Pasar Gede

Gara-gara trans tipi aku jadi repot-repot ke pasar Gede. Di sela-sela tugas S3 ku yang bejibun, temen-temen pada riweuh ngomongin kuliner pasar Gede Solo yang legendaris. Sebuah pasar yang bangunan gedungnya terlihat nglasik tur kuno. Apalagi makanan-makanan yang dijual disana. Dah pasti kuno juga.

Sebuah meja sempit yang dihuni 4 orang, salah satunya adalah pemilik warung Dawet yang terkenal itu. Ini loh Dawet yang sering masuk tipi yang bikin orang-orang heboh ingin datang ke Solo. Pemiliknya seorang ibu cantik berkulit bersih. Beliau terlihat cukup ramah meladeni para pembelinya. Beliau seperti nya sangat paham kalau kuliner yang dijual cukup terkenal. Beberapa artis dan pakar kuliner pun dah mampir kesana.

Nah mumpung masih di Solo, di sela-sela studiku, kucoba untuk datang ke warung Dawet ibu cantik ini. Warung Dawet yang legendaris karena sering muncul di tipi. Tapi tak selegendaris aku kalau aku belum nyampe disitu. Eeaaaa..

Dawetnya cukup enak meski dipatok lumayan mahal. Dengan harga 9000 rupiah mungkin kalau di Malang dah mblokek-mblokek mangan dawet (muntah dawet). Ada sedikit bubur sumsum, sedikit tape ketan hijau, sedikit tape ketan hitam, dan sedikit selasih. Lalu dituang santan kental. Nah itu aja komposisinya.

Sayang gak kufoto di era socmed yang menggila ini. Maklum hp nya dah udzur, dan kameraku rusak pulak. Yah silahkan dibrowsing dewe mumpung google gak mbayar. Kalau sudah mbayar.. yaahhh. Binun..

Dan akhirnya daripada cuma muter-muter doang di Pasar Gede, dan karena mau mudik juga, jadi beli oleh-oleh sekalian. Rupanya pasar ini bukan really pasar tradisional. Lebih banyak unsur kulinernya ketimbang sayur-sayurannya. Ada juga sih bahan-bahan jejamuan khas Solo. Wah kalau lihat kios-kios jamu heboh banget. Dah heboh bentuknya, heboh pula aromanya. Njamuuuu banget. Sayang nggak tau aturan minumnya. Pengen sebenarnya kulakan jamu trus jualan di Malang. Jamuuuuuuu…

Trus ku borong lah kacang bawang, kacang jeruk purut, kripik ceker, kulit belinjo, srundeng crunchy. Nah loh unik-unik kan. Apalagi kalau bukan Pasar Gede. So jangan tahan-tahan lagi, datanglah ke Solo, ke Pasar Gede. Bakalan nggak kuciwo. Tipsnya hati-hati banyak yang jualan pork. Jadi cari yang aman. Woke?

One Reply to “Pasar Gede”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *