Berapikah Kawi

Berapikah Kawi?

Di Yogyakarta ada Merapi, di Malang ada gunung Kawi. Tepatnya gugusan gunung Kawi. Kenapa gugusan? Gunung Kawi adalah jajaran perbukitan dan gunung2 yang memanjang dari Selatan yaitu Blitar bagian Timur Selatan sampai sebelah utara kabupaten Malang di sekitar Lawang. Bentuknya nyaris mendekati seseorang yang sedang tertidur lelap menyedekapkan kedua tangannya. Rambutnya pun terurai panjang bak bidadari. Kakiknya terbujur kaku persis di bukit Panderman, bukit dimana menjadi langganan para wall climber.

Tepat di kaki gugusan gunung Kawi disitulah kota Malang berada. Cukup dekat dan dingin. Sebagian hamparan kaki gunung dan puncak2 perbukitan menjadi daerah eksotis dan subur yang sesuai bagi penduduk kota Malang untuk bercocok tanam, menghirup udara yang fresh, dan terutama menngenyam pendidikan di kota yang penuh dengan perguruan tinggi ini. Sungguh lokasi yang cocok.

Tapi betulkah gunung Kawi tidak berapi? Betulkah gunung Kawi mati? Sepertinya hampir2 tidak bisa dibayangkan apabila gunung ini meletus. Gunung ini mati dan terlihat mati, seolah2 sudah tidak ada aktifitas apapun. Hampir setiap orang pun paham sekali dengan gunung Kawi ini. Meski juga mengandung misteri seperti Merapi, gunung Kawi ini hanyalah memiliki kelebihan banyaknya makam para sesepuh yang dikeramatkan, seperti yang ada di Kapanjen. Tepatnya di sebelah selatan gugusan gunung Kawi. Juga seorang keturunan Raja Gowa, Karaeng Galesong, salah satunya dimakamkan di Ngantang, kabupaten Malang. Tepatnya di ujung gugusan Utara gunung Kawi.

Orang2 tua pernah bercerita, konon kabarnya nama Gunung Kawi tidak memiliki arti khusus kalau tidak diperpanjang terlebih dahulu. Kepanjangan dari Kawi adalah ‘kawitan’ atau dalam bahasa Jawa berarti yang awal. Entah benar entah tidak, gunung Kawi memang tidak meletus atau eruption seperti Merapi. Pun tidak memiliki kawah terbelah dan mengeluarkan asap tebal yang membakar. Namun siapa nyana kalau nama kepanjangan Kawi ini adalah ‘kawitan’ yang artinya di akhir hari nanti dia akan meletus.

Nah bila nanti gunung Kawi meletus tandanya adalah awal terjadinya hari Kiamat.

Sebagai manusia yang mempercayai akan adanya hari akhir, ini bukan menjadi masalah besar. Kita sudah terbiasa mendengar khabar letusan dan letupan Merapi yang banyak membawa korban. Bila Kawi meletus kita sudah siap dengan amalan dunia yang sebanyak2nya.

Amin

Sebuah Jalan

SEBUAH JALAN

Sebuah jalan yang tidak terlalu ramai bahkan terkesan sepi, tidak ada aktifitas yang menyolok di jalan kecil ini. Jalan ini berada di tengah2 padat penduduk tak jauh dari Universitas Brawijaya Malang. Hanya beberapa orang lalu lalang dan baberapa sedang menuju ke warung, beberapa yang lain sibuk berbincang di rumah sebelah warung, satu di dalam pagar satu di luar. Salah satu diantara mereka memakai songkok khas Sulawesi.

Karena hari itu hari jumat, mereka sudah siap2 untuk berangkat di masjid Darul Islah, masih di jalan yang sama, jalan “Makassar”. Di masjid ini pula jadwal2 pun terpampang, tugas sebagai muadzin dan khotib tertulis disana, nama2 yang cukup khas.

Warung yang dituju oleh warga di jalan ini pun tidak begitu ramai. Mereka duduk makan pagi dan minum kopi. Sambil sekedar bercengkerama dan berbasa-basi mereka menyantap makan pagi yang tersedia apa adanya di warung kecil ini. Sayup2 terdengar perbincangan2 khusus diantara mereka.

“Kapan ada pengumuman test TPA Bapenas” terdengar salah satu diantara mereka bertanya sambil sedikit nyruput kopi yang sudah mulai dingin.

“Kita musti cari tau itu di PPS atau di FIA” terdengar dengan logat yang cukup khas sambil menghabiskan makanan yang belum juga habis di piring. FIA adalah salah satu fakultas di UB yang memfasilitasi ujian masuk bagi mahasiswa pasca.

