Spice Islands

Indonesia is a spice islands.. Katanya.. :p

Anda pasti tau masakan Padang, kadang disebut si Ade sahabatku itu warpad. Hampir semua orang tanpa kecuali menyebut bahwa masakan Padang itu pedas. Memang pedas, namun begitu masih saja orang gemar untuk mengkonsumsinya. Begitu banyak isu menyerang warpad-warpad, tapi tetap tak tergoyahkan. Banyak yang masih datang memilih lauk-lauk lezat di dalamnya. Padahal pedes!

Lalu mungkin anda tau kuliner Blitar yang sangat unik yaitu sayur Blendi. Bukan Bendi loh! Sayur ini cukup unik karena ingredients nya adalah hanya cabe. Benar-benar heboh sayur khas Blitar ini. Isi dari sayur ini hanya cabe dengan bumbu sederhana, bawang putih, bawang merah, dan kadang kencur. Santan juga dibutuhkan disini. Kemudian sayur ini disajikan. Mungkin rasa cabe 500gr itu tidak terlalu membuat penyukanya kepedesan. Tapi mungkin tidak semua kuat mengkonsumsi sayur ini. Kadang kuat makan nya, tapi besoknya? Wah jangan salah. Banyak yang nggak kuat karena sering ke belakang.

Orang Madura pun mengklaim bahwa makanan-makanan mereka adalah yang super pedas, namun demikian tidak semua orang Madura suka pedas. Dan hanya beberapa macam kuliner Madura yang dimasak dengan sejumlah cabe.  Begitu juga dengan orang Makassar. Wah kalau di Makassar memang hampir semuanya adalah penyuka kuliner pedas. Atau minimal mereka akan mempergunakan sambal sebanyak-banyaknya dalam makanan mereka. Coto atau cocolan untuk ikan-ikan bakar, bahkan kue-kue pun dikonsumsi dengan cabe-cabe extra.

Mungkin orang Sunda tidak suka pedes, tapi kalau kita perhatikan mereka selalu menyediakan sambal untuk cocolan. Hal ini karena kuliner Sunda terdapat sayur-sayur mentah yang menjadi pendamping untuk dicocol. Apakah itu dengan ayam maupun ikan. Karena kadang sayur-sayur mentah tersebut berasa alam banget, maka rasa sambalnya harus lebih dominan sehingga rasa-rasa yang ada pada daun sangat perlu ditutup dengan rasa sambal yang ok. Baik pedas maupun biasa.

Kalau orang Ambon, mungkin hampir sama dengan orang Makassar. Mereka penyuka pedas pula. Ada cocolan di kuliner Ambon yang hampir sama dengan di Bali namanya Colo-colo. Semua ingredientsnya tidak dihaluskan dengan mempergunakan ulekan melainkan hanya diiris saja. Di Bali disebut dengan sambal matah, yang artinya dipatah-patah atau dipotong-potong. Di Makassar pun dikenal sambal ini dan berasa super pedas, namanya Dabu-dabu. Sehingga kalau negeri ini disebut dengan spice islands, ya memang!

Mungkin di Lombok yang memiliki nama bahan berasa pedas ini orang-orangnya  justru tidak begitu menyukai masakan pedas. Kangkung yang sangat disuka oleh masyarakat Lombok diolah menjadi pelecing yang notabene mempergunakan cabe sebagai bahan dasarnya, kekhasannya didapat dari terasi yang harus dibakar dan kemudian dicampurkan ke dalam sambal.

Negeri ini memang penuh hal-hal pedas, sambal, cocolan, rawit dan lain-lain. Tidak ada daerah yang dianggap penyuka pedas terbaik. Semua suka dengan caranya masing-masing.

Salam pedassh.. :p

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *