pada kendaraan anda. Sebaiknya anda tidak rubah meskipun anda memiliki perusahaan stempel dan letter. Kadang2 kalau polisi lagi nggak mood, mereka akan tilang plat2 nomor dengan bahan berbeda.

Sori pak Pol..

Coto dan Copi

Minum kopi Phoenam di Makassar..wow jauh juga. Tapi hal ini tidak menciutkan keinginan minum kopi karena ada di Cafe Makassar di jl Galunggung, kota Malang. Seperti apa kopi Phoenam yang legendaris itu?

 

Salah satu hal yg menarik ditemui di Makasar adalah banyaknya kedai kopi atau warkop. Kota ini menjelma menjadi surga buat “maniak kopi” ditanah air, khususnya buat yg ingin menjajal selera kopi Toraja murni tanpa campuran bahan lain.Makasar akan menjelma menjadi “kota warkop” kedua terbesar setelah Aceh yang memang disebut sebagai “propinsi sejuta kedai kopi”.<p> </p>

Bicara kopi, maka kita harus segera melirik salah satu pionir warkop disini yg terkenal disebut dengan nama “Phoenam”.Didirikan tahun 1946 oleh salah satu warga keturunan, Phoe Nam atau Phoenam memang hanya mengkhususkan menjual kopi. Phoenam sendiri artinya “terminal”  atau “tempat singgah”. Nama yang unik, dan brand ini sudah ada sejak puluhan tahun silam. Secara geografis, Makasar bertetangga dg Toraja sebagai penghasil kopi torabika dengan rasa khas (Toraja adalah gudang kopi terbesar di wilayah timur Indonesia). Kopi Toraja adalah “kopi toraja”, memiliki cita rasa yang berbeda dan khas dibanding dengan dengan kopi dari wilayah lain didunia ini. Mutu kandungan tanah (soil) dipegunungan Sulsel ini yang membuat rasa kopi ini menguat saat disruput.

 

 

Bila sudah berada di Cafe Makassar, rasanya tak lengkap bila tidak mencicipi jajanannya. Ada semacam pastel dengan isian yang cukup mengagetkan juga saat mendapatkan gigitan pertama. Isinya ternyata abon ikan, bihun dan sayur2an dan juga lemper yang khas dibungkus dengan daun pisang dan dibakar. Isinya juga cukup memanjakan lidah dan tenggorokan, bumbunya berasa begitu hangat. Kebetulan ajak temen2 sekantor untuk menikmati jajanan khas Makassar ini, mereka berbondong2 pesan Es Pisang Ijo. Mungkin pada penasaran bentuknya yang hijau panjang, dan sausnya yang legit2 manis gurih. Hmm ternyata rasa campuran santan dan sirup merah memberikan sensasi yang berbeda. Maklum di Malang kebanyakan yang dijual adalah es teler.

Dan yang pasti Coto Makassarnya, semua temen rata2 nambah lontongnya. Kecil tapi gurih..rupanya lontong ini dimasak dengan santan. Konon Coto Makassar ini adalah hidangan para raja Sulsel. Hmm bisa membayangkan saat menyantap sesendok demi sesendok dipadu dengan es pisang ijonya.

Saat menyantap temen2  mengira, lontong tersebut dipotong dan dimasukkan kedalam mangkok, walhasil mangkoknya jadi kepenuhan. Maklum mangkok yang dipergunakan untuk coto Makassar ini lumayan kecil.

Hingga kemudian saya jelaskan bahwa lontongnya cukup digigit aja, nggak perlu dimasukkan ke dalam mangkok coto. Di Malang kita memang biasa memasukkan lontong ke dalam mangkok bakso.

Dan memang kita sungguh puas, pulang perut kenyang dan yang penting serasa berada di Makassar. 🙂

Salama’

Buru

Buru

 

Namlea nan bujur

laju johnson menuju Sawa

sekeliling daun

panas dan mengganas

wewangi segar dengan bingar

kayu putih

kehidupan Buru

cengkeh menunggu dipanen

pemuda..

menjelang panen di Airbuaya

pemudi..

di sungai Waemangit berkaca2

bermuara samudra

gejolak suka

dendang tawa Nyong Chacha

balik dengan riang

Papeda pun sudah menunggu

hangat..