Kemudian dengan sedikit tergopoh2 seorang bapak masuk ke dalam rumah. Pria paro baya dan sudah beruban rambutnya ini tinggal kost di dalam rumah warung tersebut. Tas laptop pun tergantung cukup berat di pundaknya. Dengan sedikit mengeluh, keluar juga pembicaraan yang khusus pula.

“Kita ini sudah tua, dosen maunya kita harus buka akun facebook untuk bisa lihat tugas2 yang diberikan melalui internet. Kalo kita sih maunya kerjakan tugas seperti biasa, tapi kalau dosen sudah menginstruksikan begitu kita mau bilang apa” kembali dengan logat yang cukup khas bahkan sedikit lebih cepat dari yang lain. Terutama saat bapak ini mengucapkan kata “apa”, benar2 terdengar sangat khas.

Tak lama kemudian datang kembali beberapa orang. Mereka pun langsung memesan makanan yang tersedia dengan menu yang cukup terbatas pula. Memang hanya warung ini yang ada di jalan ini, ada satu lagi warung yang tidak jauh namun rupanya beberapa orang lebih memilih warung ini. Motor2 pun berhenti persis di bawah pohon mangga depan warung yang sudah cukup tua kelihatan pohonnya. Nomor polisi nya pun hampir seragam, DD. Motor lain dengan nomor polisi yang sama parkir di dalam rumah pemilik warung.

“Bu nanti tolong bikinkan sayur yang dicampur bumbu kelapa” terdengar salah seorang bapak memesan makanan pada pemilik warung, dia sibuk melihat makanan yang didisplay dan ternyata makanan yang dia pesan tidak tersedia disana.

Si ibu pun menjawab dengan cukup ramah.
“Oh bapak suka sayur yaa..” dengan nada ramah ibu pemilik warung tersebut menawarkan menu lain yang mungkin tidak tersedia hari itu. Dan kemudian bapak2 yang lain pun mengangguk mengiyakan. Mungkin ini juga salah satu menu kesukaan mereka, sayur bumbu kelapa.

“ Bu gimana kalo bikin coto? “ salah satu bapak yang duduk disitu langsung menimpali, berharap bisa makan makanan favorit mereka saat di Makassar.

“ Nopo coto niku pak? (apa coto itu pak) Dahinya pun mengernyit. Si ibu pemilik warung rupanya tidak paham dengan nama makanan yang disebutkan oleh salah satu bapak barusan, hingga dengan spontan keluar pertanyaan dengan bahasa jawa, mungkin karena antusiasnya.

“ Ibu tidak tau coto ya” dengan enteng salah satu bapak menjawab. Semua pembeli disitu pun senyam senyum saling melirik. Dan akhirnya salah satu dari mereka berusaha menjelaskan salah satu makanan khas Makassar.

“Coto itu soto bu kalau disini, hanya bahan dan bumbunya ada yang berbeda. Kami biasa makan coto disana” . Si bapak yang berkacamata terlihat cukup bijak menjelaskan apa coto itu kepada ibu. Si ibu pun ngangguk2 seolah memahami apa kata para pembeli disitu. Mungkin saja dia akan mencoba masak coto, mungkin juga tidak. Bumbu coto Makassar sangat beragam dan cara masaknya yang khas pula membuat para penikmatnya menjadi fanatik untuk menyantap makanan yang satu ini.

Sabtu pagi pun mulai menghangat, udara kota Malang berubah dari dingin menjadi sedikit panas. Beberapa orang masih lalu lalang dengan membawa tas laptop. Seseorang diantaranya melirik ke arah kerumunan di warung. Kelihatannya dia ingin menuju ke suatu tempat tapi ingin mampir dulu di warung tempat berkumpul bapak2 dan ibu2 yang memang terlihat sedang ngobrol ringan.

“ Aga kareba” kata bapak berbaju kotak2 datang dengan senyum dan sudah mulai berpeluh. Rupanya dia datang dari gang sebelah dimana banyak juga teman2 dari daerah asal yang sama. Semuapun tersenyum melihat kedatangannya.

“ Lagi ngapain semua ngumpul disini, bikin partai baru ka? senyum bapak berbaju kotak itu semakin melebar.

“ Ti ..da”, dengan logat khas semuapun menjawab sembil senyum2 simpul. Ibu pemilik warung juga tak ketinggalan senyum dengan deretan giginya yang nampak jelas.

“ Saya mau ke Togamas, ada yang mau ikut? bapak berbaju kotak ini menawarkan dengan ramah. Togamas adalah salah satu toko buku yang terkenal murah di Malang. Mungkin karena masih hari itu hari Sabtu, mereka hanya senyum2 saja tidak menjawab. Kuliah lima hari di Universitas Brawijaya membuat kepala menjadi pening, belum lagi tugas2 yang dibebankan begitu berat. Mungkin hari Sabtu adalah hari yang sangat tepat untuk mengstirahatkan pikiran untuk sementara.

