<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Linguafranca</title>
	<atom:link href="http://linguafranca.info/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://linguafranca.info</link>
	<description>Website Ika Farihah Hentihu</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 May 2013 02:20:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Thailand Taste</title>
		<link>http://linguafranca.info/2013/05/01/thailand-taste/</link>
		<comments>http://linguafranca.info/2013/05/01/thailand-taste/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 May 2013 02:20:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>linguafranca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Info Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[AFC]]></category>
		<category><![CDATA[basil]]></category>
		<category><![CDATA[kemangi]]></category>
		<category><![CDATA[thailand]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://linguafranca.info/?p=1176</guid>
		<description><![CDATA[Banyak produk-produk agraria berasal dari Thailand. Seolah hanya Thailand yang memiliki dan mengaku bahwa itu adalah hasil asli dari Thailand. Seperti contoh : papaya, beras dll. Kalau dirunut dari sejarah, negeri ini sudah sangat kawak kalau hanya bicara tentang hasi bumi. Negeri ini sudah sangat mampu menghasilkan produk-produk sawah dan hutan. Hingga kemudian apabila ada [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak produk-produk agraria berasal dari Thailand. Seolah hanya Thailand yang memiliki dan mengaku bahwa itu adalah hasil asli dari Thailand. Seperti contoh : papaya, beras dll. Kalau dirunut dari sejarah, negeri ini sudah sangat kawak kalau hanya bicara tentang hasi bumi. Negeri ini sudah sangat mampu menghasilkan produk-produk sawah dan hutan. Hingga kemudian apabila ada istilah papaya Thailand, apa disini dulu belum ada pepaya? Mungkin anda masih ingat sebuah janji fenomenal seorang patih Gajah Mada, Sumpah Palapa. Palapa adalah kelapa. Dan hampir semua masakan di Indonesia mempergunakan santan kelapa sebagai bahan dasarnya. Belum lagi yang mempergunakan kelapa parut untuk kue-kue tertentu. Dan juga kelapa muda yang begitu segar yang disukai oleh semua orang mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Bahkan air kelapanya dipercaya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Kebiasaan-kebiasaan ini ada sejak jaman Majapahit Berjaya, sejak patih Gajah Mada masih bujang. Lalu bagaimana mungkin Indonesia kemudian memiliki krisis nama berbagai produk yang diklaim menjadi produk khas Negara Thailand misalnya.</p>
<p>Mungkin anda tau, kemangi yang di Malaysia disebut sebagai rumput liar Thailand. Padahal kalau boleh saya katakan, kemangi sangat tidak liar. Kemangi memang kadang tumbuh liar karena biji-bijinya yang mudah kering dan ringan diterbangkan angin. Biji ini yang disebut selasih dalam bahasa Malaysia. Entah mana yang memberi nama duluan, tapi nampaknya di Indonesia pun begitu dinamakan, selasih. Namun kemangi disini, sama sekali bukan rumput liar. Di berbagai kegiatan kuliner di restaurant Barat, mereka pun menyebutnya rumput liar Thailand atau Thailand Basil. Hingga akhirnya kemudian sayapun terpengaruh, mempercayainya sebagai serumpun tanaman yang berasal dari Thailand. Hal ini karena saya belum bisa mengetahui benarkah basil itu kemangi. Dari bentuknya sebenarnya saya lihat tidak begitu mirip. Basil lebih tebal dan kaku, sedang kemangi tipis dan lemas. Saat para koki barat mengatakan bayam pun, saya melihat perbedaan. Apakah ini bayam atau bukan. Sehingga mungkin saya perlu melihat sendiri dan menggigit bagaimana sebenarnya basil Thailand itu.</p>
<p>Kuliner Malaysia dan Singapura yang mempergunakan beras sebagai bahan utamanya, juga mengklaim beras Thailand sebagai beras yang bagus untuk dikonsumsi. Meskipun kemudian ada beras basmati India yang dipergunakan khusus untuk masakan India dengan bahan beras seperti nasi kuning. Beras Thailand yang sering disebut-sebut dalam berbagai hidangan khas Singapura dan Malaysia ini dipergunakan pada masakan bertajuk nasi lemak, nasi goring dll. Mereka mengatakan beras Thailand sangat bagus untuk jenis masakan ini. Sebenarnya kalau ditilik, saya melihat beras-beras tersebut ada di Indonesia. Beras dengan bentuk kecil panjang, bulat, sedang panjangnya dan tanggung besarnya, pipih, beras merah, hitam dan ketan dll, jangan heran semua itu ada di Indonesia tanpa terkecuali. Saya belum paham kemudian kuliner dua Negara ini lebih mengidolakan beras Thailand yang semua itu ada di Indonesia. Bisa jadi karena mungkin mereka mengimpor beras itu hanya dari Thailand, dan tidak berusaha untuk mencari yang pada Negara agraria yang lebih besar seperti Indonesia. Pada suatu ketika seorang chef dengan bangga mengatakan bahwa beras ini ditanam di gunung di Thailand. Hal ini jadi pertanyaan bagi saya, memang kalau ditanam di sawah di dataran beda dengan di gunung? Bukannya varitas gabah yang akan membedakan beras tersebut?</p>
<p>Namun demikian di Thailand juga sama dengan di Indonesia, mereka benar-benar memanfaatkan ke semua jenis beras itu di semua masakan khas Thailand. Seperti misalnya tape. Tape Thailand sama dengan tape Indonesia yaitu mempergunakan beras ketan yang difermentasikan dengan ragi tape. Mereka pun lalu mengkonsumsinya dengan jadah ketan putih apabila mereka membuat tape dari beras ketan hitam. Inipun sebetulnya mirip dengan sebuah penganan dari jawa yaitu jadah tape ketan hitam. Bentuknya mirip burger, yaitu jadah yang diiris kemudian di atasnya diberi tape ketan hitam kemudian ditutup lagi dengan irisan jadah yang lain.</p>
<p>Sup Tom Yam Kung yang sangat terkenal dari Thailand itu ada beberapa macam versi, salah satunya adalah sup ikan dengan kuah asam yang ditaburi dengan daun kemangi atau yang mereka sebut dengan rumput liar atau basil. Sebenarnya masakan ini juga banyak didapati di berbagai penjuru negeri Indonesia. Sup ikan yang dibubuhi kemangi itu bisa kita dapati di Sulawesi, Maluku, Papua dll. Artinya sup yang dimasak seperti Tom Yam Kung ini adalah masakan asli Indonesia dengan bahan dasar ikan dan daun kemangi. Sup yang segar dan lumayan lezat ini adalah hidangan pendamping sagu papeda bagi saudara-saudara kita di Maluku.</p>
<p>Lalu kemudian akan kemana arah kuliner Malaysia dan Singapura? Bagaimanapun tidak bisa dipungkiri bahwa kuliner Thailand sangat mendominasi kuliner di dua Negara ini. Meskipun juga hidangan melayu dan china teochew juga sangat mewarnai masakan-masakan Melayu Singapura dan Malaysia. Mungkin anda tidak tau bahwa kangkung yang digemari masyarakat Singapura itu diekspor dari Batam. Singapura jelas sudah tidak banyak memiliki lahan tanam, hingga kangkungpun harus diimpor dari Batam Indonesia. Orang Singapura suka kangkung dan mengolahnya menjadi tumis kangkung, sama persis seperti di Indonesia. Namun masih terlihat jelas bagaimana orang Singapura mengolah hidangan tumis kangkung yang asli yaitu masih mempergunakan bumbu terasi dan laos, disamping bawang dan cabe. Disamping itu penggunaan udang yang dicampurkan di dalam tumis kangkung yang membuat tumisan ini menjadi lebih lezat. Di Indonesia mungkin sudah mengalami perubahan yang berarti, hal ini disebabkan karena harga udang yang cukup mahal mengakibatkan tumis kangkung bagi masyarakat Indonesia adalah cukup dengan bawang dan cabe saja. Itu sudah cukup. Udang biasanya disendirikan sebagai lauk hewani. Misal dengan digoreng tepung atau dimasak mentega.</p>
<p>Salam kuliner.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://linguafranca.info/2013/05/01/thailand-taste/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cucu Cantik Margareth Tatcher</title>
		<link>http://linguafranca.info/2013/05/01/cucu-cantik-margareth-tatcher/</link>
		<comments>http://linguafranca.info/2013/05/01/cucu-cantik-margareth-tatcher/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 May 2013 02:13:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>linguafranca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[margareth tatcher]]></category>