 

 

Note :

Namlea : Ibukota Pulau Buru Ambon Maluku

Buru : Salah satu pulau di kepulauan Maluku semalam ditempuh dari kota Ambon dengan mempergunakan kapal veri.

Johnson : Nama perahu motor

Sawa : Desa yang terletak di tengah utara pulau Buru.

Waemangit : Desa yang jauhnya 100km dari kota Namlea ditempuh dengan perahu motor yang biasa disebut Johnson selama 3jam.

Sagu : Pohon sagu dimanfaatkan rakyat Maluku, diambil saripati ditengah2 pohon yang dijadikan sagu lempeng, digunakan sebagai makanan utama rakyat Buru Maluku.

Papeda : Makanan khas rakyat pulau Buru Maluku yang terbuat dari tepung Sagu

Berapikah Kawi

Berapikah Kawi?

Di Yogyakarta ada Merapi, di Malang ada gunung Kawi. Tepatnya gugusan gunung Kawi. Kenapa gugusan? Gunung Kawi adalah jajaran perbukitan dan gunung2 yang memanjang dari Selatan yaitu Blitar bagian Timur Selatan sampai sebelah utara kabupaten Malang di sekitar Lawang. Bentuknya nyaris mendekati seseorang yang sedang tertidur lelap menyedekapkan kedua tangannya. Rambutnya pun terurai panjang bak bidadari. Kakiknya terbujur kaku persis di bukit Panderman, bukit dimana menjadi langganan para wall climber.

Tepat di kaki gugusan gunung Kawi disitulah kota Malang berada. Cukup dekat dan dingin. Sebagian hamparan kaki gunung dan puncak2 perbukitan menjadi daerah eksotis dan subur yang sesuai bagi penduduk kota Malang untuk bercocok tanam, menghirup udara yang fresh, dan terutama menngenyam pendidikan di kota yang penuh dengan perguruan tinggi ini. Sungguh lokasi yang cocok.

Tapi betulkah gunung Kawi tidak berapi? Betulkah gunung Kawi mati? Sepertinya hampir2 tidak bisa dibayangkan apabila gunung ini meletus. Gunung ini mati dan terlihat mati, seolah2 sudah tidak ada aktifitas apapun. Hampir setiap orang pun paham sekali dengan gunung Kawi ini. Meski juga mengandung misteri seperti Merapi, gunung Kawi ini hanyalah memiliki kelebihan banyaknya makam para sesepuh yang dikeramatkan, seperti yang ada di Kapanjen. Tepatnya di sebelah selatan gugusan gunung Kawi. Juga seorang keturunan Raja Gowa, Karaeng Galesong, salah satunya dimakamkan di Ngantang, kabupaten Malang. Tepatnya di ujung gugusan Utara gunung Kawi.

Orang2 tua pernah bercerita, konon kabarnya nama Gunung Kawi tidak memiliki arti khusus kalau tidak diperpanjang terlebih dahulu. Kepanjangan dari Kawi adalah ‘kawitan’ atau dalam bahasa Jawa berarti yang awal. Entah benar entah tidak, gunung Kawi memang tidak meletus atau eruption seperti Merapi. Pun tidak memiliki kawah terbelah dan mengeluarkan asap tebal yang membakar. Namun siapa nyana kalau nama kepanjangan Kawi ini adalah ‘kawitan’ yang artinya di akhir hari nanti dia akan meletus.

Nah bila nanti gunung Kawi meletus tandanya adalah awal terjadinya hari Kiamat.

Sebagai manusia yang mempercayai akan adanya hari akhir, ini bukan menjadi masalah besar. Kita sudah terbiasa mendengar khabar letusan dan letupan Merapi yang banyak membawa korban. Bila Kawi meletus kita sudah siap dengan amalan dunia yang sebanyak2nya.

Amin