Kemudian beberapa saat kemudian muncul lagi dari depan seorang ibu yang datang. Dengan tersenyum simpul ibu berbaju batik masuk ke pelataran warung yang sudah dipenuhi beberapa orang yang makan atau sekedar mampir berbincang sekedarnya.

“ Udah siap” tanya ibu tersebut singkat. Logat khasnya juga terdengar jelas dan sulit dibedakan dengan logat bapak2 dan ibu2 yang berkumpul di warung tersebut.

Bapak berkacamata baru saja menyelesaikan sarapan paginya ternyata dari tadi juga sudah menunggu ibu berbaju batik tersebut. Mereka bertiga akan mengunjungi toko buku Togamas untuk mencari buku2 test TPA Bapenas dan buku2 TOEFL. Kedua buku ini banyak menjadi incaran para mahasiswa yang akan melanjutkan studi ke pasca sarjana.

Jalan Makassar menjadi riuh dengan logat dan suara2 khas. Tak beda dengan jalan Panakukkang di Makassar. Dan kemudian jalan ini menjadi langganan para mahasiswa asal Sulawesi, para candidat doktor terutama mereka yang akan menempuh studi lanjut di pasca sarjana. Jalan yang asalnya adalah jalan MT Haryono Gang VI menjadi legenda khas masyarakat seputar kampung disana yaitu JALAN MAKASSAR.

Salama’

Dangerous Translation

Sylvia Plath dalam puisinya yang cukup terkenal ‘Daddy’ cukup menyentuh. Tapi kemudian setelah baca terjemahan bebas simbah..jadi sama sekali tak tersentuh.
Jadi depresi!!
Kita tidak mungkin mengandalkan Google untuk menerjemahkan situs yang kita buka. Ada beberapa yang benar dan ada banyak yang salah.
1. Tidak adanya kestabilan terjemahan dari bahasa pertama ke bahasa kedua. Kadang Google menerjemahkan, kadang tidak.
2. Tidak stabilnya pemakaian istilah dari baris awal ke baris selanjutnya. Tadinya ayah, kemudian daddy..
3. Pemakaian diterangkan dan menerangkan menjadi masalah besar dalam terjemakan laman ini, ternyata simbah tidak paham bahwa ada perbedaan yang cukup prinsip antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
4. Mungkin simbah juga cuma bisa menrjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, buktinya ada bahasa Jerman disana. Tapi hasilnya tetap alias nggak ngarti. Xixixi..
5. Terjemah harfiah untuk penulisan karya sastra akan menimbulkan polemik berkepanjangan. Seorang professor di bidang sastra saat ini mendapat tambahan tugas penting yaitu bisa menerjemahkan bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia atau sebaliknya, dan hasil terjemahannya juga memiliki nilai sastra yang sama dengan aslinya. Nah loh..
6. Terjemahkan laman mungkin akan berguna bagi mereka yang punya keperluan mendadak hingga sudah tidak lagi memiliki waktu untuk buka2 kamus. Namun demikian bisa juga berguna bagi kepentingan sains karena tidak terlalu berhubungan dengan huruf melainkan angka. Hmm benarkah asumsi ini..Wallahu alam bisshawab

Selanjutnya pendapat maupun analisa yang ditujukan kepada puisi ataupun hasil karya sastra yang lain adalah sepenuhnya ada pada mereka yang berikan apresiasi. Hasil apresiasi karya sastra adalah buah pikiran positif yang bisa menambah khazanah dan wawasan bahkan kepada orang lain yang membaca karya yang sama. Untuk hasil terjemah laman, simbah masih memberikan kesempatan kepada pembaca untuk keperluan editing demi kebaikan semua. Hal yang sama juga dilakukan oleh situs pengetahuan yaitu Wikipedia.

Sylvia memang betul2 menyentuh, sayang terjemah laman-nya menjadi sangat kacau.

Seorang wanita penulis puisi terkenal, tinggal di London ini seringkali mendesain puisinya sangat terpengaruh oleh latar pribadinya yang dikelilingi oleh Nazi Jerman. Daddy adalah salah satu puisi Sylvia yang yang banyak menceritakan tentang pasukan Panzer ini. Tahun 1920 an adalah waktu yang masih purba bagi masyarakat Indonesia, jarang seorang wanita bisa lanjut study dengan mudah. Tapi tidak di London. Saat itu bahkan Sylvia sudah mengajar di perguruan tinggi, ayahnya yang seorang professor bidang sains meninggal saat Sylvia masih kecil karena diabetes. Ini juga sangat mempengaruhi karya2 Sylvia saat itu. Peristiwa2 saat itu bertemu dengan orang2 Yahudi juga salah satu bahan menarik puisi2 Sylvia.

Inilah puisi Sylvia Plath (penulis pusi/Poet favorit saya) berjudul ‘Daddy’, untuk mengenang ayah Sylvia. Tulisan inipun untuk mengenang Sylvia Plath yang mati muda karena bunuh diri di kediamannya di London.

Daddy
Sylvia Plath – Google

You do not do, you do not do Anda tidak melakukannya, anda tidak melakukan apapun lagi
Any more, black shoe Setiap hitam lebih sepatu
In which I have lived like a foot Dimana saya memiliki hidup seperti kaki
For thirty years, poor and white, Selama tiga puluh tahun, miskin dan putih
Barely daring to breathe or Achoo. Nyaris tak berani bernapas atau Achoo

Daddy, I have had to kill you. Ayah, aku harus membunuhmu
You died before I had time —- Anda meninggal sebelum aku punya waktu
Marble-heavy, a bag full of God, Marmer berat, tas penuh Allah
Ghastly statue with one gray toe Mengerikan patung dengan satu kaki abu-abu
Big as a Frisco seal Besar sebagai materai Frisco

And a head in the freakish Atlantic Dan kepala di Atlantik aneh
Where it pours bean green over blue Dimana menuangkan kacang hijau selama biru
In the waters off the beautiful Nauset. Di perairan dari Nauset indah
I used to pray to recover you. Aku digunakan untuk berdoa untuk memulihkan anda
Ach, du. Ach du

In the German tongue, in the Polish town Dalam bahasa Jerman, di kota Polandia
Scraped flat by the roller Besot datar oleh roler
Of wars, wars, wars. Perang, perang, perang
But the name of the town is common. Tapi nama kota biasa
My Polack friend Saya Polack teman

Says there are a dozen or two. Mengatakan ada selusin atau dua
So I never could tell where you Jadi aku tidak pernah bisa mengatakan dimana anda
Put your foot, your root, Letakkan kaki anda, akar anda
I never could talk to you. Aku tidak pernah bisa bicara dengan anda
The tongue stuck in my jaw. Lidah terjebak di rahang saya

It stuck in a barb wire snare. Hal ini terjebak dalam jerat kawat duri
Ich, ich, ich, ich, Ich, ich, ich, ich
I could hardly speak. Aku hampir tidak bisa bicara
I thought every German was you. Saya piker setiap Jerman Anda
And the language obscene Dan bahasa cabul

An engine, an engine, Sebuah mesin, mesin
Chuffing me off like a Jew. Chuffing me off, seperti Yahudi
A Jew to Dachau, Auschwitz, Belsen. Seorang Yahudi ke Dachau, Auschwitz, Belsen
I began to talk like a Jew. Aku mulai berbicara seperti seorang Yahudi
I think I may well be a Jew. Saya rasa say mungkin seorang Yahudi

The snows of the Tyrol, the clear beer of Vienna Salju dari Tyrol, bir jelas Wina
Are not very pure or true. Apakah tidak sangat murni atau benar
With my gypsy ancestress and my weird luck Dengan leluhur gypsy saya dan keberuntungan saya aneh
And my Taroc pack and my Taroc pack Dan saya Taroc pack, dan saya Taroc pack
I may be a bit of a Jew. Anda mungkin sedikit orang Yahudi

I have always been scared of you, Saya selalu suci dari anda
With your Luftwaffe, your gobbledygoo. Dengan anda Luftwaffe, gobbledygoo anda
And your neat mustache Dan anda rapi kumis
And your Aryan eye, bright blue. Dan mata arya anda, biru terang
Panzer-man, panzer-man, O You —- Panser man, panser man, Oh Anda

Not God but a swastika Bukan Allah tapi swastika
So black no sky could squeak through. Jadi hitam langit pun bisa mencicit melalui
Every woman adores a Fascist, Setiap manusia memuja fasis
The boot in the face, the brute Boot di wajah, kasar
Brute heart of a brute like you. Kasar hati seorang, kasar seperti Anda

You stand at the blackboard, daddy, Anda berdiri di papan tulis, Ayah
In the picture I have of you, Dalam gambar yang saya miliki tentan Anda
A cleft in your chin instead of your foot Sebuah celah di dagu anda bukan kaki anda
But no less a devil for that, no not Namun tidak kurang setan untuk itu, tidak ada tidak
Any less the black man who Kurang orang kulit hitam yang

Bit my pretty red heart in two. Bit merah cantik hati saya di dua
I was ten when they buried you. Aku sepuluh ketika mereka mengubur anda
At twenty I tried to die Pada duapuluh aku mencoba untuk mati
And get back, back, back to you. Dan kembali, kembali, kembali kepada anda
I thought even the bones would do. Saya pikir bahkan tulang akan melakukannya

But they pulled me out of the sack, Tapi mereka menarik saya keluar dari karung
And they stuck me together with glue. Dan mereka terjebak sayabersama dengan lem
And then I knew what to do. Dan kemudian aku tau apa yang harus kulakukan
I made a model of you, Saya membuat model dari Anda
A man in black with a Meinkampf look Seorang pria hitam dengan melihat Meinkapf

And a love of the rack and the screw. Dan cinta dari rak dan sekrup
And I said I do, I do. Dan aku berkata aku lakukan, aku lakukan
So daddy, I’m finally through. Jadi ayah, aku akhirnya melalui
The black telephone’s off at the root, Telepon hitam turun di akar
The voices just can’t worm through. Suara suara tidak bisa cacing melalui

If I’ve killed one man, I’ve killed two —- Jika saya membunuh satu orang, aku membunuh dua…
The vampire who said he was you Vampir yang mengatakan ia anda
And drank my blood for a year, Dan minum darah saya selama setahun
Seven years, if you want to know. Tuju tahun jika anda ingin tahu
Daddy, you can lie back now. Daddy, anda dapat berbohong kembali sekarang

There’s a stake in your fat black heart Ada saham dalam hati lemak hitam anda
And the villagersnever liked you. Dan warga desa tidak pernah menyukai anda
They are dancing and stamping on you. Mereka menari dan stamping pada anda
They always knew it was you. Mereka selalu tau bahwa itu anda
Daddy, daddy, you bastard, I’m through. Ayah, ayah, bajingan aku lewat

Sorry I’m Driving

Pengalaman yang menegangkan, mengesankan, mengasikkan, dan susah untuk dilupakan. Waktu seminar Asia TEFL di Hotel Sanur Paradise Sanur Denpasar Bali. Maklum kita tidak pernah pergi2 jauh. Tapi yang namanya tugas ya harus dijalankan mau tidak mau, jauh2 juga harus disamperin.

 

Berangkat pake bus Gunung Harta yang dingin banget kayak di kutub aja. Inii bis bener2 dah di set seperti di dalam kulkas. Sudah pake jaket dan selimut masih adhemmm … aja, hiiihhh.. Driver Gunung Harta cakep juga, hehe. Tapi aneh juga, dia gak ngobrol sedikitpun, maklum dia lagi serius nyalip2 truk2 dari Pasuruan menuju ke arah Timur. Dia seperti nggak pernah tenang, nggak sabar pengen mendahuluin setiap truk yang menuju ke arah yang sama. Pelit bicara banget dia. Co driver nya juga jarang diajak bicara, padahal tadinya kulihat di garasi bis Pattimura mereka saling ngobrol .

 

Huft ..  ternyata pendapatku salah, setelah di penyebrangan dan sampe Gilimanuk  dan Jembrana di pulau Bali, dia mulai nyerocossh gak karua2an… fiuhh, jadi cerewet banget nih.

 

Dan woww .. aku baru tau ternyata dia Balineese…

Ooo jadi dia nunggu sampe di pulau Bali baru berani bicara.

Wah kengken!!…

 

Yang bikin aku tegang sampe di penyebrangan veri Ketapang Banyuwangi, kita semua yang KTP Jawa suruh turun semua. Mereka memeriksa semua KTP kita, mungkin dikira kita teroris kale. Tapi sebel juga, KTP ku digunting pinggirnya, jadi sekarang KTP ku terbuka. Masih untung, KTP punya pak Joko temenku dipotong jadi dua dhwelll dhwelll.. wahhh. Kenapa seh jadi anarkhis gitu yak??

Tegang banget lah! Abis malem2 masih ngantuk digiring kesana kemari, dah kayak teroris dah ..

Wong kita di penyebrangan sekitar jam 2 malam, siapa gak takut. Kita ngantuk2 dibentak2 suruh turun dan diinterogasi sama polisi2 berbahasa jawa lage. Kirain pake bahasa Bali..Hiiihh.

 

Beruntung sekali aku dapat kesempatan meskipun ke Bali, tapi bisa bertemu dengan 700 orang pakar pendidikan bahasa Inggris dan linguistik. Ada professor Jack Richard ada David Nunan dan Rod Ellis. Sungguh mereka adalah penemu2 metode mengajar yang sangat brilian, karena sudah dipakai dan dibuktikan di seantero penjuru dunia. Mereka masih energik, masih berkarya dan masih amat sangat terkenal sejalan dengan semakin tuanya Noam Chomsky yang juga terkenal di bidang linguistik, dengan semakin tua beliau, sama sekali ntidak menghambat beliau untuk terus berkarya.

 

Untunglah aku punya sahabat di denpasar Endang Sri Rahayu dan segera kukontak dia untuk bisa tinggal di rumah dia sementara. Wah dia seneng banget, aku juga sangat berterimakasih dia mau nerima aku selama dibali bobo dirumah dia gratis..hehe. Selama disana aku diperkenalkan dengan makanan2 Bali dan, pelecing dan segala macam. Aku juga diajak keliling denpasar, hmm bener2 deh, maklum lah aku jarang keluar kota . Aku bener2 melihat pemandangan baru, yang biasanya hanya kulihat di TV.

Betapa ndesonya . .maklum katrok.

 

Di hotel Sanur Paradise, hotel dekat pantai Sanur yang cukup besar dan asri dan lumayan dingin dengan hawa hangat Denpasar yang lumayan membakar, selama seminar aku dapat 3 kali makan, breakfast dinner dan lunch, dan semua notabene makanan khas hotel yang tentunya makanan2 yang tersedia adalah makanan internasional. Pada suatu saat, ini bener2 pengalaman yang cukup mendebarkan berada di hotel itu, aku santai aja ambil makanan di buffet. Semua makanan diberi label, tapi aku lupa melihat label tersebut. Setelah ambil nasi ada berbagai menu ditawarkan, salah satu kusendok aja secukupnya tanpa melihat labelnya. Kayaknya sih ayam di beri saus kuning seperti kunyit. Temen di sebelah senggol2 sambil melirik, eh kenapa ambil itu, coba lihat label nya.

Kuamati dengan seksama sambil mengerbyitkan alis label kayu itu dan kubaca dengan hati2, waduh ternyata Chicken Grilled with Wine. Berarti…??? Eladalahhhh!!

 

Hmm tanpa babibubebo.. kukembalikan semua ayam yang telah kuambil barusan lalu tanpa berpikir panjang aku langsung nyelonong menuju meja lain yang menyediakan menu bali, disana ada pelecing kangkung dan sambel matah. Uh lega rasanya, piring kuletakkan di tempat piring kotor, lalu kuganti dengan piring baru.

 

Ya Tuhan hampir saja menkonsumsi makanan dengan campuran wiski di dalamnya. Aku tak sadar ada seseorang yang mengamati gerak gerikku dari tadi. Dia terheran2 dan curiga banget, seperti ingin bertanya. Akhirnya diapun bertanya juga, in English.

 

“Why did you put them back?” sambil mengernyitkan dahi.

 

Wow aku gak tau bagaimana mau jawab pertanyaan dia. Bagaimana cara mengungkapkan pada dia bahwa makanan ini haram. Bagaimana caranya bilang padanya bahwa makanan ini dilarang oleh agama ku.

 

Hmm aku berpikir cepat untuk menjawab, dia betul2 menunggu jawaban.

 

“Sorry I put them back because I am driving”,

Halah binun.

 

Daripada gak nJawab.

Phonetics VS Pembaca Gerak Bibir

Tina Lannin seorang pembaca gerak bibir di Kepolisian London berhasil mentranskripsikan pembicaraan atau dialog antara anggota kerajaan di perhelatan kemantenan William-Kate tanggal 29 lalu. Beberapa yang berhasil ditangkap adalah dialog antara William dah Harry adiknya. Juga pembicaraan antara William dengan Kate.

William : Apa kita harus masuk?

Harry : Ya benar, kita harus masuk sekarang..

Michael Middleton kpd Kate : Apakah kamu baik2 saja?

Kate : Ya saya baik2 saja

Dan selanjutnya Kate berjalan menuju altar mendekati dimana William dan Harry sudah menunggu disana. Keduanya pun seolah tak sabar dengan menoleh kearah Kate dan ayahnya. Tepat berada disebelah William, Kate berdiri dan membetulkan ekor gaun pengantinnya bersama adik kandung Kate, Pippa.

Menurut Lannin pembicaraan mereka adalah :

William : Kamu terlihat sangat menyenangkan.. Kamu cantik sekali..

Benar saja karena Kate sudah merencanakan tidak akan menunjukkan gaun pengantinnya kepada William agar bisa surprise dan memang sampai hari H pun tidak ada satupun media yang tau dan mengekspos siapa perancang busana Kate. Dan itulah yang keluar dari mulut William ..you are so beautiful..