		<category><![CDATA[st. paul church]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://linguafranca.info/?p=1171</guid>
		<description><![CDATA[Cucu Margaret Tatcher begitu cantik, bicaranya tegas dan mantap meski dalam acara Mourning of Tatcher, penghormatan terakhir untuk mantan perdana menteri Inggris itu. Pidato yang dia baca hampir mirip seperti baca deklamasi. Meski orang tak memahami bahasa Inggris pun akan menyukai cara dia membaca dengan sangat syahdu. Wajahnya yang cukup cantik mengenakan busana duka hitam [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Cucu Margaret Tatcher begitu cantik, bicaranya tegas dan mantap meski dalam acara Mourning of Tatcher, penghormatan terakhir untuk mantan perdana menteri Inggris itu. Pidato yang dia baca hampir mirip seperti baca deklamasi. Meski orang tak memahami bahasa Inggris pun akan menyukai cara dia membaca dengan sangat syahdu. Wajahnya yang cukup cantik mengenakan busana duka hitam dan memakai topi sedang berwarna hitam pula. Kehadirannya di Gereja St. Paul tempat dimana Kate dan Andrew menikah menjadikan warna tersendiri di acara Mourning Tatcher tersebut. Sedianya wasiat mantan perdana menteri Inggris yang seorang sosialita ini memang ingin dimakamkan dengan menggunakan adat milter setempat, khas Inggris. Sebuah negeri yang sudah ratusan tahun berpengalaman di bidang militer ini.</p>
<p>Gereja St. Paul memang beda, situasinya sangat khas. Dan gereja inilah yang dipergunakan kegiatan kerajaan dalam bentuk apapun. Namun sebenarnya ada gereja yang lebih besar dari St. Paul. Hanya Kate dan Andrew memutuskan menghelat adat pernikahan mereka disana. Begitupun dengan Charles dan Lady Diana. Apa yang membuat gereja ini jadi sangat exlusive.. Saya pribadi hanya bisa menyaksikan di TV betapa sangat megah dan agung sebuah gereja yang dibangun seabad lalu.</p>
<p>Saat ratu hadir di gereja ini, dari sejak di pelataran beliau sudah disambut oleh para pendeta. Satu pendeta yang berdiri di pelataran yang membawa tongkat kayu mirip pedhel wisuda, pendata ini menyerahkan kepada Ratu dan mengambilnya kembali. Lalu berjalanlah sang Ratu menuju ke dalam dan disambut oleh puluhan pendeta berbusana formal. Satu-satu sang ratu memberikan salam kepada mereka diiringi dengan suaminya di belakang, raja Phillip. Setelah menyalami mereka dan berbincang-bincang sebentar ratu melanjutkan jalan menuju altar namun masih di dekat sekumpulan pendeta itu berdiri dua orang remaja putra dan putri membawa dua bantal beirisi benda-benda kecil yang akan mereka bawa juga ke depan altar. Dialah cucu perdana menteri Tatcher. Dan keduanyapun mengikuti jalan ratu dan raja Philip diiringi dengan sekelompok anak-anak usia belasan juga memakai baju pendeta. Mereka adalah kelompok paduan suara yang nantinya akan mengiringi segenap mata acara dalam prosesi pemakaman Maragaret Tatcher.</p>
<p>Ada beberapa keunikan yang saya lihat saat keranda perdana menteri wanita ini diantar dari kediaman menuju gereja. Semua orang berdiri di pinggir jalan, siap dengan berbagai macam kamera dan alat-alat elektronik gadget. Kuda-kuda yang cukup besar dan tinggi hitam kemilau dikendalikan oleh puluhan polisi, sedang kerandapun ditarik oleh beberapa ekor kuda yang dikendalikan oleh polisi-polisi militer juga. Meski ada pula para perwira-perwira dan kadet yang berjalan beriringan di depan kelompok berkuda ini. Mereka berjalan pelan namun tetap tegap yang sedianya akan membawa keranda ke depan altar gereja. Para perwira yan masih cukup muda ini berasal dari semua angkatan militer, darat laut dan udara. Terlihat dari seragam yang mereka pakai berbeda-beda, ada yang memakai seragam khas pelaut popeye, seragam matros. Saat kereta kerandamelewati rakyat Inggris yang akan memberikan penghormatan terakhir kepada perdana meneteri mereka, yang terjadi adalah mereka bertepuk tangan riuh dan tersenyum. Ini hal yang sangat kontras pada acara bertajuk MOURNING. Tapi mungkin hal ini memang sudah membudaya, seorang yang sangat dikagumi dan disegani sebagai pemimpin wanita, kemudian dilakukan proses pemakaman yang cukup panjang yaitu seminggu, hal ini menjadikan rakyat Inggris begitu tersentuh. Tersentuh mereka direspon dengan senyum dan tepuk tangan yang riuh.</p>
<p>Kontras!</p>
<p>Sesampainya di depan geraja yang berundak-undak tinggi dan cukup panjang tersebut, dengan hati-hati para perwira ini mengambil keranda dan memindahnya ke bahu mereka masing-masing. Dan berjalanlah ke 8 perwira, 6 dibawah keranda dan 2 di depan dan belakang. Satu di depan yang memimpin jalan dan satu di belakang yang menahan keranda agar supaya tidak melorot jatuh ke bawah saat menaiki undak-undakan. Saat bendera Inggris yang menutupi keranda ini agak compang camping, satu perwira di depan inilah yang membetulkan posisi bendera yang menutupi seluruh keranda. Lalu diletakkanlah keranda tersebut pada tempat yang telah disediakan di tengah-tengah altar, yang sudah dikelilingi oleh puluhan lilin berpenopang tinggi.</p>
<p>Altar ini bukan ujung gereja, ternyata letaknya di tengah. Dan bagian belakang masih ada lorong panjang. Disanalah tempat para penyanyi paduan suara duduk. Sehingga bagian tengah ini seolah mirip alun-alun, mengitari ruangan berbentuk bola. Tetap di tengah, dimana keranda diletakkan, disitu pula terdapat podium dimana sang cucu, si cantik ini akan membaca sambutannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://linguafranca.info/2013/05/01/cucu-cantik-margareth-tatcher/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Belanja Murah Baju Anak Branded di Toko Online</title>
		<link>http://linguafranca.info/2013/04/20/tips-belanja-murah-baju-anak-branded-di-toko-online/</link>
		<comments>http://linguafranca.info/2013/04/20/tips-belanja-murah-baju-anak-branded-di-toko-online/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Apr 2013 13:42:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>linguafranca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://linguafranca.info/?p=1166</guid>
		<description><![CDATA[Berbelanja online sekarang ini telah menjadi trend tersendiri dalam masyarakat urban. Alasan kesibukan untuk keluar berbelanja barang keperluan dan menghabiskan waktu untuk memilih-milih mana yang cocok membuat sebagian besar masyarakat sekarang lebih memilih berbelanja online. Selain karena kesibukan yang padat, mewabahnya internet saat ini membuat belanja online telah menjadi gaya hidup yang diminati kaun urban. [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://linguafranca.info/wp-content/uploads/2013/04/baju-anak-branded.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1167" alt="baju-anak-branded" src="http://linguafranca.info/wp-content/uploads/2013/04/baju-anak-branded-300x262.jpg" width="300" height="262" /></a>Berbelanja online sekarang ini telah menjadi trend tersendiri dalam masyarakat urban. Alasan kesibukan untuk keluar berbelanja barang keperluan dan menghabiskan waktu untuk memilih-milih mana yang cocok membuat sebagian besar masyarakat sekarang lebih memilih <a href="http://www.orangbiasaji.com/2013/04/tips-aman-belanja-baju-anak-lewat-toko.html"><strong>berbelanja online</strong></a>. Selain karena kesibukan yang padat, mewabahnya internet saat ini membuat belanja online telah menjadi gaya hidup yang diminati kaun urban.</p>
<p>Produk-produk yang ditawarkan di internet tidak kalah beragamnya dari yang ada dipasar. Bisa dikatakan, semua ada di internet. Anda juga bisa mendapatkan barang-barang yang ada di negara-negara asing yang barangnya tidak dijual di dalam negeri namun memikat sekaligus berkualitas.  Barang-barang yang tidak mungkin ada di mall-mall atau pasar-pasar sekitar anda, bisa anda dapatkan lewat internet dengan mudah dan cepat.</p>
