Archive for the ‘Cultura’ Category
Fakta tentang Korea (Selatan)
Puluhan judul drama Korea telah ditayangkan, akhirnya bisa memberiku gambaran tentang bagaimana orang Korea itu hidup dengan adat, tradisi dan budaya yang telah mengakar dan masih kental. Secara keseluruhan bangsa Korea masih ketat dengan tradisi adat dan sopan santun yang kuat. Pergaulan sesama remaja maupun dewasa masih dalam batasan-batasan norma yang baik. Inilah sebagian analisa saya :
- Orang Korea bila bertemu sesekali membawa buah tangan yaitu sebotol jus hangat karena suhu udara Korea yang cukup dingin. Kadang sebotol jus ini adalah tanda pertemanan atau minta maaf.
- Karena suhu yang dingin, salah satu pendekatan seorang pria terhadap wanita adalah memasangkan jaket, syal atau jas yang sudah dipakai kepada wanitanya. Jas atau jaket ini sudah barang tentu bersuhu hangat karena terkena panas tubuh sang pria.
- Orang Korea memiliki pepatah terutama bagi pasangan kencan, dekatilah ibunya maka kamu akan mendapatkan anak laki-lakinya. Hal ini disebabkan peranan ibu sangat penting dalam mendapatkan menantu.
- Sebagian ibu-ibu Korea memang memperlakukan menantu perempuannya seperti pembantu. Namun apabila menantunya tahan terhadap hal ini, maka lama-lama juga ibu mertuanya akan luluh hatinya.
- Para remaja Korea sepengetahuan saya memang masih menjaga adat dengan tidak mencium atau bersentuhan. Namun faktanya memang perlu dilihat lebih jauh lagi.
- Orang Korea selalu lari ke bar atau café untuk sekedar melepas stress dengan minum minuman beralkohol namanya Soju.
- Minum Soju bagi orang Korea adalah menjadi kebiasaan sehari-hari mereka apabila ada event tertentu seperti misalnya tahun baru, ulang tahun atau saat-saat tertentu dalam kegiatan makan sehari-hari.
- Apabila sedang minum Soju dengan orang yang lebih tua, maka yang muda wajib menuangkan botol Soju ke gelas orang yang lebih tua. Namun yang tua juga kemudian membalas dengan menuangkan Soju ke dalam gelas yang lebih muda.
- Soju adalah minuman yang beralkohol tinggi seperti Sake Jepang, oleh karena itu banyak kejadian setelah minum minuman beralkohol ini orang Korea kemudian melantur dan bicara yang tidak-tidak. Banyak kejadian tak diinginkan dikarenakan orang Korea yang suka mengkonsumsi Soju berlebihan.
- Penawar minuman beralkohol adalah air madu hangat oleh karena itu seseorang yang telah mabuk dan pulang ke rumah, bukannya malah dimarahi tetapi malah disuruh tidur dan minum air madu sebelum tidur dan saat bangun dari tidurnya.
- Bisnis di Korea sangat kuat pengaruhnya di kehidupan masyarakat Korea sehari-hari. Masyarakat Korea sangat peduli terhadap keluarga dalam berbisnis. Maka mereka benar-benar mengkader putra-putrinya agar bisa berbisnis dan mewarisi bisnis mereka nanti.
- Menampar adalah hal yang lazim yang biasa dilakukan oleh orang Korea apabila mereka marah. Bahkan terhadap anaknya sendiripun, terhadap istri, terhadap pasangan kencan dll. Sekali pernah saya melihat seorang ayah yang pebisnis terkuat di Korea menampar anaknya hingga berdarah. Hal ini disebabkan karena anaknya melakukan kesalahan yang cukup fatal dalam menjalankan bisnisnya.
- Sex sebelum nikah sebenarnya tidak dibenarkan di dalam tradisi Korea. Namun ada satu kejadian pada satu judul film yang saya lihat, tentang seorang gadis yang berperilaku cukup baik dan santun yang menjalin hubungan dengan seorang jejaka kaya. Hubungan mereka diwarnai dengan kehamilan sang gadis. Dialog antara ibu terhadap putrinya yang benar-benar saya sayangkan. Saya tidak mengira percakapannya jadi begitu
- Gaya menunduk orang Korea sangat khas. Mereka akan selalu lakukan itu untuk memberikan penghormatan kepada siapapun di depannya yang dianggap patut untuk dihormati.
- Gaya memberikan penghormatan dengan cara adat khas Korea juga sangat khas, yaitu dengan cara berdiri kemudian menyatukan kedua tangan dan kiri di depan dahi. Setelah itu mereka melakukan sujud, dan itu bisa dilakukan lebih dari satu kali. Penghormatan ini bisa dilakukan saat pernikahan antara manten lelaki dan perempuan, dan atau penghormatan kepada orang yang sudah meninggal.
- Busana sehari-hari orang Korea cenderung mengikuti tren mode yang cukup kuat. Namun sebenarnya kebanyakan kostum orang Korea ini seolah-oleh mengikuti gaya berbusana orang Amerika yaitu menggunakan setelan jas. Apapun aktifitasnya. Para wanita Koreanya pun begitu. Mereka cenderung mengenakan jas atau setelan. Bahkan berlapis karena untuk mengusir hawa dingin. Pada suatu event tertentu mereka akan mengenakan busana khas Korea Hanbok yaitu pada tahun baru, menghadiri upacara pernikahan atau kematian.
- Ciuman menurut para remaja Korea, mereka mengandalkan ciuman pertamanya untuk menentukan siapa pasangan pernikahan nanti. Mereka anggap ciuman pertama ini adalah ikatan awal menuju jenjang pernikahan.
Festival Budaya, BUDAYATA’ II
Malam perhelatan festival budaya, Budayata’ ke II diselenggarakan 11 Mei 2013 dari sejak siang pukul 12.00 sampai malam pukul 11.00.
Kegiatan tahunan yang diadakan oleh mahasiswa IKAMI SULSEL cabang Malang ini adalah kali kedua. Awalnya festival diadakan di café yang kemudian tahun ini diadakan di taman terbesar di kota Malang, Taman Krida Budaya yang berlokasi di jalan Soekarna Hatta.
Siang itu kegiatan festival diisi dengan dialog budaya dengan nara sumber kanda Suryadin Laoddang, budayawan dari Yogyakarta kemudian ayahanda Asmat Riyadi seorang budayawan penyusun kamus bahasa Bone berasal dari Bone. Dialog berlangsung sangat meriah karena banyaknya pertanyaan dan opini-opini dari para audience yang berasal dari bermacam-macam latar belakang. Sebenarnya saya banyak berharap ayahanda Asmat Riyadi ini bicara tentang adat istiadat juga bahasa Bone. Namun mungkin karena dicecar dengan pertanyaan di luar konteks maka beliau pun menanggapi sesuai dengan opini. Salah satu yang dikatakan beliau adalah tentang kedatangan para anggota UNESCO ke Bone beberapa waktu lalu yang mengatakan bahwa 100 tahun lagi bahasa anda akan hilang apabila tidak dilestarikan. Hal ini sangat mengkhawatirkan terutama bagi kanda Suryadin Laoddang yang juga telah bertahun-tahun ini susah payah memelihara kelestarian bahasa Bugis. Nasehat-nasehat dalam bentuk puisi berima dengan kemasan I La Galigo tersebut yang saat ini masih bisa kita nikmati dan kita banggakan. Namun kekhawatiran para anggota UNESCO ini benar-benar menghentak kanda Suryadin Laoddang. Beliau kemukakan bahwa apabila kita tidak ikut menjaga bahasa ini, mungkin kepunahan tersebut benar-benar akan terjadi.
Salah satu contoh sederhana diberikan kepada kita saat dialog Budaya, yaitu dengan cara memanfaatkan cyber media facebook. Beliau menyarankan untuk sekali-sekali update status dengan menggunakan bahasa daerah. Namun timbul pertanyaan bagaimana kalau kita tidak paham bahasa tersebut. Beliau pun memberikan solusi untuk membuka untaian-untaian I La Galigo sekaligus artinya dalam website pribadinya untuk dicopas dan dijadikan update status. Beliau sudah mengikhlaskan..katanya begitu. Ini cara sederhana, namun sangat efektif menurut saya. Update status adalah hal yang biasa kita lakukan sehari-hari, dari mulai bangun tidur sampai mau tidur. Namun pernahkah kita update status dengan mempergunakan bahasa Bugis??
Ini penting!
Aswan yang mantan ketua IKAMI Surabaya menyempatkan dating di Festival Budaya sempat menyampaikan kegalauannya. Pria yang baru saja melangsungkan pernikahan dengan adat Bugis ini berkeluh kesah bahwa seringkali perusahaan-perusahaan dalam merekrut karyawan memandang latar belakang calon karyawan dengan nada negative khususnya bagi alumni mahasiswa dari daerah asal Makassar dan sekitarnya. Mereka mengira hal-hal seperti ini akan mengganggu stabilitas perusahaan.
Ini aneh sekali!
Mungkinkah sikap anarkis itu identik dengan performa kerja? Dimana letak logika seseorang yang akan mengkorbankan status karyawannya, bukankan mencari kerja saat ini tidak gampang. Dan itu bukan semangat para jejaka asal Sulawesi Selatan. Mungkin anda ingat uang panaik? Inilah sering dikaitkan dengan semakin semangatnya para muda untuk bekerja dengan giat demi mendapatkan seorang gadis Sulawesi yang memang dibutuhkan dana yang tidak kecil. Dan untuk mengerahkan karyawan perusahaan untuk demo??
Saya yakin tidak ada!
Sering teman-teman mahasiswa saya mengeluh dan curhat cara dosen-dosen mereka memperlakukan para mahasiswa asal SULSEL ini tidak terlalu baik. Bahkan di depan kelas mereka mengatakan
‘kamu mahasiswa asal Makassar ya?’
‘Kamu pasti kuliahnya lama!
‘Temenmu kan yang demo di TV itu?’
Ini ungkapan-ungkapan yang biasa dilontarkan para dosen di PTS terkenal. Dan itu menyedihkan!
Saya dengan yakin mengatakan tidak ada mahasiwa IKAMI SULSEL di Malang yang seperti itu. Mungkin banyak yang mengira orang Makassar itu kasar. Ini karena kata Makassar itu dikira identic dengan kata kasar. Padahal salah besar. Kanda Suryadin Laoddang sempat mengatakan di beberapa kali presentasi, juga Ucheng atau Cheng Prudjung. Mereka mengatakan hal yang sama, dan didukung dengan referensi kuat bahwa Makassar itu tidak kemudian membuahkan kata generalisasi kasar. Kata Makassar sendiri menurut Suryadin dalam presentasi Dialog Budaya di festival Budayata mengatakan bahwa Makassar itu memiliki dua huruf s, yang beda dengan kata kasar yang hanya memiliki satu huruf s. Kata Makassar memiliki beberapa arti interpretasi.
Pertama Makassar berasal dari bahasa Portugis macazzart yang artinya orang yang hitam. Dari suku kata ma yang berarti orang dan cazzart yang berarti hitam. Dan memang kebanyakan orang Makassar berkulit gelap dan beralis tebal. Interpretasi kata Makassar yang kedua yaitu kata ini berasal dari kata mengkassar. Konon Rasulullah SAW pernah memperlihatkan diri di bumi Sulawesi Selatan ini yang kemudian diungkapkan dengan kata mengkassar atau menampakkan/memperlihatkan. Selanjutnya kemudian bumi SULSEL dikenal dengan sebutan negeri serambi Madinah, hal ini disebabkan karena negeri serambi Mekkah Aceh telah mendapatkan anugerah tertinggi dengan mendapatkan sebutan ini karena kehidupan spiritual yang cukup kuat. Dan hal ini pula kemudian muncul istilah negeri Serambi Madinah yang diberikan khusus kepada bumi SULSEL.
Sesaat kadang kita kurang banyak mengkoreksi diri sendiri namun sibuk dengan menghujat orang lain. Kalau toh adanya Andi Mallarangeng, Abraham Samad, dan Fathanah sangat rancu mewarnai berita-berita saat ini, hal itu hanyalah nama-nama yang tak seharusnya mewakili satu daerah. Siapapun bisa berbuat salah, dari mana asal mereka? Bisa dari seluruh penjuru di Indonesia. Namun giliran para oknum itu berasal dari SULSEL, kenapa kemudian menjadi bom berita nasional?
Festival Budaya ini adalah salah satu kegiatan yang bisa menyadarkan kita kepada kebaikan, menjadikan diri kita semakin bijak, menanggapi hal-hal negative memang sulit juga. Namun demikian semangat rasa menuju kedamaian menjadi lebih positif.
Salamaki
Ke Kudus tidaklah lengkap kalau kita belum ke Menara Kudus. Sebuah bangunan bernilai sejarah tinggi terletak di tengah-tengah kota Kudus. Bentuk menara yang mirip candi ini adalah ikon kota Kudus yang sangat ramai dikunjungi orang. Banyaknya pengunjung yang datang saat itu ada hubungannya dengan kegiatan puasa pekan depan. Setiap mendekati bulan Ramadhan. terutama H minus satu, Menara Kudus penuh sesak. Jalan yang seharusnya dilalui oleh mobil menjadi macet dan tidak bisa dilalui lagi oleh mobil. Even khusus tahunan ini disebut dengan ‘dhang-dhangan’. Entah apa artinya, kukira dhang itu adalah stop dalam bahasa Jawa. Tapi apakah memang itu artinya. Dan hanya motor dan becak yang diperbolehkan melintas di area Menara Kudus.
Sekilas aktifitas masyarakat kota Kudus dan para pendatang yang mendekat ke Menara mirip dengan aktifitas masyarakat di lingkungan makam Sunan Ampel Surabaya atau yang disebut dengan Ngampel. Banyak sekali pedagang makanan memenuhi lorong-lorong di sekitar Menara Kudus, sama seperti di Ngampel Surabaya. Para pedagang ini sibuk memamerkan dagangan yang sama seperti dijual di Ngampel yaitu kurma, tasbih, sajadah dll.
Selain itu para pedagang mainan gerabah juga penuh memadati jalan-jalan sekitar Menara Kudus. Sekedar informasi para pelancong dari luar kota biasanya akan mengunjungi lokasi-lokasi makanan khas Kudus. Di dekat Menara Kudus kuliner yang paling khas adalah sup daging kerbau. Sekali saya coba datang dan mencicipi makanan khas ini, rasanya lumayan enak dan segar. Dan yang jelas dagingnya tidak liat, empuk sekali.Kemudian sudah barang tentu, setiap pelancong yang datang ke kota Kudus pasti akan mencoba oleh-oleh yang terkenal manis ini yaitu Jenang Mubarok. Penganan yang terbuat dari tepung ketan, santan dan gula merah ini selalu diserbu oleh para penikmat jenang khas. Sehingga jenang Mubarok saat ini sudah terkemas cantik dan sangat sesuai dibawa sebagai buah tangan. Namun mungkin bagi anda yang menginginkan jenang dalam bentuk utuh, kita masih bisa menemukan jenang ini dalam bentuk belum terpotong-potong.
Mungkin jenang Mubarok sangat terkenal dan dikenal oleh setiap orang bahwa inilah satu-satunya penganan dan merk dagang di Kudus. Namun demikian apabila kita jalan-jalan di Menara Kudus, anda juga bisa menemukan jenang kemasan mini tanpa merk. Dan sudah barang tentu harganya lebih murah. Ini tidak akan mengurangi kekhasan kuliner kota Kudus yang terkenal dengan jenang Kudusnya. Dan juga tersedia penganan-penganan lain yang dijual fresh from wajan, tepat di depan pintu masuk menuju masjid.
Bagi anda yang menginginkan jalan-jalan di kota Kudus agak disayangkan kita tidak menemukan taxi disana. Meskipun banyak angkot umum melintas, kadang agak membingungkan juga untuk menggunakan kendaraan ini. Becak adalah angkutan tradisional yang paling cocok meskipun tidak bisa digunakan dengan jarak jauh. Oleh karena itu sarannya adalah dapatkan hotel di tengah-tengah kota seperti misalnya hotel Poroliman yang terletak tidak jauh dari alun-alun. Dari sini anda bisa memulai perjalanan wisata anda menggunakan becak.
300 meter dari hotel Poroliman ada sebuah Pendopo wakil Bupati Kudus yang masih sangat asli dan cantik. Sayapun bersyukur berkesempatan bisa melihat secara dekat istana ini. Dulu bangunan Pendopo wakil Bupati Kudus ini adalah istana Kawedanan yang tentu saja memiliki sisi historis yang sangat kental. Disinilah kegiatan perkantoran Wedana dan asisten Wedana Kudus yang membawahi beberapa kecamatan di Kudus dilakukan. Bangunan klasik Pendopo Wakil Bupati Kudus jelas masih sangat asli dan memukau, sangat cantik bahkan. Sempat saya datang kembali ke sana saat malam karena saya ingin melihat setting istana saat gelap. Dan ternyata benar-benar adiluhung, sangat indah. Juga rumah dinas Wakil Bupati Kudus yang terletak tepat di belakang bangunan Pendopo masih sangat asli. Terlihat dari ciri arsitektur Eropa yang melekat kuat disana.
Bis Nusantara yang akan kutumpangi sampai ke Malang itu akan start jam 9 malam. Waktuku masih lama untuk menikmati kota Kudus. Maka kuputuskan kembali jalan-jalan menyusuri jalan-jalan kota Kudus. Teman-teman pada ngajak ke Ramayana dan Matahari untuk menghabiskan waktu sebelum bis berangkat pukul 9 nanti. Aku justru memutuskan untuk tidak mengikuti mereka. Dan aku mengikuti saja langkah kakiku menuju kemana. Aku sendiri tidak paham jalan-jalan di kota Kudus, kuserahkan langkah pada kakiku ini akan kemana. Teman-teman sudah terlihat menjauh, akupun mulai meninggalkan pool bis Nusantara ini menuju ke timur. Dari jauh terlihat pedagang sate Madura. Wah kalau di Malang banyak pedagang sate Madura ini. Lalu untuk apa aku makan sate Madura kalau banyak kutemukan di Malang. Lalu kemudian di sebelah sate Madura ada roti bakar Bandung. Wah ini juga banyak terdapat di Malang. Hingga kemudian kuputuskan untuk kemudian melangkah lagi ke arah utara.
Dari jauh kulihat ada seorang ibu duduk di trotoar beberapa ruko, tepat disamping pedagang es campur. Dengan pelan kudekati sang ibu dan kutanya pelan dengan bahasa jawaku yang belepotan. Ibu sadheyan menopo? kutanya pelan.
Dan beliau pun menjawab menjual rujak, pecel dan cemedhe. Kalau rujak aku sudah sering makan, apalagi pecel. Itu makanan favoritku. Tapi kalau cemede? Ini pertama kali kudengar dan kulihat. Maka aku harus merasakan makanan khas Kudus ini. Cemedhe adalah rujak khas Kudus yang dilengkapi dengan sayuran seperti kecipir rebus dan bunga turi rebus. Buahnya adalah ketimun dan juga ada potongan lontong dan cingurnya. Dan masih pula disiram dengan bumbu pecel. Rasanya sangat unik dan segar. Ibu tersebut tersenyum lebar saat kukatakan bahwa makanan ini sangat enak. Dan memang enak.

Es campur juga kupesan semangkok. Kuminum bergantian dengan makan cemede pecel ini. Rasanya lebih segar dari yang kusangka. Ada buah-buahan unik kutemukan didalam es campur ini. Ternyata ada potongan-potongan buah queni yang telah disetup terlebih dahulu. Dan rasanya memang dahsyat. Bikin surprise lidah..
Dan kubalik kembali ke pool Nusantara.
Saat ku duduk di bis Nusantara, salah satu bis Kudus-Malang disana, kutermenung lama. Hanya satu yang ada dalam otakku. Kapan aku bisa kembali lagi ke Kudus, menikmati keindahan kota Kudus yang cantik. Kota yang meyimpan sejuta kenangan. Lamunanku di dalam bis Nusantara menjadi buyar saat seorang pria datang dan duduk di sebelahku, kursi bis nomor 39 itu.
Dan berjalanlah pelahan bis Nusantara ini, meninggalkan kota cantik, KUDUS.
Sayonara Kudusku
Wacana penguatan kearifan lokal dalam mengatasi pergeseran nilai-nilai budaya dan agama, bukanlah sesuatu hal yang baru dalam mengatasi problematika keseharian masyarakat. Indonesia sebagai salah satu negara terbesar yang memiliki warisan kebudayaan memiliki peran yang cukup penting dalam memindahkan unsur-unsur kebudayaan dari generasi ke generasi guna memelihara identitas dan melawan pengaruh westernisasi yang kian gencar menyelimuti segala aspek kehidupan masyarakat Indonesia.
Merujuk kembali pada periode awal abad ke-20, salah satu gejala intelektual yang paling menarik ialah besarnya minat untuk mempelajari agama, dan pada suatu ketika terdapat kesesuaian pendapat secara luas bahwa kepercayaan agama sebagaimana dipahami secara tradisional, secara mencolok merosot makna intrinsiknya bagi sebagian besar masyarakat modern. Hal ini dikarenakan semakin besarnya minat masyarakat mempelajari agama sejalan dengan usaha para penganut agama memodifikasi dan menyesuaikan kepercayaan dan pranata keagamaan dalam pancaran perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat modern.[1]
Di dalam mengkaji dan menganalisa sebuah aliran, paham, dan kepercayaan, salah satu ilmu yang mampu untuk memasukinya lebih mendalam dan lebih spesifik yakni Antropologi, sebagai sebuah ilmu yang mempelajari manusia, menjadi sangat penting untuk memahami agama. Antropologi mempelajari tentang manusia dan segala perilaku mereka untuk dapat memahami perbedaan kebudayaan manusia. Dibekali dengan pendekatan yang holistik dan komitmen antropologi akan pemahaman tentang manusia, maka sesungguhnya antropologi merupakan ilmu yang penting untuk mempelajari agama dan interaksi sosialnya dengan berbagai budaya.
Agama dan kepercayaan merupakan dua hal yang melekat erat dalam diri manusia. Sifatnya sangat pribadi, terselubung dan kadang-kadang diliputi oleh hal-hal yang bernuansa mitologis. Kualitas etos seseorang amat ditentukan oleh nilai-nilai kepercayaan yang melekat pada dirinya, yang dalam bahasa agama, hal ini disebut sebagai aqidah. Orang bahkan rela mempertaruhkan hidupnya demi kepercayaan yang mereka yakini sebagai kebenaran.
Dalam kaitannya dengan kepercayaan, manusia tidak dapat hidup tanpa mitologi atau sistem penjelasan tentang alam dan kehidupan yang penjelasan dan kebenarannya tidak perlu dipertanyakan lagi. Sehingga, pada urutannya, utuhnya mitologi akan menghasilkan utuhnya sistem kepercayaan, utuhnya sistem kepercayaan akan menghasilkan utuhnya sistem nilai, dan kemudian, utuhnya sistem nilai itu sendiri akan memberi manusia kejelasan tentang apa yang baik dan buruk (etika), dan mendasari seluruh kegiatannya dalam menciptakan peradaban.
Keaneka ragaman ini menjadi lebih nyata akibat usaha manusia itu sendiri untuk membuat agamanya menjadi lebih berfungsi dalam kehidupan sehari-hari, dengan mengaitkannya dengan gejala-gejala yang nyata dan ada di sekitarnya. Maka tumbuhlah legenda-legenda dan mitos-mitos yang kesemuanya itu merupakan pranata penunjang kepercayaan alami manusia kepada Tuhan dan fungsionalisasi kepercayaan itu dalam masyarakat.
Malam itu 28 April di Cafe Budaya, mahasiswa benar-benar berpesta. Pesta Budaya. Hari ini tepatnya malam minggu, setelah berlatih selama berminggu-minggu, mahasiswa IKAMI SULSEL cabang Malang telah berhasil mementaskan semua yang telah dipersiapkan sejak dini. Dari sejak siang, acara sudah padat, presentasi dan diskusi budaya oleh Kanda Suryadin Laoddang dan Ahmad Husain atau Cheng Prudjung. Presentasi mereka memaparkan tentang Passompe atau bisa dibilang perantau, dari tanah SULSEL menuju ke berbagai daerah di luar SULSEL.
Audience cukup beragam. Ada yang datang dari keluarga KKSS, anggota IKAMI itu sendiri dan juga dari komunitas pasca. IKAMI SULSEL cabang Surabaya dan Bogor juga berkesempatan hadir. Banyak bapak dan ibu dari KKSS datang membawa keluarganya, anak-anak yang pulang dari sekolah diajak ke venue festival budaya. Dan kegiatan presentasi sore itu semakin terasa uniknya karena venue kedatangan Daeng Rudi yang terkenal dengan warung Makassarnya, beliau hadir membawa warungnya. Tak ayal banyak keluarga yang memesan dan menikmati coto Makassar. Juga ada penganan-penganan khas SULSEL yang lain yang disediakan oleh panitia untuk menggembirakan dan membawa para audience ke alam Sulawesi. Ada es pisang ijo, es palu butung, coto Makassar, burasa, klepon, talam dan kue-kue super manis yang tersedia dalam wadah dan tutup khas Sulawesi. Semua tamu mengikuti kegiatan diskusi dengan Kanda Suryadin Laoddang dan Ahmad Husain dengan menikmati Coto dan jajanan khas SULSEL, benar-benar serasa di SULSEL kata mereka. Bahkan ada yang mengatakan serasa di Pantai Losari.
Gayeng suasana dengan tema makalah Passompe, teman-teman dari komunitas pasca yang banyak berinteraksi dengan presenter. Ada juga ibu-ibu keluarga KKSS yang hadir disana termangu-mangu. Kemungkinan mereka adalah PERSIJA, seperti yang diungkapkan oleh kanda Suryadin Laoddang, PERSIJA berarti persatuan istri jawa. Diungkapkannya hal ini dalam seminar membuat para bunda disana yan notabene anggota PERSIJA ini tersenyum. Bahkan banyak diantara keluarga KKSS dan komunitas pasca adalah PERSIJA juga. Seperti contoh istri bapak Ilham Daeng Salle adalah seorang dokter asal Banyumas, istri kanda Suryadin juga asal Yogyakarta, perawat. Ketua KKSS pun begitu. Sehingga saat disebut istilah ini semua pada lirak-lirik sendiri-sendiri tanpa kedip.
Sambil menikmati hidangan coto Makassar dan Sup Ubi, dialog semakin ramai dengan disinggungnya ungkapan Makassar itu kasar kemudian sempat disebut juga teman-teman yang suka berkelompok dalam komunitas SULSEL yang tidak membaur akibat kesulitan berakulturasi. Namun dengan paparan-paparan Suryadin Laoddang, semua mengangguk dan salut. Pengalaman-pengalaman bersosialisasi dengan orang Jawa sangat kuat, hingga adanya perbedaan-perbedaan tersebut bisa kita tepiskan. Satu kisah yang dilontarkan oleh Suryadin, bahkan meskipun ditangkap polisipun, salah satu member IKAMI di Yogyakarta, dia tidak akan langsung campur tangan untuk membantu. Sampai-sampai orangtuanyapun menelpon dari Makassar. Ini karena si mahasiswa tersangkut narkoba. Wakapolda Jateng yang notabene orang Makassar menyerahkan semua kepada KKSS bagaimana nasib anak ini. Kemungkinan untuk meringankan hukuman mungkin bisa dilakukan dengan alasan mahasiswa ini masih dalam masa studi.
Seorang bapak dari komunitas pasca, Mursalim Nohong sempat mengungkapkan kekecewaanya saat dibilang orang Makassar itu kasar. Acapkali ditanya, bapak orang Makassar yah? Dengan tegas dia jawab, tidak saya orang Bugis! Aha jawaban yang sangat keren, apalagi kalau yang tanya bloon tidak tau apa itu Makassar. Ini pertanyaan yang tidak bisa dijawab dengan 4 kata kukira. Kalau tidak mendalami sejarah dan budaya SULSEL secara utuh, pasti yang orang tau hanya Makassar saja. Dan yang mereka tau Makassar itu kasar.
Hal ini kemudian diklarifikasi oleh Suryadin dan Ahmadi Husain bahwa kata Makassar ada dua huruf s di dalamnya. Artinya beda dengan kata kasar yang huruf s nya hanya satu. Saya akan beri nilai E bagi kalian yang mengatakan ‘kassar’ dan ‘kasar’ itu sama. Semua mengangguk tanda setuju. Lagi kemudian kata Suryadin, bahwa kata Makassar diambil dari bahasa Portugis yaitu dari kata ‘ma’ yang artinya orang dan ‘cassart’ yang artinya hitam berkilap. Atau bisa dikatakan orang yang berkulit mengkilap. Sedangkan Ahmad Husain menjabarkan kata Makassar dari sebuah kisah, konon Rasulullah SAW pernah memunculkan diri di Makassar, sehingga ada ungkapan “mengkassara’” yang menjadikan kata Makassar tersebut muncul.
Suryadin memang benar-benar budayawan sejati, hingga sangat tidak salah IKAMI mengundang beliau ke festival budaya. Di sela-sela kegiatannya yang cukup padat, suara hp tak kunjung berhenti. Segala macam logat bahkan bahasa dia ucapkan. Rupanya ada rencana akan membeli sebuah rumah di kota Yogyakarta. Pemilik rumah yang asli dari kota gudeg ini menelpon dengan bahasa Jawa. Dan apa jawabnya?
Ternyata bahasa Jawa juga!
Wowow..benar-benar great!
Sebelum sampai di kota Malang, beliau juga baru saja meninggalkan kegiatan pemilihan Kakang dan Mbakyu Yogyakarta sebagai juri disana. Tak lama setelah hp ditutup, berdering lagi nada panggil hp beliau. Nah yang ini adalah bahasa Bugis, seseorang meminta untuk dibuatkan passport bagi putranya yang lagi mondok di Yogyakarta. Ternyata telpon dari Wabup Wajo!
Fiuh, what a channel!
Malam pun bergerak, menjelang pukul 7 acara pentas senipun dimulai. Dimulai dari pasinrilik Daeng Jamal Gentayangan dan Sandro, mahasiswa penggemar motor vespa ini menduduki panggung kecil di tengah-tengah penonton. Panggung yang dibuat cukup tinggi ini adalah tempat Sandro dan Daeng Jamal duduk untuk saling pasinrilik. Sebagai host dari acara ini, seni budaya dikemas menarik karena MC nya berbicara dalam format pasinrilik. Saya yang ternganga saja mendengar mereka dari awal sampai akhir hanya ikut-ikutan tertawa. Tapi apabila memahami konteks secara keseluruhan benar-benar saya nikmati kegayengan yang sangat jarang dan untuk pertama kali saya dengar.
Dimulai dari nyanyi lagu-lagu khas, Ininawa dll, kemudian puisi ‘Sukmaku di Tanah Makassar’, drama manguru’ dan goalnya adalah tari 4, etnis yang sangat ditunggu-tunggu. Decak kagum dari teman-teman komunitas pasca yang duduk mepet dekat stage yang tidak terlalu tinggi. Mereka betul-betul menikmati pertunjukan disela-sela kegiatan kuliahnya yang menyita. Maka hiburan khas dari tanah SULSEL inilah obatnya, sebagai pelipur lara. Bapak Zainuddin, seorang mahasiswa S3 yang sudah cukup sepuh, menyempatkan hadir dan sepertinya beliau sangat menikmati acara dari sejak awal seminar sampai acara berakhir jam 9.
Berbagai macam bentuk dan ukuran kamera terlihat aktif dan menyala. Tak satupun event terlewatkan. Semua mengangkat tangannya tidak ingin terlewatkan satu item pun. Tak terkecuali denganku, camera Canon A480 ku yang supermini tak habis-habis kuangkat sampai tangan pegel. Bahkan tari 4 etnis pun ku rela rekam dengan video kamera sakuku. Hmm rasanya tak habis-habis ingin kerekam semua. Tangan ini yang tak sanggup jadi trimpot hidup. Harusnya punya satu trimpot yang bisa dipakai untuk shoot yang lama. Owalahhhh!
Pertunjukan masih banyak menunggu, kadang ada yang akhirnya tak bisa kurekam baik di kameraku maupun di otakku. Mungkin perbedaan bahasa yang membuat kadang masih bingung. Namun secara keseluruhan sangat menikmati. Pertunjukan yang praktis hanya 1,5 jam itu diakhiri dengan acara narsis mahasiswa yang gila foto-foto. Acara ini bahkan lebih lama dari acara pertunjukannya.
Astagah!
Dan cape lelah telah terbayarkan dengan suksesnya kegiatan festival budaya SULSEL, oleh IKAMI SULSEL cabang Malang. Beberapa masih tiduran sampai pagi di venue, menjaga dan mengemas barang-barang di cafe.
Sayonara dan see you again di Festival Anging Mamiri Desember 2012, kembali oleh IKAMI SULSEL cabang Malang. Amanat telah diberikan.
Bravo!