Dalam ilmu Phonetics seorang Linguist bisa saja berperan penting sebagaimana Pembaca Gerak Bibir yang dalam hal ini dikategorikan kedalam ilmu Forensik. Anggap saja kalimat YOU ARE BEAUTIFUL, dari kejauhan seorang Linguist akan dengan mudah mentranskripsikan kalimat ini kedalam catatannya karena dari ekspresi gerak bibir manusia normal yang terlihat adalah kata BEAUTIFUL. Kata ini di dalam IPA (International Phonetics Alphabet) mengandung huruf “f” atau consonant articulated with the lower lip and the upper teeth..sebuah konsonan yang diucapkan dengan gigi atas bertumbukan dengan bibir bawah.

Dengan membaca ekspresi William jelas terlihat bahwa dia mengucapkan YOU ARE BEAUTIFUL. Tidak mungkin dia mengucapkan YOU ARE FOOL, YOU ARE FUR, dan eF eF yang lain. Situasi dimana percakapan itu juga mendukung data2 bagi pembaca gerak bibir di ilmu Forensik dan Ilmu Phonetics.

Nah lain halnya dengan ekspresi wajah, gerak kepala dan body language? Bila di Jawa seorang pembaca gerak bibir akan bekerja keras untuk mengatasi hal ini. Kadang dia ngangguk tapi menunjukkan kontra atau tidak setuju. Saat seorang gadis Jawa di era jadul dilamar oleh seorang duda misalnya, dia ingin menjawab tidak. Namun tidak ingin menyakiti hati kedua orang tuanya dan pelamar tersebut, maka jawabanya adalah ya tapi kepalanya menunduk. Atau jawaban menggeleng (pacak gulu) seperti di India, ya atau tidak dia tetap menggeleng dengan gaya khasnya.

Maka kemudian ada istilah ilmu akar dari Phonetics yaitu Sociophonetics atau di dalam Ilmu Forensik kemudian muncul Socioforensics..(ni siapa dosennya?)..

Tak jelas..

Tapi ingin kembali saya ungkapkan lagi disini dialog transcript dari ahli pembaca gerak bibir ilmu forensik :

William kepada Kate : Okay? Lihatlah mari kita berciuman, okay?

Kate : Lihatlah orang2 itu, apa selanjutnya?

William : Mereka ingin kita berciuman lagi tampaknya. Ayo sekali lagi ciuman.

Pasangan ini kemudian berciuman untuk kali yang kedua

William : Sudah cukup, mari kita pergi.

Hmm seandainya saya disitu bersama media, mungkin dialog William dan Kate selanjutnya adalah

William : Sudah cukup, mari kita pergi

Kate : Ayo sayang, bajunya dah berat neeh..

William : Nah si Pippa tadi mana yang bawain ekor baju tadi, koq langsung ngeloyor pergi..ter..la..lu..

Kate : Dia lagi digodain sama adik lu tuh..ganjen!

Ooops bagian terakhir adalah rekayasa

The Next Lip Reader

Asa Yang Tak Sampai

Perlahan tapi pasti, perasaan ini melambung. Tekanan menghasilkan apa yang terucap tentang kebaikan. Dalam sepi, menghadirkan makna yang tak bermakna. Dalam kejujuran menghasilkan ketidak jujuran. Dia, hadir dalam khayal yang mengkhayal. Tapi jarak menjadikan tidak berjarak.

Jarak, memang berjarak. Tapi jarak memaknai perbedaan. Mungkin rasa yang memiliki rasa, namun rasa yang tajam sulit untuk membedah antara rasa dan perasaan. Dia tidak merasa, melainkan merasakan apa yang ada dalam jiwanya. Dia, tak berjiwa tetapi menjiwai apa yang telah dilakukannya.

Pasti, memastikan yang belum pasti. Kepastian dalam meniti hari-hari, kadang menimbulkan kadang-kadang. Sulit rasanya menggapai dalam nyata. Tetapi dalam jiwa ada kenyataan yang terselubung menatap kehadiran dan kepergiannya. Waktu terbaik, adalah kesempatan terbaik. Dia, baik hati yang selalu hati-hati dalam meniti perasaan yang tak kerasan.

Dendam yang mendendangkan irama yang ramah dengan lingkungannya. Rindu, merindukan tutur kata yang menuturkan angkasa yang diselimuti awan kelabu. Begitu cepat dia merasakan apa yang telah dimilikinya, dan tak merasa kalau ada yang lain ingin memiliki jiwa raga yang beku dalam ketidak berperasaan.

