Mancing with your mouse
I’m Member of
KEB
Logo Member S photo logoblog1memberS_zpsba1a2f45.png


Candi Songgoriti yang tak jauh dari kota Batu Malanag Jawa Timur, sangat mudah diakses, dari Surabaya atau bahkan dari Jakarta. Malang adalah kota yang mudah diakses dari manapun. Bila anda sudah menjumpai terminal arjosari Malang, anda tinggal mencari kendaraan menuju Batu. Mudah kan.

Lokasi Candi Songgoriti ini sebenarnya terletak disebuah lembah yang memisahkan antara lereng Gunung Arjuna dengan lereng Gungung Kawi. Candi ini dibangun diatas mata air panas yang pada masa lalu diyakini dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Bangunan candi terbuat dari batu andesit, sedangkan pondasinya dari batu bata. Secara arsitektural bangunannya terdiri atas kaki, tubuh dan atap candi, sedangkan yang sampai sekarang bisa dilihat hanyalah kaki candi dan sebagian tubuh candi sisi Timur, Utara dan Barat. Masa pembangunan Candi Songgoriti belum dapat diketahui dengan pasti, tetapi diduga candi ini berasal dari masa pemerintahan Pu Sindok, yakni masa perpindahan kekuasaan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur sekitar abad IX – X masehi.
Dilihat dari arsitekturnya yang sangat sederhana, Candi Songgoriti digolongkan sebagai candi tertua di Jawa Timur dan mempunyai hiasan berlanggam Jawa Tengah. Bangunan sisi candi yang tersisa (Timur, Utara, Barat) memiliki relung-relung sebagai tempat arca. Relung sebelah Timur merupakan tempat arca Ganesha, yang arcanya tinggal sebagian, yaitu bagian perut dan kaki. Relung sebelah Utara arcanya sudah hilang, sedangkan relung sebelah Barat, arcanya sudah tidak menempel lagi di relung, tetapi masih berada dilingkungan candi. Arca ini merupakan arca Agastya, yang dalam agama Hindu merupakan salah satu dari tujuh pendeta yang menyebarkan agama Hindu di Asia Tenggara dan Jawa.

Catatan mengenai candi Songgoriti pertama kali dibuat oleh Van I Jsseldijk pada tahun 1799, dan kemudian oleh Rigg pada tahun 1849 dan Brumund pada tahun 1863. Dalam tahun 1902 Knebel melakukan inventarisasipada situs Candi Songgoriti dan dilanjutkan dengan perbaikan (renovasi) pada tahun 1921. Candi Songgoriti yang kita lihat sekarang ini merupakan hasil renovasi pada tahun 1936-1946. Pada saat dilakukan renovasi diketemukan empat buah peti batu yang didalamnya berisi lingga-yoni dari bahan emas dan perunggu, mata uang, serta kepingan emas yang bertuliskan nama dewa.

Dari temuan-temuan tersebut dan adanya arca Agastya, menunjukkan bahwa candi ini bersifat Siwaistis. Mengenai fungsi dari Candi Songgoriti belum dapat diketahui dengan pasti, diperkirakan tempat ini merupakan tempat pemujaan/upacara tertentu, mengingat didalam bilik candi ini terdapat sumber air panas yang mengandung belerang, yang dapat menyembuhkan penyakit kulit. Sampai sekarang, sumber air ini dimanfaatkan sebagai sumber air pemandian yang  etaknya tidak jauh dari Candi Songgoriti.

Leave a Reply