Cawa Cabberu’na, MaOgi’ Maniha (Ambo Tang Daeng Matteru)
Trouble will find you
No matter where you go
Oh, oh
No matter if you’re fast
No matter if you’re slow
Oh, oh
The eye of the storm
wanna cry in the morn
Oh, oh
You’re fine for a while
But you start
To lose control
He’s there in the dark
He’s there in my heart
He waits in the wings
he’s gotta play a part
Trouble is a friend
Yeah
Trouble
Is a friend of mine
Ahh
Trouble is a friend
But trouble is a foe
Oh, oh
And no matter
What I feed him
He always seems to grow
Oh, oh
He sees what I see
And he knows
What I know
Oh, oh
So don’t forget
As you ease
On down my road
He’s there in the dark
He’s there in my heart
He waits in the wings
He’s gotta play a part
Trouble is a friend
Yeah
Trouble
Is a friend of mine
So don’t be alarmed
If he takes you
By the arm
I roll down the window
I’m a sucker
For his charm
Trouble is a friend
Yeah
Trouble
Is a friend of mine
Ahh
How I hate the way
He makes me feel
And how I try
To make him leave
I try
Oh, oh, I try
But he’s
There in the dark
He’s there in my heart
He waits in the wings
He’s gotta play a part
Trouble is a friend
Yeah
Trouble
Is a friend of mine
So don’t be alarmed
If he takes you
By the arm
I roll down the window
I’m a sucker
For his charm
Trouble is a friend
Yeah
Trouble
Is a friend of mine
My Interpretation and feelin..
I lost my friend
I lost my mind
Lost my soul
That makes me fool
Somebody please help
Everybody were kept
Matanya nanar sibuk memilih warna ini, itu. Hampir semua renda-renda cantik di toko Citra Malang, toko renda terbesar disini, semua dia tolak. Menolaknya tidak tanggung-tanggung. Menolak mentah-mentah.
Itulah Abi, seorang pemuda Bone yang sedang melanjutkan studi di Institut Teknologi Nasional Malang. Sesaat ku bertemu dia saat para penari berlatih tari 4 etnis, dia berdiskusi denganku mengenai kostum-kostum yang akan dikenakan para penari ini. Rupanya mereka belum bisa menentukan saat itu, akankan mendatangkan kostum itu dari Makassar, tentunya dengan dana yang cukup besar. Atau menyewa kostum-kostum baju bodo di Malang. Kebetulan banyak salon yang kutau menyewakan baju bodo.
Namun tidak dengan kostum Toraja. Baju ini beda dengan semua baju bodo yang dikenakan penari yang lain, Mandar, Bugis, Makassar. Banyak sekali detil-detil etnik berupa manik-manik bergantung dan menempel di kostum penari Toraja. Hingga kemudian mereka menentukan akan mendatangkan kostum Toraja ini dari Makassar. Ada salon yang menawarkan sewa tanpa ongkir sebesar 1,2jt. Saya terperanjat mendengar harga tersebut. Bagaimana tidak untuk pementasan ini ada 3 tari yang akan mereka suguhkan, Tari Padupa, Tari 4 Etnis, Tari Kipas, diperlukan dana segitu untuk satu penari saja, penari Toraja. Sangat runyam kedengarannya.
Akhirnya saya tawarkan bagaimana kalau kita jahit sendiri, kebetulan mereka banyak sekali foto-foto dan video penari dan tarian-tarian dari Youtube. Youtube lah yang melatih mereka menari di sanggar latihan sementara di kampus Institut Teknologi Nasional. Abi pun setuju. Dengan sigap dia buka lemari di sanggar tersebut. Hopla..dia keluarkan kostum-kostum baju Bodo yang dia bawa dari Bone, ada delapan lembar.
Dengan tersenyum diapun bercerita, “Orang tua saya memang pengusaha WO dan EO, Wedding Organizer dan Event Organizer di Bone”. Saya tertegun mendengar cerita Abi. Perlahan sebelum dia lanjutkan ceritanya, kutanya. “Abi, bener kita dari Bone?”. Saya penasaran belum pernah menemui orang Bone di Malang. Kebanyakan mahasiswa asal Makassar yang ada disini. Dan Abi pun menjawab dengan tegas, “Iya! Saya orang Bone” katanya. “Kenapa?” Dia curiga.
Haha asikk, aku tersenyum girang. “Hai Abi, aku belum pernah ketemu sama orang Bone loh! kubilang padanya. Dia tersenyum, “Iya emang, semua pada ke Yogyakarta dan kota-kota lain. Saya memilih Malang” kata dia enteng.
Kemudian pembicaraan pun kembali ke kostum-kostum yang akan mereka pakai di festival Budaya nanti. Baju-baju bodo berwarna cerah itu dia bawa dari Bone. Ternyata orangtua Abi mengkoleksi berbagai macam baju Bodo untuk kepentingan Wedding ceremony. Banyak warna yang mereka miliki tentunya. Nah beberapa yang dia bawa ke Malang ini adalah yang sudah berlalu modelnya. Mungkin sudah ada model dan warna-warna yang baru, maka Abi pun membawa baju-baju tersebut ke Malang. Dia tidak mengira apapun, hanya ingin membawa saja. Itu karena kepeduliannya kepada budaya.
Dia bercerita dua kakaknya adalah guru sejarah yang sangat rajin membawa siswa-siswanya ke musium sejarah di Bone. Kedua orang tuanya ternyata memiliki darah WO juga. Mereka memiliki baju-baju Bodo warisan dari kakek neneknya. Sehingga ada beberapa baju yang dirasa tidak dipakai lagi, dibawa ke Malang oleh Abi.
Iseng kutanya, “Abi, kita kan dari Bone..boleh kutau dimana makam Arung Palakka?” pelan sekali kulontarkan pertanyaan itu. Tapi dia juga terhenyak, memandangku dengan setengah curiga. Dan apakah memang orang-orang Bone begitu??
Dengan santai kujelaskan, “Abi, kalau saya ke SULSEL, saya akan datangi semua makam para pendahulu kita. Aku tinggal dekat makam Karaeng Galesong” kujawab begitu.
Wajahnya yang tadi tegang kemudian berubah tenang. “Kalau makam Arung Palakka saya nggak tau mbak” katanya berusaha menjelaskan. Kemudian belum selesai dia menghirup rokoknya, diapun mengakhiri pertanyaanku dengan ramah. “Ada tempat dimana dulu Arung Palakka dimandikan saat dia baru lahir, sebuah sumur tua tepat di belakang rumah orang tuaku”.
Aha! Saya jadi senyum-senyum. Entah kenapa saya suka sekali dengan tempat-tempat bersejarah. Tadinya Abi tidak mau menjelaskan dimana letak makam Arung Palakka. Tapi dengan dia sebutkan ada sebuah sumur tua, dimana Arung Palakka pernah dimandikan, itupun sudah cukup bagiku. Meriah banget terdengar di telingaku.
Baju-baju Bodo yang berserakan di karpet ini dijelaskan dengan gamblang olehnya. Ini baju peninggalan nenekku. Kuteliti satu persatu, kainnya sudah cukup tua dan rapuh. Sana-sini terlihat robekan-robekan kecil. Tidak ada asesoris sedikitpun kutemui disana. Benar-benar baju segi empat dengan 3 lubang untuk tangan dan leher. Hmm..baru kutahu pola baju Bodo seperti ini. Pertama kali kutemui pola Baju Bodo ini. Ku jadi berpikir-pikir, kenapa tidak dari dulu-dulu jahit baju ini. Polanya begitu mudah dan sederhana, tanpa ukuran-ukuran apapun, tanpa lekukan-lekukan sama sekali. Kumengira mungkin baju ini sederhana tanpa asesoris, namun saat dipakai penari atau para terima tamu mengenakan baju tersebut dengan menggunakan kalung khas yang dipakai saat mengenakan baju bodo, kalung yang cukup lebar dan besar. Sehingga hilang kesan sederhana dari baju tersebut.
Hmm..sambil berpikir kubolak-balik baju-baju ini. Di luar masih terdengar 8 penari sedang berlatih tari Padupa. Mahasiswa yang lain sedang memainkan bermacam ukuran perkusi dan jimbe di sebelah sana.
Dan Woila! Kenapa tidak! Saya akan coba untuk ikut mendesain baju ini supaya terlihat cantik dan elegan. Kupandang Abi, “Abi, ayo kita desain lagi baju ini agar terlihat cantik, kita pasang renda-renda berwarna. Okay!” Aku berusaha meyakinkan Abi agar dia mau memberikan kesempatan padaku untuk pasang sentuhan detil kembali pada baju-baju tua ini. Dengan serta merta kutambah, “Besok saya antar kamu milih-milih renda di pasar”. Abipun mengangguk setuju. “Okay mbak Ika” Abi jawab dan mata berbinar. Semangat EO orang tuanya benar-benar menurun padanya.
Tapi, sesampai di toko Citra, toko renda terbesar di kota Malang..saya benar-benar tidak bisa mengejar langkah Abi. Matanya kembali nanar melihat warna emas, perak, merah, hijau dll. Setiap renda cantik yang kutawarkan dia menolak dan tangannya bergerak tanda tak setuju. Ada 7 toko yang kami datangi, tidak ada satupun warna yang cocok. 3 toko penjual bando khas Sulawesi itu juga tak digubris olehnya. Perhiasan-perhiasan itu sama sekali tidak menarik perhatiannya. Dengan sinis dia menjelaskan, “ndak ada yang cocok itu Daeng Te’ne”. Nampak sekali kegusarannya sampai-sampai dia sebut nama padaengangku.
Menarik!
Abi menginginkan warna itu benar-benar sama seperti yang ia lihat di Bone, seperti yang orangtuanya lakukan di WO acap kali. Orangtua Abi yang juga memberikan fasilitas shooting dan foto bagi upacara adat dan pengantin memang sangat teliti dengan warna. Di Bone setiap pengantin menginginkan baju yang berbeda dengan pengantin yang lain. Tidak hanya pasangan pengantin, yang diundangpun juga begitu. Setiap ada undangan, maka wanita-wanita Bone berusaha untuk mendesain satu baju baru lagi dan sebuah sarung baru tentunya. Ini betul-betul cerita yang baru bagiku, semangat sekali kumengikuti kemana Abi lari.
Dan akhirnya kita dapatkan semua renda-renda itu dan sebuah kain bludru untuk pergelangan tangan. Ini benar-benar kesempatan baikku untuk menjahit renda-renda tersebut. Dan baju-baju itu kubawa pulang untuk segera kujahit renda dan hiasan-hiasannya.
Agenda Persiapan Festival
Foto-foto :
MACAM-MACAM MAJAS (GAYA BAHASA)
1. Klimaks
Contoh : Kesengsaraan membuahkan kesabaran, kesabaran pengalaman, dan pengalaman Adalah semacam gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal yang dituntut semakin lama
2. Antiklimaks
Contoh : Ketua pengadilan negeri itu adalah orang yang kaya, pendiam, dan tidak terkenal Adalah gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal berurutan semakin lma semakin
3. Paralelisme
Adalah gaya bahasa penegasan yang berupa pengulangan kata pada baris atau kalimat.
4. Antitesis
untuk memberi tekanan dalam sebuah konteks yang sesuai keamanan bangsa. Adalah gaya bahasa yang menggunakan pasangan kata yang berlawanan maknanya.
5. Epizeuksis
Contoh : Kita harus bekerja, bekerja, dan bekerja untuk mengajar semua ketinggalan kita. Adalah repetisi yang bersifat langsung, artinya kata yang dipentingkan diulang beberapa
6. Tautotes
Adalah repetisi atas sebuah kata berulang-ulang dalam sebuah konstruksi.
7. Anafora
Adalah repetisi yang berupa perulangan kata pertama pada setiap garis. Contoh : Apatah tak bersalin rupa, apatah boga sepanjang masa
8. Epistrofora
Adalah repetisi yang berwujud perulangan kata atau frasa pada akhir kalimat berurutan Contoh : Bumi yang kau diami, laut yang kaulayari adalah puisi,
Udara yang kau hirupi, ari yang kau teguki adalah puisi
9. Simploke
Adalah repetisi pada awal dan akhir beberapa baris atau kalimat berturut-turut.
Contoh : Kau bilang aku ini egois, aku bilang terserah aku. Kau bilang aku ini judes, aku bilang terserah aku.
10.Mesodiplosis
Adalah repetisi di tengah-tengah baris-baris atau beberapa kalimat berurutan.
Contoh : Para pembesar jangan mencuri bensin. Para gadis jangan mencari perawannya
sendiri.
11.Epanalepsis
Adalah pengulangan yang berwujud kata terakhir dari baris, klausa atau kalimat, mengulang kata pertama.
Contoh : Kita gunakan pikiran dan perasaan kita.
12.Anadiplosis
Adalah kata atau frasa terakhir dari suatu klausa atau kalimat menjadi kata atau frasa pertama dari klausa berikutnya.
Contoh : Dalam baju ada aku, dalam aku ada hati. Dalam hati : ah tak apa jua yang ada.
13.Aliterasi
Adalah gaya bahasa berupa perulangan bunyi vokal yang sama.
Contoh : Keras-keras kena air lembut juga
14.Asonansi
Adalah gaya bahasa berupa perulangan bunyi vokal yang sama.
Contoh : Ini luka penuh luka siapa yang punya
15. Anastrof atau Inversi
Adalah gaya bahasa yang dalam pengungkapannya predikat kalimat mendahului subejeknya karena lebih diutamakan.
Contoh : Pergilah ia meninggalkan kami, keheranan kami melihat peranginya.
16. Apofasis atau Preterisio
Adalah gaya bahasa dimana penulis atau pengarang menegaskan sesuatu, tetapi tampaknya menyangkal.
Contoh : Saya tidak mau mengungkapkan dalam forum ini bahwa saudara telah menggelapkan ratusan juta rupiah uang negara
17.Apostrof
Adalah gaya bahasa yang berbentuk pengalihan amanat dari para hadirin kepada sesuatu yang tidak hadir.
Contoh : Hai kamu semua yang telah menumpahkan darahmu untuk tanah air bercinta ini berilah agar kami dapat mengenyam keadilan dan kemerdekaan seperti yang pernah kau perjuangkan
18.Asindeton
Adalah gaya bahasa yang menyebutkan secara berturut-turut tanpa menggunakan kata penghubung agar perhatian pembaca beralih pada hal yang disebutkan.
Contoh : Dan kesesakan kesedihan, kesakitan, seribu derita detik-detik penghabisan orang melepaskan nyawa.
19.Polisindeton
Adalah gaya bahasa yang menyebutkan secara berturut-turut dengan menggunakan kata penghubung.
Contoh : Kemanakah burung-burung yang gelisah dan tak berumah dan tak menyerah pada gelap dan dingin yang merontokkan bulu-bulunya?
20.Kiasmus
Adalah gaya bahasa yang terdiri dari dua bagian, yang bersifat berimbang, dan dipertentangkan satu sama lain, tetapi susunan frasa dan klausanya itu terbalik bila dibandingkan dengan frasa atau klausa lainnya.
Contoh : Semua kesabaran kami sudah hilang, lenyap sudah ketekunan kami untuk melanjutkan usaha itu.
21.Elipsis
Adalah gaya bahasa yang berwujud menghilangkan suatu unsur kalimat yang dengan mudah dapat diisi atau ditafsirkan sendiri oleh pembaca.
Contoh : Risalah derita yang menimpa ini.
22.Eufimisme
Adalah gaya bahasa penghalus untuk menjaga kesopanan atau menghindari timbulnya kesan yang tidak menyenangkan.
Contoh : Anak ibu lamban menerima pelajaran
23.Litotes
Adalah gaya bahasa yang dipakai untuk menyatakan sesuatu dengan tujuan merendahkan diri
Contoh : Mampirlah ke gubukku!
24.Histeron Proteron
adalah gaya bahasa yang merupakan kebailikan dari sesuatu yang logis atau kebalikan dari sesuatu yang wajar.
Contoh : Bila ia sudah berhasil mendaki karang terjal itu, sampailah ia di tepi pantai yang luas dengan pasir putihnya
25.Pleonasme
Adalah gaya bahasa yang memberikan keterangan dengan kata-kata yang maknanya sudah tercakup dalam kata yang diterangkan atau mendahului.
Contoh : Darah merah membasahi baju dan tubuhnya
26.Tautologi
Adalah gaya bahasa yang mengulang sebuah kata dalam kalimat atau mempergunakan katakata yang diterangkan atau mendahului.
Contoh : Kejadian itu tidak saya inginkan dan tidak saya harapkan
27.Parifrasis
Adalah gaya bahasa yang menggantikan sebuah kata dengan frase atau serangkaian kata yang sama artinya.
Contoh : Kedua orang itu bersama calon pembunuhnya segera meninggalkan tempat itu
28.Prolepsis atau Antisipasi
Adalah gaya bahasa dimana orang mempergunakan lebih dahulu kata-kata atau sebuah kata sebelum peristiwa atau gagasan yang sebenarnya terjadi.
Contoh : Keua orang tua itu bersama calon pembunuhnya segera meninggalkan tempat itu.
29.Erotesis atau Pertanyaan Retoris
Adalah pernyataan yang dipergunakan dalam pidato atau tulisan dengan tujuan untuk mencapai efek yang lebih mendalam dan penekanan yang wajar, dan sama sekali tidak menghendaki adanya suatu jawaban.
Contoh : inikah yang kau namai bekerja?