<p>Internet memang memukau. Di berbagai media sosial, kita akan menemukan banyak iklan toko online yang yang menawarkan berbagai produk. Mulai dari baju, tas, sepatu dan aksesori wanita dewasa hingga anak-anak. Wah, belanja baju <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Anak"><strong>anak-anak</strong></a> di internet juga telah menjadi trend dikalangan ibu-ibu. Ragam produk yang ditawarkan membuat acara belanja menjadi tidak membosankan. Apalagi terkadang ada spesifikasi tentang baju yang dijual sehingga kita dapat membayangkannya tanpa harus menyentuh atau mencoba langsung. Praktis sekali.</p>
<p>Jika anda ingin memanfaatkan internet untuk memilihkan baju anak anda, pertimbangkan untuk membeli baju-baju branded. <a href="http://belanjagrosir.com/"><strong>Baju brended anak relatif murah</strong></a> jika dibeli secara online. Anda juga dapat menemukan brand-brand ternama dari luar dan bisa langsung membelinya dengan harga yang murah dibanding jika anda membeli ditoko atau butik dikota anda.</p>
<p>Banyak toko online yang menyediakan brand-brand baju anak yang terkenal dengan harga yang relatif lebih murah. Disinilah keunggulan internet, anda dapat membandingkan harga dari toko online satu dengan lainnya dalam waktu yang relatif singkat. beli baju branded anak murah juga jangan asal murah. anda harus memastikan toko online tempat anda akan membeli terpercaya. Terpercaya disini berarti apakan mereka benar-benar menjual <strong><a href="http://belanjagrosir.com/">baju anak branded murah</a></strong> atau hanya tiruannya saja. Pastikan anda mengecek toko online yang ingin anda percayai untuk menangani pesanan anda.  Anda dapat memulai dari testimoni para pelanggan toko online tersebut supaya anda dapat menilai toko ini terpercaya atau tidak. Profesionalisme sebuah toko online juga penting ketika anda memutuskan untuk membeli baju branded anak murah supaya anda tidak mendapatkan masalah nantinya.</p>
<p>Nah, itu tadi tips ketika anda ingin membeli baju anak branded murah secara online. Jika anda bukan hanya sekedar membeli untuk anak anda, tapi juga untuk membangun toko online nda sendiri, anda dapat mencari toko online yang menyediakan baju anak grosir. Selamat berbelanja.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://linguafranca.info/2013/04/20/tips-belanja-murah-baju-anak-branded-di-toko-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inspirasi Korea</title>
		<link>http://linguafranca.info/2013/04/20/inspirasi-korea/</link>
		<comments>http://linguafranca.info/2013/04/20/inspirasi-korea/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Apr 2013 02:46:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>linguafranca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Art Appreciation]]></category>
		<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[drama korea]]></category>
		<category><![CDATA[korea selatan]]></category>
		<category><![CDATA[korsel]]></category>
		<category><![CDATA[my daughter the flower]]></category>
		<category><![CDATA[south korea]]></category>
		<category><![CDATA[to the beautiful you]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://linguafranca.info/?p=1163</guid>
		<description><![CDATA[Banyak teman bercerita summary kisah-kisah dalam drama Korea. Entah mengapa drama Korea beberapa tahun belakangan ini menjadi hits dan digemari oleh orang Indonesia. Namun kemudian baru saya sadar setelah menonton beberapa judul drama Korea di TV. Saya kira memang banyak kesamaan yang bisa kita lihat di dalam sinetron luar negeri ini. Kehidupan remaja di Korea [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak teman bercerita summary kisah-kisah dalam drama Korea. Entah mengapa drama Korea beberapa tahun belakangan ini menjadi hits dan digemari oleh orang Indonesia. Namun kemudian baru saya sadar setelah menonton beberapa judul drama Korea di TV. Saya kira memang banyak kesamaan yang bisa kita lihat di dalam sinetron luar negeri ini. Kehidupan remaja di Korea Selatan sepertinya hamper sama dengan kehidupan remaja umumnya di Indonesia. Mungkin ada beberapa gelintir saja yang berbuat di luar kebiasaan umumnya. Namun secara garis besar banyak didapat kesamaan kebiasaan antara remaja Korea dan Indonesia. Hal ini menyebabkan penonton Indonesia merasa melihat refleksi atau cermin kehidupan.</p>
<p>Ada beberapa judul yang telah saya saksikan baik melalui VCD, TV maupun Indovision. Beberapa drama ini selalu berakhir bahagia. Namun juga tak jarang berakhir tragis. Ada dua genre kalau boleh saya bedakan diantaranya, yaitu drama modern dan drama sejarah. Daram modern memiliki setting abad ini dan tahun-tahun terakhir. Namun drama sejarah kebanyakan bersetting abad ke 18 kebawah dan lebih banyak memasukkan unsur-unsur sejarah dan budaya. Kesimpulan-kesimpulan sementara boleh diambil karena kehidupan remaja Korea selatan tidak banyak saya ketahui, apakah mereka memiliki kemiripan dan kesamaan dengan kita di Indonesia atau tidak.</p>
<p>Sepertinya kehidupan remaja Korea Selatan santun dan banyak membatasi diri. Norma agama dan sosial masih dijunjung tinggi. Sebagai contoh mereka akan selalu berat melakukan adegan ciuman dan bahkan hanya dengan berpegangan tangan. Kemudian belum pernah juga saya melihat adegan-adegan di ranjang ataupun yang menuju ke atas ranjang. Kalau boleh dikatakan, justru sinetron-sinetron di Indonesia lebih mengarah kesana.</p>
<p>Ada sebuah drama berjudul TO THE BEAUTIFUL YOU, sebuah drama diilhami dari legenda SAMPEK ENG TAY. Yaitu seorang wanita yang ingin melanjutkan studi namun terhalang boleh tradisi bahwa wanita tidak boleh bersekolah lebih tinggi. Hingga kemudian si gadis bernama Eng Tay ini menyamar dan menyelundupkan diri ke dalam sekolah yang dikuasai oleh kaum pria. Dan drama Korea TO THE BEAUTIFUL YOU tersebut juga memakai tema ini. Hanya saja motivasi si gadis bukan karena studi namun karena ingin memberikan motivasi kepada atlit pujaanya, seorang atlit lompat tinggi. Walhasil romantika kehidupan seorang remaja wanita di dalam sebuah sekolah pria menjadi rumit dan menjadi tema besar dalam drama lucu ini. Drama ini berakhir dengan diketahuinya si lembek (panggilannya), ternyata adalah seorang perempuan. Hal ini mengakibatkan dia tidak bisa menyaksikan atlit idolanya berlaga di kompetisi nasional. Namun kemudian bisa saya simpulkan, bahwa benar-benar remaja Korea tidak begitu banyak berpikir negatif untuk beradegan porno. Hal ini karena adat dan budaya yang ratusan tahun berkembang disana.</p>
<p>Lain halnya dengan drama berjudul MY DAUGHTER THE FLOWER. Kisah ini didasari oleh perbedaan miskin dan kaya, yang begitu banyak mendominasi drama-drama Korea. Seorang gadis yang sederhana kemudian yang tiba-tiba bertemu dengan seorang pria tampan dan kaya. Dan kemudian diisi dengan konflik-konflik keluarga. Gadis dan pria ini menjalin hubungan cinta yang cukup rumit karena diketahui bahwa ayah bunda mereka ternyata adalah suami istri. Namun kemudian hubungan percintaan yang sulit ini tidak membuat mereka menjadi surut. Mereka tetap melanjutkan hubungan dengan berbagai macam masalah yang muncul. Di awal-awal saya masih melihat batasan-batasan norma agama, sosial dan budaya sebagai warga Korea Selatan yang patuh dan menjunjung tinggi adat. Tidak banyak saya melihat adegan-adegan khusus bahkan yang mengarah ke ranjang. Saya simpulkan sementara bahwa remaja Korea Selatan memang sama, bahkan dari puluhan drama yang telah saya saksikan.</p>
<p>Namun kemudian cerita berubah. Si gadis ini lalu hamil..</p>
<p>Sungguh perasaan saya jadi ILL FEEL!!</p>
<p>Saking marahnya pada diri sendiri karena menganggap bahwa drama Korea adalah cermin dari masyarakat Korea, saya jadi berekspresi suntuk. Judul drama ini dengan perasaan marah saya ganti menjadi &#8216;THE FLOWER HAS DAUGHTER&#8221;. Meskipun dia melahirkan anak laki-laki. Saya sadar ini hanya drama, semua sudah diatur oleh sutradara. Bagaimana sebenarnya kehidupan remaja Korea Selatan itu sebenarnya, wallahu alam.</p>
<p>Pada dialog ini</p>
<p>Gadis : Ibu, maaf ibu, saya sebenarnya sudah hamil 2 bulang</p>
<p>Ibu : Apah? Hamil?</p>