30.Silepsis dan Zeugma
Adalah gaya dimana orang mempergunakan dua konstruksi rapatan dengan menghubungkan sebuah kata dengan dua kata yang lain sebenarnya hanya salah satunya mempunyai hubungan sebuah kata dengan dua kata yang lain sebenarnya hanya salah satunya mempunyai hubungan dengan kata pertama.
Contoh : ia menundukkan kepala dan badannya untuk memberi hormat kepada kami.
31.Koreksio atau Epanortosis
Adalah gaya bahasa yang mula-mula menegaskan sesuatu, tetapi kemudian memperbaikinya.
Contoh : Silakan pulang saudara-saudara, eh maaf, silakan makan.
32.Hiperbola
Adalah gaya bahasa yang memberikan pernyataan yang berlebih-lebihan.
Contoh : Kita berjuang sampai titik darah penghabisan
33.Paradoks
Adalah gaya bahasa yang mengemukakan hal yang seolah-olah bertentangan, namun sebenarnya tidak karena objek yang dikemukakan berbeda.
Contoh : Dia besar tetapi nyalinya kecil.
34.Oksimoron
adalah gaya bahasa yang mengandung pertentangan dengan mempergunakan kata-kata yang berlawanan dalam frasa yang sama.
Contoh : Keramah-tamahan yang bengis
35.Asosiasi atau Simile
Adalah gaya bahasa yang membandingkan suatu dengan keadaan lain yang sesuai dengan keadaan yang dilukiskannya.
Contoh : Pikirannya kusut bagai benang dilanda ayam
36.Metafora
Adalah gaya bahasa yang membandingkan suatu benda tertentu dengan benda lain yang mempunyai sifat sama.
Contoh : Jantung hatinya hilang tiada berita
37.Alegori
adalah gaya bahasa yang membandingkan kehidupan manusia dengan alam.
Contoh : Iman adalah kemudi dalam mengarungi zaman.
38.Parabel
Adalah gaya bahasa parabel yang terkandung dalam seluruh karangan dengan secara halus tersimpul dalam karangan itu pedoman hidup, falsafah hidup yang harus ditimba di dalamnya.
Contoh : Cerita Ramayana melukiskan maksud bahwa yang benar tetap benar
39.Personifikasi
Adalah gaya bahasa yang mengumpamakan benda mati sebagai makhluk hidup.
Contoh : Hujan itu menari-nari di atas genting
40.Alusi
Adalah gaya bahasa yang menghubungkan sesuatu dengan orang, tempat atau peristiwa.
Contoh : Pkartini kecil itu turut memperjuangkan haknya
41.Eponim
Adalah gaya dimana seseorang namanya begitu sering dihubungakan dengan sifat tertentu, sehingga nama itu dipakai untuk menyatakan suatu sifat tertentu sehingga nama itu dipakai untuk menyatakan sifat itu.
Contoh : Hellen dari Troya untuk menyatakan kecantikan.
42.Epitet
Adalah gaya bahasa yang menyatakan suatu sifat atau ciri yang khusus dari seseorang atau sesuatu hal.
Contoh : Lonceng pagi untuk ayam jantan.
43.Sinekdoke – Pars Pro Tato
Adalah gaya bahasa yang menyebutkan sebagianhal untuk menyatakan keseluruhan.
Contoh : Saya belum melihat batang hidungnya
- Totem Pro Parte
Adalah gaya bahasa yang menyebutkan seluruh hal untuk menyatakan sebagian.
Contoh : Thailand memboyong piala kemerdekaan setelah menggulung PSSi Harimau
44.Metonimia
Adalah gaya bahasa yang menggunakan nama ciri tubuh, gelar atau jabatan seseorang sebagai pengganti nama diri. Contoh : Ia menggunakan Jupiter jika pergi ke sekolah
45.Antonomasia
Adalah gaya bahasa yang menyebutkan sifat atau ciri tubuh, gelar atau jabatan seseorang sebagai pengganti nama diri. Contoh : Yang Mulia tak dapat menghadiri pertemuan ini.
46.Hipalase
Adalah gaya bahasa sindiran berupa pernyataan yang berlainan dengan yang dimaksudkan.
Contoh : ia masih menuntut almarhum maskawin dari Kiki puterinya (maksudnya menuntut maskawin dari almarhum)
47.Ironi
Adalah gaya bahasa sindiran berupa pernyataan yang berlainan dengan yang dimaksudkan.
Contoh : Manis sekali kopi ini, gula mahal ya?
48.Sinisme
adalah gaya bahasa sindiran yang lebih kasar dari ironi atau sindiran tajam
Contoh : Harum bener baumu pagi ini
49.Sarkasme
Adalah gaya bahasa yang paling kasar, bahkan kadang-kadang merupakan kutukan.
Contoh : Mampuspun aku tak peduli, diberi nasihat aku tak peduli, diberi nasihat masuk ketelinga
50.Satire
Adalah ungkapan yang menertawakan atau menolak sesuatu.
Contoh : Ya, Ampun! Soal mudah kayak gini, kau tak bisa mengerjakannya!
51.Inuendo
Adalah gaya bahasa sindiran dengan mengecilkan kenyataan yang sebenarnya.
Contoh : Ia menjadi kaya raya karena mengadakan kemoersialisasi jabatannya
52.Antifrasis
Adalah gaya bahsa ironi yang berwujud penggunaan sebuah kata dengan makna sebaliknya, yang bisa saja dianggap sebagai ironi sendiri, atau kata-kata yang dipakai untuk menangkal kejahatan, roh jahat, dan sebagainya.
Contoh : Engkau memang orang yang mulia dan terhormat
53.Pun atau Paronomasia
Adalah kiasan dengan menggunakan kemiripan bunyi.
Contoh : Tanggal satu gigi saya tinggal satu
54.Simbolik
Adalah gaya bahasa yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan benda-benda lain sebagai simbol atau perlambang.
Contoh : Keduanya hanya cinta monyet.
55.Tropen
Adalah gaya bahasa yang menggunakan kiasan dengan kata atau istilah lain terhadap pekerjaan yang dilakukan seseorang.
Contoh : Untuk menghilangkan keruwetan pikirannya, ia menyelam diri di antara botol
minuman.
56.Alusio
Adalah gaya bahasa yang menggunakan pribahasa atau ungkapan.
Contoh : Apakah peristiwa Turang Jaya itu akan terulang lagi?
57.Interupsi
adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata atau bagian kalimat yang disisipkan di dalam kalimat pokok untuk lebih menjelaskan sesuatu dalam kalimat.
Contoh : Tiba-tiba ia-suami itu disebut oleh perempuan lain.
58.Eksklmasio
Adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata seru atau tiruan bunyi.
Contoh : Wah, biar ku peluk, dengan tangan menggigil.
59.Enumerasio
Adalah beberapa peristiwa yang membentuk satu kesatuan, dilukiskan satu persatu agar tiap peristiwa dalam keseluruhannya tanpak dengan jelas.
Contoh : Laut tenang. Di atas permadani biru itu tanpak satu-satunya perahu nelayan meluncur perlahan-lahan. Angin berhempus sepoi-sepoi. Bulan bersinar dengan terangnya. Disana-sini bintang-bintang gemerlapan. Semuanya berpadu membentuk suatu lukisan yang haromonis. Itulah keindahan sejati.
60.Kontradiksio Interminis
Adalah gaya bahasa yang memperlihatkan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang telah dikemukakan sebelumnya.
Contoh : semuanya telah diundang, kecuali Sinta.
61.Anakronisme
Adalah gaya bahasa yang menunjukkan adanya ketidak sesuaian uraian dalam karya sastra dalam sejarah, sedangkan sesuatu yang disebutkan belum ada saat itu.
Contoh : dalam tulisan Cesar, Shakespeare menuliskan jam berbunyi tiga kali (saat itu jam belum ada)
62.Okupasi
Adalah gaya bahasa yang menyatakan bantahan atau keberatan terhadap sesuatu yang oleh orang banyak dianggap benar.
Contoh : Minuman keras dapat merusak dapat merusak jaringan sistem syaraf, tetapi banyak anak yang mengkonsumsinya.
63.Resentia
Adalah gaya bahasa yang melukiskan sesuatu yang tidak mengatakan tegas pada bagian tertentu dari kalimat yang dihilangkan.
Contoh : “Apakah ibu mau….?”