<p>Ini dialog yang menurutku menyeramkan, saya memprediksikan dialog selanjutanya adalalah kemarahan sang ibu kepada anak bahwa hamil di luar nikah itu adalah pelanggaran agama dan adat Korea Selatan. Toh sahabat si gadis juga diamarahi oleh orang tuanya bahwa hamil di luar nikah itu adalah salah, yang benar adalah nikah dahulu kemudian baru hamil. Hal itu betul-betul saya benarkan. Artinya wanita ibunda dari sahabat si gadis ini menunjukkan kepada audience bahwa di Korea Selatan wanita dan pria itu haru menjalankan nikah terlebih dahulu baru kemudian hamil dan melahirkan. Saya anggap norma ini sudah dipercayai oleh masyarakat Korea Selatan seperti itu.</p>
<p>Namun dengan adanya dialog ini, saya benar-benar menjadi ILL FEEL lagi.</p>
<p>Gadis : Maafkan saya bu</p>
<p>Ibu : Seharusnya kamu bilang pada ibu kalau kamu hamil, kamu tidak bisa rasakan itu sendiri.</p>
<p>Kenapa sang ibu kemudian mengatakan hal itu, dan bukannya memarahi putrinya bahwa ini adalah perbuatan asusila dan tidak dibenarkan oleh adat dan budaya Korea Selatan.</p>
<p>Saya benar-benar tidak habis pikir.</p>
<p>Namun sekilas, dari puluhan judul yang saya saksikan, beradegan sama. Semua masih didasari akhlak dan budi luhur yang tinggi. Dan dibumbui dengan kehidupan dan zaman yang sangat berkembang di KORSEL.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aneyongseo</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://linguafranca.info/2013/04/20/inspirasi-korea/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cita Rasa Kartini</title>
		<link>http://linguafranca.info/2013/04/20/cita-rasa-kartini/</link>
		<comments>http://linguafranca.info/2013/04/20/cita-rasa-kartini/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Apr 2013 01:56:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>linguafranca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Art Appreciation]]></category>
		<category><![CDATA[Info Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Kartini]]></category>
		<category><![CDATA[lontarak]]></category>
		<category><![CDATA[RA. Kartini]]></category>
		<category><![CDATA[stup pisang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://linguafranca.info/?p=1161</guid>
		<description><![CDATA[Cita Rasa Kartini Banyak yang tidak tau diantara kita bahwa Ibu Kartini pernah mengarang sebuah buku. Yang kita tau ibu Kartini adalah menulis banyak surat yang telah dikompilasi oleh orang berkebangsaan Belanda, Abendanon. Buku yang telah beliau karang tersebut adalah sebuah buku sederhana yang dipergunakan sebagai materi bahan ajar di sekolah yang beliau bangun tepat [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Cita Rasa Kartini</p>
<p>Banyak yang tidak tau diantara kita bahwa Ibu Kartini pernah mengarang sebuah buku. Yang kita tau ibu Kartini adalah menulis banyak surat yang telah dikompilasi oleh orang berkebangsaan Belanda, Abendanon. Buku yang telah beliau karang tersebut adalah sebuah buku sederhana yang dipergunakan sebagai materi bahan ajar di sekolah yang beliau bangun tepat di belakang kediaman R.A. Kartini, di belakang keraton tersebut.</p>
<p>Surat-surat R.A Kartini yang dikompilasi dengan tajuk Habis Gelap Terbitlah Terang begitu sangat membahana hingga sekarang. Perjuangan seorang wanita bangsawan yang dikungkung dalam tembok penghapus peradaban. Motivasi didalam dirinya yang sangat kuat tersebut tak pupus menghentikannya untuk terus belajar. Rasa iri terhadap kakaknya R. Sosrokartono yang lanjut studi di Italia membuat dirinya tersadar bahwa ilmu itu luas tanpa batas, tak memandang siapa pembelajarnya. Persepsi belajar itu bebas bagi siapapun yang menginginkannya tampak suram di masyarakat lingkungan keraton.</p>
<p>Namun itulah Kartini, semangat belajar dan tetap menulis yang beliau miliki ternyata tidak bisa stagnant. Semangat itu mengalir dalam jutaan butir darah dalam dirinya. Ia ingin dan terus ingin belajar. Kakak yang dikasihinya tau betul semangat adiknya yang ingin terus lanjut ke jenjang yang lebih tinggi. Sehingga saat itu disaat kertas masih sangat langka, kakak Kartini mengirimkan berim-rim kertas untuk adik tersayangnya, untuk menulis. Baru ingat ibunda saya saat beliau mengenyam pendidikan SR atau setara SD saat itu, mungkin buku masih langka. Hingga kemudian sebuah buku yang habis ditulis dengan menggunakan pena tinta (saat itu belum ada ballpoint), kemudian buku yang telah habis ditulisi tersebut dicelup kedalam seember air. Tentu saja air itu kemudian menghitam. Semakin menghitam air di dalam ember, maka semakin bersih dan habis tinta yang menempel pada buku tersebut.</p>
<p>Dan hilanglah semua ilmu yang tertulis di buku itu. Menyedihkan!</p>
<p>Padahal peristiwa itu terjadi di sekitar tahun 50an. Buku masih langka apalagi kertas. Dan apa yang terjadi saat ibu Kartini masih gencar-gencarnya belajar dan hoby menulis surat. Sungguh tak bisa saya bayangkan.</p>
<p>Namun pada abad ke 16 di Sulawesi orang sudah mempergunakan teknologi kertas alam yang sangat dikenal hingga saat ini, LONTARAK. Huruf yang dipergunakan juga bernama Lontarak. Hingga kemudian puluhan ribu lembar lontarak telah ditulis dimana satu diantaranya menggambarkan kisah yang melegenda I LA GALIGO.</p>
<p>Itulah teknologi kertas saat itu, kertas yang kemudian menjadi inspirasi dan motivasi kuat ibu Kartini untuk menulis. Dan buku itu, banyak yang belum tau bahwa ibunda Kartini telah menulisnya. Buku itu adalah buku resep sebagai materi mengajar di sekolah yang telah beliau bangun bersama Ibu Kardinah. Sebagai seorang wanita, ibunda Kartini ternyata hobby memasak. Perkenalannya dengan warga Belanda saat masih berada di Jepara dilanjutkan dengan korespondensi dengan mereka memberikan nuansa penting dalam menekuni hobi memasaknya. Oleh karena itu banyak resep-resep Kartini dipengaruhi oleh resep-resep dari negeri Belanda.</p>
<p>Negeri Belanda memang dipengaruhi oleh cuaca yang cukup dingin. Oleh karena itu makanan-makanannya seringkali dibumbuin dengan bahan-bahan penghangat seperti kayu manis, jahe, cengkeh, pala, dan merica. Salah satu resep masakan yang telah ditulis oleh beliau adalah setup pisang. Setup ini menggunakan bahan pisang, gula dan kayu manis. Karena bahan ini bisa menghangatkan tubuh maka resep setup ini begitu digemari di negeri Belanda. Ini adalah salah satu resep yang ditulis oleh beliau di bukunya disamping resep-resep yang lain. Kue yang sangat disukai oleh bunda Kartini adalah kue Soes dan penganan kecil yang kita kenal dengan Perkedel yang di dalam bahasa Belanda disebut dengan Vrikadel. Selain itu pula ada juga panekoek tabur gula kayu manis yang juga sama, bersifat menghangatkan tubuh. Panekoek mempergunakan bahan tepung terigu, tepung yang sangat terkenal dari negeri Belanda karena tepung ini diolah dibawah kincir angin.</p>
<p>Ibunda Kartini adalah wanita yang tidak hanya menginspirasi kehidupan sosialita di saat ini, namun juga kecerdasannya begitu mengilhami saya khususnya untuk tetap maju dan berkembang. Masalah yang menyelimuti beliau sebagai putri bangsawan tidak menyurutkan beliau untuk tetap belajar dan maju, dan hal ini sangat mempengaruhi saya pribadi. Masalah pasti ada, namun jangan masalah membuat saya berhenti untuk maju dan berpikir. Kalau toh orang tidak bisa menerima hasil karyamu disini, di tempat lain kehidupan masih sangat luas dan bisa menampung segala keinginan dan kemauan. Insya Allah bunda Kartini, saya akan teruskan perjuanganmu.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://linguafranca.info/2013/04/20/cita-rasa-kartini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Malayan Glossary (culinair)</title>
		<link>http://linguafranca.info/2013/03/26/malayan-glossary-culinair/</link>
		<comments>http://linguafranca.info/2013/03/26/malayan-glossary-culinair/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Mar 2013 04:00:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>linguafranca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[AFC]]></category>
		<category><![CDATA[borrowing words]]></category>
		<category><![CDATA[filipina language]]></category>
		<category><![CDATA[loan words]]></category>
		<category><![CDATA[malayan]]></category>
		<category><![CDATA[melayu]]></category>
		<category><![CDATA[thailand]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://linguafranca.info/?p=1145</guid>
		<description><![CDATA[Malayan Glossary (Culinair) or Malayan Food Language A temporary Glossary Indonesian Malaysia / Singapore The Phillippines Thailand Panada &#160; Panada &#160; Lumpia Lumpia Lumpia &#160; Itik &#160; Itik &#160; Bung/Rebung &#160; Bong &#160; Mi Mi/Min Mee &#160; Belacan Belacan &#160; &#160; Pulut Pulut Pulut Pulut Tape Tapai Tapai &#160; Sate Satay Satay &#160; Jahe/Halia Halia [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Malayan Glossary (Culinair) or Malayan Food Language</p>
<p style="text-align: center;">A temporary Glossary</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="160">Indonesian</td>
<td valign="top" width="160">Malaysia / Singapore</td>
<td valign="top" width="160">The Phillippines</td>
<td valign="top" width="160">Thailand</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="160">Panada</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
<td valign="top" width="160">Panada</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="160">Lumpia</td>
<td valign="top" width="160">Lumpia</td>
<td valign="top" width="160">Lumpia</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="160">Itik</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
<td valign="top" width="160">Itik</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="160">Bung/Rebung</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
<td valign="top" width="160">Bong</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="160">Mi</td>
<td valign="top" width="160">Mi/Min</td>
<td valign="top" width="160">Mee</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="160">Belacan</td>
<td valign="top" width="160">Belacan</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="160">Pulut</td>
<td valign="top" width="160">Pulut</td>
<td valign="top" width="160">Pulut</td>
<td valign="top" width="160">Pulut</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="160">Tape</td>
<td valign="top" width="160">Tapai</td>
<td valign="top" width="160">Tapai</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="160">Sate</td>
<td valign="top" width="160">Satay</td>
<td valign="top" width="160">Satay</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="160">Jahe/Halia</td>
<td valign="top" width="160">Halia</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="160">Kapulaga</td>
<td valign="top" width="160">Pelaga</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="160">Cerme</td>
<td valign="top" width="160">Ceremai</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="160">Nasi gurih/uduk</td>
<td valign="top" width="160">Nasi Lemak</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="160">Otak-otak</td>
<td valign="top" width="160">Otak-otak</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="160">Nasi</td>
<td valign="top" width="160">Nasi</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="160">Dagang</td>
<td valign="top" width="160">Dagang (Nasi Dagang)</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="160">Nasi Kuning</td>
<td valign="top" width="160">Nasi Kuning</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="160">Kelapa</td>
<td valign="top" width="160">Kelapa</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="160">Pandan</td>
<td valign="top" width="160">Pandan</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="160">Makan</td>
<td valign="top" width="160">Makan</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="160">Ketupat</td>
<td valign="top" width="160">Ketupat</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="160">Ayam</td>
<td valign="top" width="160">Ayam</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="160">Kue</td>
<td valign="top" width="160">Kueh</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="160">Dadar</td>
<td valign="top" width="160">Dada</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="160">Ongol-ongol</td>
<td valign="top" width="160">Ongo-ongo</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="160">Babengka</td>
<td valign="top" width="160">Babingka</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="160">Bawang</td>
<td valign="top" width="160">Bawang</td>
<td valign="top" width="160">Bawang</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="160">Kerawu/ Krawu</td>
<td valign="top" width="160">Kerabu / Salad</td>
<td valign="top" width="160">En Saladang</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="160">Pasar</td>
<td valign="top" width="160">Pasar</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</td>
<td valign="top" width="160">&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://linguafranca.info/2013/03/26/malayan-glossary-culinair/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AFC, Channel Kuliner Asia</title>
		<link>http://linguafranca.info/2013/03/24/afc-channel-kuliner-asia/</link>
		<comments>http://linguafranca.info/2013/03/24/afc-channel-kuliner-asia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Mar 2013 02:17:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>linguafranca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Info Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[AFC]]></category>
		<category><![CDATA[ana olson]]></category>
		<category><![CDATA[asia food channel]]></category>
		<category><![CDATA[belacan]]></category>
		<category><![CDATA[jason yeoh]]></category>
		<category><![CDATA[malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[melayu]]></category>
		<category><![CDATA[singapura]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://linguafranca.info/?p=1119</guid>
		<description><![CDATA[AFC adalah salah satu program televisi channel Indovision yang sering kami lihat tayang di televisi akhir-akhir ini. Hampir semua anggota keluarga di rumah menyukai siaran kuliner ini. Kenapa? Karena di channel ini semua program menyajikan kuliner Asia dalam bentuk proses masak yang menarik dan dengan chef yang cantik dan cakap. Hal ini pula yang menyebabkan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>AFC adalah salah satu program televisi channel Indovision yang sering kami lihat tayang di televisi akhir-akhir ini. Hampir semua anggota keluarga di rumah menyukai siaran kuliner ini. Kenapa? Karena di channel ini semua program menyajikan kuliner Asia dalam bentuk proses masak yang menarik dan dengan chef yang cantik dan cakap. Hal ini pula yang menyebabkan kami di rumah sangat menikmati semua acara yang disajikan di channel ini.</p>
<p>Yang menjadikan channel ini menarik adalah beberapa program disajikan dalam bahasa Melayu. Hal ini mengakibatkan kami bisa dengan jelas memahami bahasa yang masih serumpun ini. Selain itu bahan-bahan yang dipakai adalah bahan-bahan yang biasa kami temui di Indonesia. Artinya semua hampir semua bahan bahan masakan yang digunakan adalah sama. Kita bisa menemui dengan mudah bahan tersebut.</p>
<p>Salah satu chef favorit saya adalah Ana Olson, seorang chef pastry yang sangat berpengalaman. Ana sudah melanglang buana berbagi ilmunya tentang kue-kue. Sekali-sekali dia juga masak masakan untuk lunch, dinner dan sudah pasti kue-kue lezat. Ana seorang chef yang sangat teliti menurut saya. Tiap tindakan yang dia lakukan pasti dibarengi dengan penjelasan yang teoritis. Ilmunya benar-benar mapan  secara akademik. Ini yang membedakan cara dia memasak dengan French Food at home. Meskipun sama-sama berpengalaman, Ana lebih banyak menjelaskan teori daripada sekedar pengalaman memasaknya.</p>
<p>Yang banyak menyita perhatian saya adalah berbagai program dari AFC itu sendiri yaitu shooting-shooting yang dilaksanakan di Malaysia dan Singapura. Seperti kita ketahui di Malaysia dan Singapura, bahasa yang dominan diucapkan di kedua negara ini adalah Melayu, China (Kanton) dan Inggris. Itulah kemudian tiga bahasa ini saling mempengaruhi dan meminjamkan (borrowing and loan words). Disamping itu para penutur bahasa di dua negara tetangga ini juga seringkali menerapkan code switching dan mixing ketiga bahasa dominan itu. Apabila ada kesamaan bahasa di Indonesia berarti kata-kata tersebut adalah bahasa Melayu. Mungkin karena ratusan bahasa lokal yang mendominasi budaya dan bahasa di Indonesia menyebabkan bahasa Melayu ini hanya dipergunakan di sebagian propinsi saja, seperti misalnya di Sumatra.</p>
<p>Mereka yang berasal dari daratan China terutama di lokasi penting di daratan super luas ini yaitu Teochew. Rupanya dulu terjadi migrasi besar-besaran dari negeri ini menuju seluruh tempat di dunia. Terutama di semenanjung Melayu. Hingga kemudian bahasa Mandarin sangat mempengaruhi kehidupan berbahasa di dua negara ini. Salah satu presesnter favorit saya Jason Yeoh dengan fasih berbicara dalam tiga bahasa ini. Saat dia berada di Bali, Jason juga dengan santai ngobrol dengan seorang ibu dengan menggunakan bahasa Melayu yang jelas dan mudah dipahami.</p>
<p>Kebudayaan China Teochew sangat besar memberikan dampak dan kontribusi kepada kegiatan budaya sehari-hari di dua negara. Bahasa Inggris yang sebenarnya sudah mulai menipis di Malaysia sebenarnya masih dipakai aktif di beberapa lokasi tempat. Mungkin saat anda menonton program kuliner milik TV AFC, Makan Angin, anda akan mendapat gambaran yang mencengangkan tentang suku Bugis yang juga dominan berada di negeri Malaysia. Maka tak ayal presenter Makan Angin mengucapkan salam khas Bugis &#8216;Aga Kareba&#8217;. Dan saat itu hidangan yang disajikan oleh sebuah keluarga Bugis di Malaysia adalah juga hidangan khas dari daratan Sulawesi Selatan.</p>
<p>Para presenter dan host acara kuliner dari seluruh penjuru dunia yang programnya ditayangkan di AFC ini kebanyakan dari negeri-negeri berbahasa Inggris (English Speaking Country). Namun demikian hubungan antara presenter dengan station TV AFC benar-benar dijaga layaknya program tersebut adalah produksi dari AFC. Sebenarnya para host tersebut seperti hanya mengirimkan file atau DVD nya saja untuk ditayangkan. Namun demikian, sesekali ternyata mereka membuat clip-clip unik yang mempromosikan Channel Kuliner terkenal ini, AFC.</p>
<p>Ana Olson memang pernah diundang untuk demonstrasi masak di Singapura dan Indonesia. Naamun ada juga salah satu chef, host sebuah program kuliner, Nigella Bite, yang belum pernah menyentuh sisi-sisi promosi chanel TV AFC ini, sempat menyebutkan bahwa dia menyukai sambal-sambal di seluruh dunia. Salah satunya yang saya sempat kaget saat melihat adalah kesukaannya pada sebuah produk sambal dalam botol dengan nama produk &#8216;Sambal Oelek&#8217;. Ini benar-benar sambal khas Indonesia. Nigella menyebutkan bahwa salah satu bahan ingredients dalam sambal oelek ini adalah terasi. Benar-benar sangat mengIndonesia. Terasi memang sangat lezat dimix dengan cabe dan tomat. Tapi mungkin kita tidak tau bahwa terasi juga bisa ditemukan di semenanjung Melayu yang dalam bahasa Melayu disebut dengan belacan. Di sebagian daerah di Indonesia bagian Timur, terasi juga disebut belacan atau balacang. Bahasa Melayu memang juga mempengaruhi bahasa di masyarakat Indonesia Bagian Timur.</p>
<p>Di Singapura  juga bisa ditemukan tumis kangkung, seperti yang sering disajikan di beberapa program. Tumis kangkung ala Melayu ini bahkan masih asli mempergunakan terasi sebagai salah satu bumbunya dan udang sebagai bahan campurannya. Di Indonesia tumis kangkung sudah menjadi kegemaran masyarakat dari kalangan bawah sampai atas. Mungkin karena mahalnya bahan udang sehingga kebanyakan masakan tumis kangkung ini tidak disertai dengan udang sebagai campurannya, pun terasi.</p>
<p>Ada beberapa kata-kata yang memiliki persamaan dari beberapa rekaman-rekaman yang sudah saya dokumenkan, yaitu kata-kata  yang dipergunakan di dalam istilah-istilah kuliner di ketiga negara ini termasuk Indonesia sebagai salah satu pengguna bahasa Melayu.</p>
<p>Kata-kata tersebut akan saya postingkan setelah ini.</p>
<p>Terimakasih</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://linguafranca.info/2013/03/24/afc-channel-kuliner-asia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menilik Rutin</title>
		<link>http://linguafranca.info/2013/03/23/menilik-rutin/</link>
		<comments>http://linguafranca.info/2013/03/23/menilik-rutin/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Mar 2013 19:59:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>linguafranca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[ar rifaie]]></category>
		<category><![CDATA[hana]]></category>
		<category><![CDATA[ika farihah hentihu]]></category>
		<category><![CDATA[pipiet senja]]></category>
		<category><![CDATA[rahman manaba]]></category>
		<category><![CDATA[rihana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://linguafranca.info/?p=1138</guid>
		<description><![CDATA[Menilik Rutin Kunjungan dua mingguan sudah rutin kulakukan ke Ar Rifaie Gondang Legi, kunjungan ke putri sahabatku Rahman Manaba. Si kecil Hana berkacamata tebal yang masih duduk di kelas satu SMP di Ar Rifaie selalu menunggu-nunggu kedatanganku di tiap dua minggu sekali. Akupun tak tega kalau sampai nggak datang ke pesantren megah ini untuk menengok [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Menilik Rutin<br />
Kunjungan dua mingguan sudah rutin kulakukan ke Ar Rifaie Gondang Legi, kunjungan ke putri sahabatku Rahman Manaba. Si kecil Hana berkacamata tebal yang masih duduk di kelas satu SMP di Ar Rifaie selalu menunggu-nunggu kedatanganku di tiap dua minggu sekali. Akupun tak tega kalau sampai nggak datang ke pesantren megah ini untuk menengok putri temanku itu. Maklum orang tua Hana tinggal di Balikpapan Kaltim sehingga sulit untuk bisa menjenguk putri pertama mereka tiap dua minggu tersebut. Dan saya mencoba untuk itu. Alhasil ini selalu jadi perjalanan panjang ku ke Gondang Legi dengan motor MX ku. Hitung-hitung sambil jalan-jalan menghirup udara segar kabupaten Malang di sebelah selatan yang masih banyak ditanami tebu di sepanjang pinggir jalan raya.<br />
Si kecil Hana tak kusangka berbakat menulis. Sebulan lalu dia sempat bilang kalau sudah menulis di beberapa lembar dan beberapa buku selama ada waktu senggang di pesantren itu. Bakat menulisnya memang sudah tertempa sejak dia di Balikpapan dan itu menurun dari orangtuanya, Rahman Manaba yang juga penulis. Tak ragu-ragu Hanin panggilannya sempat menceritakan bahwa tulisannya sudah banyak. Tulisan-tulisan tentang remaja yang menjadi fokus tulisannya disaat umurnya yang masih belia. Hana banyak memiliki inspirasi yang entah kutau dari mana dia dapatkan. Kubayangkan saya sendiri yang sehari-hari hanya mengajar dan hiruk pikuk kehidupan kampus. Itulah kenapa sulit bagiku untuk menuangkan pikiran kepada tulisan terutama di websiteku Linguafranca. Namun beda bagi Hana. Ada beberapa lembar dan buku yang sedianya ingin dia berikan padaku untuk kubaca.<br />
Saat itu hujan lebat dan sangat gelap. Air menggenang di teras ndalem (rumah) pak Kiai Zamachsari yang akrab dipanggil gus Mat. Tak sangka-sangka air sampai setinggi itu, padahal tepat di depan pesantren terdapat sungai yang cukup lebar dan dalam. Namun tetap tak bisa menampung air hujan sederas itu. Di kegelapan dan derasnya hujan kududuk merapat dengan Hana. Di depan kami tinggal beberapa sendok nasi capcay yang kubawa dari rumah dan dua potong roti yang kubuat sehari sebelumnya. Memang sudah hampir dingin.<br />
Pelan dia bilang &#8216;Bude ini tulisan Hana dibawa sama bude saja&#8217;<br />
Saya pun sempat mengernyit mendengar dia berkata seperti itu. Kutanya kenapa.. dan dia menjawab &#8216;..biar disimpan sama bude aja, nanti kapan-kapan Hanin lanjutin&#8217;<br />
Saya benar-benar tak menyangka itu terjadi. Kubilang lanjutin saja novelnya nanti bude buatin blog, dengan sedikit merayu Hana. Saya mencoba untuk memberikan motiovasi dia untuk menulis. Saya anggap Hana ini masih sangat terbuka lebar pikiran dan ide dibanding saya yang sudah umur seperti ini, kadang susah untuk dapatin itu.<br />
Dan ternyata apa dia bilang! Beberapa tulisan-tulisan dia telah dirampas oleh ustadzahnya yang mengakibatkan dia menjadi stagnant dan malas untuk melanjutkan.<br />
Hmm bagai tersengat rasanya. Bisakah hal-hal seperti ini menjadi perhatian para pendidik di lingkungan pesantren terutama. Menulis terutama bagi usia remaja bisa menjadi potensi yang luas. Baru ingat penulis idola saya Teh Pipiet Senja. Beliau baru menulis dan menghasilkan karya-karya apik setelah usia 40. Dan nama Pipiet Senja memang mewakilkan itu sebagai nama penanya. Tulisan-tulisannya begitu menginspirasi saya. Sedangkan Hana yang baru berusia 12 tahun saat ini seolah disekat inspirasinya.<br />
Sedih sekali!<br />
Buku-buku yang sudah berisi tulisannya kemudian kubawa pulang dan kuteliti bahasanya. Sedianya akan kubuatkan blog agar dia nanti bisa mengakses di pesantren dan menulis di blog tanpa ada kekhawatiran untuk dirampas. Jalan Hana untuk mengembangkan studi dan karirnya masih panjang, 6 tahun ke depan.</p>
<p>Teringat Sherin putri sahabatku Kartika Nuswantara di Surabaya, sejak TK dia sudah menulis cerpennya. Sherin sering ditinggal kedua orangtuanya yang sama-sama memiliki kesibukan mengajar. Sehingga dia lebih memilih hari-harinya di rumah dengan menulis. Kemudian dengan tangan dingin ayah Sherin, akhirnya bisa mengorbitkan tulisan putrinya yang masih sangat kecil tapi gemar menulis. Sehingga sekarang orang tua Sherin tinggal memupuk dan melanjutkan saja hobby putrinya tersebut. Saat ini bahkan orang tua Sherin sibuk menjadi presenter seminar karena keberhasilannya memotivasi putrinya untuk menulis.<br />
Dan sepertinya Hana nanti akan seperti itu.<br />
Hana..Ganbatte!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://linguafranca.info/2013/03/23/menilik-rutin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ornamen Daun di Upacara Mappacci</title>
		<link>http://linguafranca.info/2013/02/11/ornamen-daun-di-upaqcara-mappacci/</link>
		<comments>http://linguafranca.info/2013/02/11/ornamen-daun-di-upaqcara-mappacci/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Feb 2013 02:59:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>linguafranca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[aslam darwis]]></category>
		<category><![CDATA[buginese]]></category>
		<category><![CDATA[bugis]]></category>
		<category><![CDATA[buyung romadhoni]]></category>
		<category><![CDATA[makassar]]></category>
		<category><![CDATA[mappacci]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://linguafranca.info/?p=1128</guid>
		<description><![CDATA[Sedianya sahabat saya Aswan akan menikah beberapa minggu nanti, maka beberapa jam lalu dia sempat melaksanakan upacara adat Bugis &#8220;Mappacci&#8221;. Dalam adat Jawa seorang calon pengantin akan pula mengadakan upacara ini yang disebut malam midodareni. Malam dimana sang pengantin putri melaksanakan upacara adat dengan menghabiskan malam dengan berdoa memohon kasih dan kuasa Allah SWT. Dalam [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p>Sedianya sahabat saya Aswan akan menikah beberapa minggu nanti, maka beberapa jam lalu dia sempat melaksanakan upacara adat Bugis &#8220;Mappacci&#8221;. Dalam adat Jawa seorang calon pengantin akan pula mengadakan upacara ini yang disebut malam midodareni. Malam dimana sang pengantin putri melaksanakan upacara adat dengan menghabiskan malam dengan berdoa memohon kasih dan kuasa Allah SWT. Dalam adat Bugis, upacara ini pun dilaksanakan oleh pihak pengantin putra. Aswan yang mantan ketua IKAMI Surabaya mengenakan busana pengantin adat Bugis berwarna kuning keemasan yang khas dengan ikat kepalanya berwarna merah dan beberapa ornamen dan asesoris yang menyala.</p>
<p>Senyumn Aswan pun merebak semenjak pukul 7 malam itu. Upacara Mappacci ini dilaksanakan di kediaman keluarga Bapak Basenang Saliwangi dan sahabat saya RinaSari yang dihadiri oleh keluarga dan sahabat dari KKSS dan IKAMI SULSEL Cabang Malang. DIawali dengan pemberian tanda daun sirih secara adat dan simbolis di kedua telapak tangan Aswan dari bapak dan ibu keluarga KKSS yang menyempatkan hadir disana tadi. Kemudian dilanjutkan dengan ceramah oleh bapak Basenang Saliwangi.</p>
<p>Beberapa sahabat IKAMI SULSEL Cabang Malang pun hadir ingin memberikan ucapan selamat kepada Aswan. Dan yang tak pernah ketinggalan kue-kue adat khas Bugis seperti Biji Nangka, Lidah Tedong dan lain-lain. Ornamen daun pula menghiasi beberapa lipatan sarung yang disusun rapi dan diletakkan tepat diatasnya. Daun tersebut membentuk sebuah ornamen bulat matahari, sebagai bagian dari syarat upacara adat Mappacci</p>
<p>Semua ini baru bagi saya dan pertama kali melihat upacara adat Bugis, Mappacci. Saat sahabatku Rina Sari sms bahawa akan ada even ini di kediamannya, saya langsung tekan gas menuju kediaman bapak Basenang.</p>
<p>Sungguh luar biasa, ini adalah sebagian budaya Indonesia yang adiluhung dan agung. Selamat bagi Aswan yang telah melaksanakan upacara adat sehingga budaya ini akan masih terpelihara dengan baik sampai anak cucu kita nanti.</p>
<p>Salama&#8217;</p>
<p><img alt="" src="http://sphotos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/s720x720/549767_4731663762195_1984712223_n.jpg" /></p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://linguafranca.info/2013/02/11/ornamen-daun-di-upaqcara-mappacci/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Trend Kuliah Pasca</title>
		<link>http://linguafranca.info/2013/01/22/trend-kuliah-pasca/</link>
		<comments>http://linguafranca.info/2013/01/22/trend-kuliah-pasca/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jan 2013 10:57:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>linguafranca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[adnan latief]]></category>
		<category><![CDATA[baradja]]></category>
		<category><![CDATA[um]]></category>
		<category><![CDATA[unisma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://linguafranca.info/?p=1117</guid>
		<description><![CDATA[Kuliah pasca bukan lagi barang baru saat ini. Kuliah di pasca bukan lagi barang mewah di era ini. Ratusan mahasiswa berkehendak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi setelah melalui masa wisuda S1 dan atau memang mengambil program elit tersebut dikarenakan kebutuhan kerja yang semakin menantang. Banyak institusi pendidikan mendirikan program pasca untuk memfasilitasi kebutuhan dan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Kuliah pasca bukan lagi barang baru saat ini. Kuliah di pasca bukan lagi barang mewah di era ini. Ratusan mahasiswa berkehendak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi setelah melalui masa wisuda S1 dan atau memang mengambil program elit tersebut dikarenakan kebutuhan kerja yang semakin menantang.</p>
<p>Banyak institusi pendidikan mendirikan program pasca untuk memfasilitasi kebutuhan dan permintaan banyak mahasiswa dan alumni S1 di Indonesia. Sehingga hal ini menjadi kebutuhan dan keinginan banyak orang untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.</p>
<p>Sekitar tahun 95an sudah banyak permintaan para mahasiswa untuk melanjutkan studi, terutama di perguruan tinggi negeri penyelenggara program pasca sarjana. Saat itu kebanyakan hanya orang-orang yang sudah bekerja dan berumur yang mengikuti program studi pasca sarjana. Namun saat ini bahkan fresh graduate pun tak kalah ambil alih untuk bisa mengupgrade diri melalui studi lanjut ini.</p>
<p>Sekedar ingin memberikan saran, tulisan ini mudah-mudahan menjadi inspirasi bagi para mahasiswa pasca dalam memilih perguruan tinggi maupun menjalaninya selama tiga semester ke depan.</p>
<p>Penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar di program pasca biasanya dilakukan selama 3 semester. Dan selama itu pula biasanya mahasiswa pasca dikenai biaya administrasi sampai menjelang ujian tiba. Apabila bijak memanage waktu, sisa 1 semester bisa dipergunakan untuk menyelesaikan thesis. Bagi mahasiswa S3 diperkirakan satu tahun bisa menyelesaikan disertasinya setelah 3-4 semester teori dilaksanakan.</p>