Konon ini adalah kisah nyata yang dituturkan oleh duta besar Jepang di AS. Menjelang kunjungan kehormatan ke Washington untuk bersilahturahim dengan presiden Bill Clinton, perdana menteri Jepang, Yoshiro Mori mendapat kursus kilat mengenai tata-krama berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Sang instruktur bahasa Inggris berkata: “Bapak Perdana Menteri, bila nanti Anda berjabatan tangan dengan presiden Clinton, mohon mengucapkan How are you? Tuan Clinton akan menjawab I’m fine and you? Dan mohon Bapak menjawabnya dengan Me, too. Selanjutnya, kami dari tim penerjemah akan melaksanakan tugas menyadur pembicaraan antara Bapak dan tuan Clinton”.
Sangat simple nampaknya, tapi coba disimak apa yang terjadi. Pada saat Mori bertemu dengan Clinton, dia terpeleset berkata : Who are you? Meskipun sedikit terperanjat dengan pertanyaan itu, Bill Clinton menjawab dengan nada humor : Well, I’m Hillary’s husband… Dan dengan penuh keyakinan Mori pun menjawab : Me, too…! Langsung semua undangan yang hadir terdiam tidak tahu harus berbuat apa.
Dalam dunia psikologi, salah satu cara untuk mengetahui karakter seseorang adalah dengan melihat tulisan tangannya. Lewat sejumlah analisis yang akurat, seorang psikolog bisa tahu karakter yang paling mendekati orang tersebut lewat tulisan tangannya.
Nah, berhubung sekarang eranya sudah berubah ke era digital, maka saya tergerak untuk mencoba menganalisis gaya tulisan orang-orang lewat statusnya di media sosial seperti facebook dan twitter. Berhubung saya bukan psikolog apalagi paranormal, maka bila ada hal yang salah ya mohon di maklumi. Tapi bila ternyata ada yang mendekati atau bahkan sama dengan sifat yang anda miliki, berarti saya cukup berbakat juga.
Setelah menjelajahi dunia per-facebook-an dan per-twitter-an di Indonesia, maka didapatkanlah beberapa macam gaya tulisan orang saat menulis status. Dari banyaknya status yang bertebaran, saya mencoba merangkum menjadi beberapa macam saja, seperti berikut ini:
1. Status yang menggunakan huruf besar semua.
Contoh: KAMU TAHU NGGAK RASANYA DICUEKIN, NGGAK ENAK BANGET TAU!!
Artinya: Orang dengan gaya seperti ini adalah orang yang cenderung ingin diperhatikan orang lain. Entah karena narsis atau cenderung sok ngartis. Suka apapun yang besar-besar dan cenderung emosional. Tapi mencirikan orang yang berpendirian kuat dan konsisten. Dan ada kemungkinan tombol caps lock di keyboard-nya rusak.
2. Status yang menggunakan huruf besar dan kecil bergantian.
Contoh: UhhHH, cApE BaNGet Ni, aBis KeLiLIng laPanGan 20 kAli..HuHUhU.
Artinya: Satu hal yang pasti, dia ALAY. Sisi positifnya, orang ini mau bersusah payah. Tapi mencerminkan ketidakkonsistenan. Cenderung suka membuat bingung orang lain. Dan kalau ini sudah pasti tombol caps lock di keyboard-nya rusak.
3. Status yang menggunakan singkatan tidak lazim.
Contoh: Krang aku tau syp kmuh cbnrna! Yum pernah aku nemuin rang sejahat kmuh.
Ket: (Krang = sekarang, bukan kerang, kurang, atau karang), (syp = siapa, bukan sayap, sayup, atau siap), (kmuh = kamu, bukan kumuh), (yum = belum), (rang = orang)
Artinya: Orang seperti ini termasuk kategori ALAY stadium 2. Cenderung ingin berbeda dari orang yang lain. Cukup kreatif, tapi tak mau memahami orang lain. Ingin dimengerti tapi jarang mengerti orang lain. Patut dicurigai selama sekolah dia tak pernah ikut pelajaran Bahasa Indonesia. Atau suka nggak masuk kalau pelajaran Bahasa Indonesia. Loh?? What for?
4. Status yang menggunakan kata-kata aneh.
Contoh: Moe ge aph cie, kug gagh prnh cmz agku? Utdh lpa eaaa cm agku. Uhhh, jht beud cie kamoeh.
Artinya: ALAY sudah pasti. Orang dengan status seperti ini adalah orang yang egois dan memikirkan diri sendiri. Tapi punya daya kreativitas yang cukup tinggi. Suka menciptakan hal-hal baru dan sedikit unyu. Cenderung freak dan dianggap aneh oleh orang lain. Kemungkinan besar dia tak pernah buka Kamus Besar Bahasa Indonesia. Orang emang nggak punyah!
5. Status yang menggunakan campuran antara kata dan angka.
Contoh: M03 9e 4ph cie, ku9 949h prnh m3z 49ku? Utdh lp4 344 cm agku. Uhhh, jht b3ud c13 kam03h.
Artinya: ALAY stadium 3. Orang seperti ini terobsesi jadi tukang plat nomor. Pintar memadupadankan sesuatu dan merasa sangat unyu. Punya jiwa seni yang cukup tinggi dan menyukai matematika. Ada kemungkinan dia mengetik dengan memakai kalkulator. Apa ada ngetik di kalkulator?
6. Status yang menggunakan huruf besar dan kecil, singkatan tidak lazim, kata-kata aneh, serta campuran kata dan angka.
Contoh: M03 9E 4Ph cIe, Ku9 949h pRnH m3z 49ku? UtDa Lp4 344 cm agku. UhHH, jht b3ud c13 kam03h. Kr4ng mU p45ti UtDh p0eNa ceUe l4eN eaAAa?
Artinya: ini orang gila atawa saraph.
7. Status yang menyingkat setiap kata.
Contoh: Brgkt klh tp gk mnd pg th sstw bgt.
Artinya: Irit dan menjurus pelit. menyukai sesuatu yang praktis, dan terkadang menggampangkan sesuatu. Terburu-buru dan selalu ingin cepat selesai dalam mengerjakan sesuatu. Suka menyingkat apa saja, bahkan nama di ijasahnya juga disingkat biar irit tinta. Perlu dicek keyboard komputer atau hapenya ada huruf a, i, u, e dan o atau tidak.
8. Status yang seluruh katanya tidak disingkat.
Contoh: Berangkat kuliah tapi nggak mandi pagi itu sesuatu banget.
Artinya: Orang ini selalu disiplin dan taat aturan. Hidupnya teratur dan cenderung santai. Tapi terlalu statis dan tidak dinamis. Obsesinya jadi guru Bahasa Indonesia tapi nggak kesampaian. Alhamdulillah dia nggak terindikasi alay.
9. Status yang ada titik-titik di tengah atau belakangnya.
Contoh: Semangat buat pagi ini…..UAS hari terakhir…..tapi belum belajar, huhu….
Artinya: Cenderung peragu. Hobi membuat orang penasaran dan bertanya-tanya. Dulunya mungkin pembuat soal buat anak SD, sehingga tiap akhir kalimat pasti diisi titik-titik. Kemungkinan lain, pas ngetik tombol ‘titik’nya kepencet jempol kakinya.
10. Status dengan banyak sekali karakter alias panjang.
Contoh: (Nggak usah dicontohin udah tau kayanya ya, capek ngetiknya, pokoknya panjang deh)
Artinya: Suka bertele-tele. Cerewet dan nggak fokus sama apa yang ingin disampaikan. Kebanyakan baca novel. Cita-citanya mungkin jadi penulis skenario. Tapi dia adalah orang yang sabar, sistematis dan banyak ide-ide nggak penting. Apapun yang melekat di tubuhnya serba panjang, makanya dia nggap perlu pergi ke Mak Erot #Uups. Tangannya mungkin punya lebih dari sepuluh jari. Sebelas jari barangkali.
11. Status dengan sedikit karakter a.k.a pendek, bahkan hanya satu kata.
Contoh: Sepi
Gila
Enaaak
Artinya: Kurang kreatif dan sering kehabisan ide. Agak introvert dan cenderung pemalu. Susah mengungkapkan perasaan. Yang positif, mereka fokus dan to the point. Sayangnya mungkin mereka baru belajar ngetik. Dan amat besar kemungkinannya mereka nggak lulus UAN Bahasa Indonesia.
12. Status yang suka menggunakan emoticon.
Contoh: Dimana kamu ? nomor ga aktiv :’(
Artinya: Tipe seperti ini cenderung perasa, emosional, dan gampang berubah moodnya. Menyukai seni walaupun nggak jago-jago amat. Amat sangat kreatif, kalau tidak copy paste.
Tulisan ini hanya just for fun belaka.
Pesan Moral: Tulislah status anda apa adanya, tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek, gunakanlah singkatan atau bahasa yang dimengerti orang lain dan lazim digunakan. Biasakanlah menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.