<p>Banyaknya buku-buku yang dibutuhkan oleh mahasiswa pasca, mengakibatkan biaya studi menjadi membengkak. Buku-buku tersebut sangat besar dan tebal. Salah satu strategi mahasiswa pasca untuk mengurangi beban biaya buku yang membengkak adalah dengan meminjam kakak tingkat atau dowloand buku-buku e-book.  Saat ini buku-buku sudah banyak didapatkan dalam bentuk PDF atau print document file. Buku-buku lama terutama, sudah banyak yang telah dikonversikan ke dalam versi PDF.</p>
<p>Namun demikian banyak para dosen pasca dalam rangka mengisi angka kredit, mereka membuat buku-buku yang terutama ditujukan untuk kepentingan mahasiswa. Buk-buku ajar ini menjadi ajang bisnis para dosen pasca yang bisa dijual langsung kepada mahasiswa pasca. Namun demikian, buku-buku ini juga beragam. Ada buku yang memang sengaja dibuat dan tidak ada hubungannya dengan mata kuliah yang diambil oleh mahasiswa. Sehingga mahasiswa membeli buku ini sebagai pelengkap materi saja. Sedangkan ada juga dosen yang mendesain bukunya yaitu memeras dari puluhan buku-buku wajib yang telah diajarkan dan dipakai oleh mahasiswa pasca sebelumnya.</p>
<p>Sehingga mungkin sangat disayangkan apabila mahasiswa tidak memanfaatkan buku intisari dari seluruh materi yang telah pernah diajarkan sebelumnya. Buku-buku research banyak direproduksi kembali oleh para dosen agar bisa memanjakan mahasiswanya dengan buku-buku research yang lebih mudah dipahami bahasanya. Kebanyakan buku-buku research terkenal dengan bahasanya yang kurang bisa dipahami. Para pakar research seperti Bogdan dan Bilken tak urung menjadi rujukan utama dosen yang mendesain buku ajar research. Salah satu buku yang sangat enak dibaca dan menjadi rekomendasi untuk mahasiswa pasca adalah buku Research Methodology yang disusun oleh Prof. Adnan Latief. Buku berbahasa Inggris yang mudah dipahami ini mudah juga didapat di UNISMA Malang.</p>
<p>Kuliah di pasca memang berat, namun banyak trik dan cara yang membuat anda menjadi tidak berat. Semisal contoh kelompok diskusi. Banyak kegiatan belajar di pasca sarjana diisi dengan diskusi dan presentasi. Disamping itu pula tugas-tugas mingguan, tengah semester dan tugas akhir semester. Semua itu membutuhkan prioritas penuh dari kita untuk menjalaninya. Trik sangat diperlukan agar tidak menumpuk di awal, tengah maupun akhir. Oleh karena itu saat awal dosen membeberkan silabus perkuliahan saat itulah terbentuk kelompok-kelompok diskusi dan presentasi. Saat itu pula anda mengajukan diri untuk tampil di kelompok awal. Misal kelompok satu atau dua. Apapun yang terjadi, mungkin anda grogi. Namun ini adalah titik awal dari seleuruh presentasi di kelas anda.</p>
<p>Sebenarnya presentasi di depan kelas adalah sekedar test speaking. Apabila anda lancar berbicara, anda pahami apa yang anda tulis dalam paper, dan anda jawab setiap pertanyaan dan tanggapan dengan jelas dan sopan itu sudah lebih dari cukup. Jawaban-jawaban yang tidak menggurui, jawaban yang komprehensif dan jelas tanpa ada rekayasa karena anda tidak paham isi paper, ini akan menjadikan diskusi menjadi hangat. Terima setiap masukan dari rekan di kelas, pula masukan dari dosen pengampu. Yang jelas jangan sampai berargumen dengan dosen dan mempotong bicara mereka. Ini akan menjadi petaka anda seumur hidup, apalagi bila dosen pengampu mata kuliah anda adalah dosen killer.</p>
<p>Ternyata masih ada dosen pasca yang masih mempergunakan OHP atau over head projector dalam kegiatan mengajarnya. Sungguh out of date!</p>
<p>Namun apa yang disajikan oleh dosen Landasan Pendidikan ku ini sangat luar biasa. Pengalamannya sebagai dosen puluhan tahun dan melanglang buana ke seluruh dunia sangat berarti bagi kami mahasiswa yang notabene buta dunia. Tau dunia hanya dari globe! Itu masalah besar sebenarnya.</p>
<p>Namun professor saya ini tak lekang oleh zaman. Staff pasca pun dengan tergopoh-gopoh gotong mesin OHP tersebut ke dalam ruang kelas. Banyak kelakar teman-teman yang mengatakan ingin copy file dan memasukkan flash disc. Lalu mau dimasukkan dimana?? (gue juga binun)</p>
<p>Apa yang sering dihadapi oleh mahasiswa pasaca justru bukan pada masalah belajar atau masalah keuangan. Mereka semua sudah siap secara finansial. Mereka mendaftar karena ada dana tersebut. Atau mereka mendaftar karena ada yang menyokong dana dari institusi dimana mereka bekerja. Secara finansial dan strategi belajar, sebenarnya justru tidak ada masalah. Itu adalah masalah-masalah yang banyak dihadapi oleh mahasiswa S1 sepertinya.</p>
<p>Namun apa sebenarnya yang sering dihadapi oleh mahasiswa pasca??</p>
<p>Anda tau apa? Hanyalah kesulitan pada masalah-masalah sosial malah! Seperti contoh : masalah yang muncul saat tengah studi adalah nikah, hamil, putus dana SPP karena kebutuhan lain, jarak yang jauh dengan rumah yang mengakibatkan masalah komunikasi, keadaan dirumah yang tidak memungkinkan untuk belajar dengan lancar, situasi kelas dimana harus bersosialisasi dengan orang-orang dewasa (pembelajar dewasa) yang memiliki strategi belajar berbeda dan lain-lain.</p>
<p>Artinya apa? Hal-hal seperti kesulitan keuangan malah bukan mendominasi masalah-masalah mahasiswa pasca.</p>
<p>Saat dosen memberikan tugas-tugas terstruktur, itu adalah prioritas kerja mahasiswa pasca. Semakin kiuta menunda kerja, semakin bertambah masalah. Saat tugas menumpuk di akhir semester, kita tidak tahu apa yang terjadi. Bila sakit melanda, atau masalah lain yang harus diselesaikan saat itu, maka tiada kata lain. Kita hanya bisa mengatakan menyesal kenapa tidak dari awal kita kerjakan.</p>
<p>Oleh karena itu strategi menempatkan kelompok di awal menjadi penting karena anda bisa cepat mengerjakan tugas-tugas yang lain yang masih menunggu. Belum lagi tugas-tugas dari institusi dimana anda bekerja yang belum terselesaikan. Ini bisa anda kerjakan sembari menghabiskan kuliah selama tiga semester.</p>
<p>Teman saya, mahasiswa S3 Ekonomi Universitas Brawijaya Buyung Romadhoni sempat cerita yang keteteran karena tugas-tugas yang menumpuk gunung. Tugasnya mencengangkan! Yaitu mengumpulkan referensi berupa PDF sebanyak 2000 judul. Hal ini mengakibatkan dia mengusung 2 buah laptopnya dari Makassar, karena satu laptop saja ternyata tak cukup. Satu dipakai untuk dibawa kuliah di kelas. Satu tetap di kos2annya sedang mendownload tanpa henti. Memang mencengangkan temenku yang satu ini.</p>
<p>Mungkin anda masih ingat, atau tau mahasiswa S1 itu selalu berpenampilan segar, trendy dan modis. Cowok-cowok juga berambut klimis dan ngebut dengan motornya masuk ke dalam kampus. Lain halnya dengan mahasiswa pasca. Prof. Baradja dosenku sempat berkelakar saat mengajar di kelas S1 mencium bau harum dan segar karena mereka adalah para muda yang selalu tampil fresh. Lalu Prof. Baradja sambil tersenyum mengungkapkan, inilah bedanya kalau mengajar di S1 dan di pasca. Kalau di pasca para mahasiswa ini bau minyak angin. Ahahaha..ada-ada saja Professor satu ini. Hmm cara mengajar beliau juga sangat out of date, menggunakan OHP dan transparansi. Mudah-mudahan beliau diberi kesehatan yang prima. Prof. Baradja, dosen favorit kita di UM. Doa selalu saya ucapkan untuk beliau.</p>
<p>Yang lucu lagi, dulu ada teman yang punya profesi paranormal. Hal ini dia lakukan dari sejak SMP karena kemampuan itu dia dapatkan secara turun temurun. Jadi mau tidak mau dia harus legawa menyimpan kemampuan tersebut. Namun asiknya dia bisa mengetahui soal-soal UTS dan UAS sebelum test itu diadakan. Sehari sebelumnya dia sempat telpon dan menunjukkan kisaran soal-soalnya. Dan woila! Ternyata benar apa yang dia bilang. Haha..</p>
<p>Tapi itu tak lama. Setelah itu sahabat saya ini cepat lulus dan pulang terlebih dahulu ke Kalimantan.</p>
<p>Hmm sebuah pengalaman yang (masih) pendek. Panjang tapi susah untuk diceritakan kembali.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://linguafranca.info/2013/01/22/trend-kuliah-pasca/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