Merasakan alam sama pula merasakan sesuatu. Daya tarik pada dirinya namun benar kalau dia merasa tak memiliki daya tarik. Mampu meluluhlantakkan apa yang kokoh dalam pandangan. Mampu menggapai apa yang diinginkan, tapi merasa tak mampu dan hanya memiliki ala kadarnya.

Selalu tak memiliki kesadaran jika ia memiliki pelangi, yang membasahi sinar mentari. Dia, membentuk fatamorgana. Membuat fatal bagi yang menginginkannya. Keraguan yang ingin memilikinya. Hadir bagai kilat yang menyambar, menghentakkan aliran darah yang mengalirkan rasa.

Hembusan nafas yang semilir, sayup suaranya mengalun jauh menyapa yang jauh. Dia, mimpi dalam mimpi-mimpi yang indah, menyelimuti diri yang sirna. Meraih harapan yang nyata dalam bathinnya. Mengungkapkan kejujuran yang makin menyiksa dirinya. Dia bisa hadir dalam angan seorang yang mengharapkan tanpa memaknai seluruh jiwa raganya yang berujud. Seorang mengharapkan tepian yang sepoi untuk merengkuh mata bathinnya dalam kenyataan nanti. Harapan yang tak pudar dari seseorang untuknya

ASI

ASI atau Air Susu Ibu sangat penting bagi bayi usia lahir sampai menginjak 2 tahun. Itupun kalo cukup. Ada juga yang belum nyampe 2 tahun udah habis. ASI mengandung zat2 sehat dan menyehatkan satia bayi di muka bumi ini. Hanya saja kadang ASI belum keluar pada saat usia bayi masih sehari. MAka kadang2 oleh bidannya diberi susu formula. Biasanya sih di klinik2 kebidanan seringkali diberikan susu SGM, susu formula yang sudah lama terkenal yang pabriknya di Yogyakarta itu. Entah kenapa banyak bayi yang suka ma susu ini. Manis kali, lah emang! Waktu udah usia 5 hari, seminggu, dua bulan, si kecil Zulfa Ramadhanty yang lahir 15 Oktober 2006 (pas bulan puasa, makanya namanya Ramadhanty), dia sama sekali nggak mau susu formula. Waduh..

Trus gimana nih, kan mau ditinggal kerja. Ni kerjaan dah nunggu, belum yang semester depan, susun materi semester genap yang bejibun. Kalo ngajar satu mata kuliah mungkin nggak serepot ini. Tapi kalo 3 mata kuliah kayaknya kacau deh.

Mungkin sudah takdirnya kali? Anak kecil tu maunya ya susu ibunya. Dari dulu juga gitu. Belum ada susu formula emang maunya dikasi apa dong..

Hmm baru inget kata Dr.Utami Rusli yang kakaknya Harry Rusli itu. Nah kata beliau ASI bisa disimpen di kulkas. Ini ni, baru ces pleng.

Walhasil ASI ku simpen di kulkas, nanti kalo anaknya mau tinggal direndam sama air anget.

Tappiiii… mana ASI ku, tak cari2 koq nggak ada. Aku nanya2 orang serumah. Kutanya ibu biasanya yang sering bukain kulkas, maklum lihat2 siapa tau perlu diisi lagi dengan sayur2an and buah2an. Tapi beliau nggak tau. Si kecil juga katanya belum minum susu di gelas itu. Lho emang dia bisa ngomong? Yang jawab yang momong dong, hehe..

“Ada apa mbak-mbak, lagi nyari apa?. Tau2 ada orang membelakangiku mendekat ke kulkas itu.

“Eh tau susu di gelas nggak?, tanyaku menyeringai.

Dan dengan santainya dia bilang “..sudah kuhabiskan..!

Lah..??? !@#$%^&*()__+

Senyum Indonesia

Negeri ini di nobatkan sebagai bangsa paling tersenyum indah di dunia. Masalahnya, apa arti senyuman itu? Bangsa ini pernah mengalami periode smiling country with smiling people. Namun seiring dengan berjalannya waktu bangsa ini nyaris kehilangan senyum ramah dan senyum tersipu malu karena kita telah memasuki periode senyum penuh arti dengan sejuta makna, sebuah senyum yang mampu membuat orang tersenyum yyengir bahkan tersenyum sendiri-sendiri…

Hal ini karena..

1. Indonesia yang penduduknya ramah tamah

2. Indonesia yang penduduknya kebanyakan berkompetensi rendah, jadi hanya cukup dengan senyuman untuk menjawab pertanyaan dunia

3. Indonesia memiliki tujuan positif untuk membangun negeri dengan senyum sebagai langkah awal

4. Indonesia negara yang beriman, senyum sebagian dari iman

5. Indonesia adalah contoh negeri yang selalu berusaha bangkit di saat terpuruk.

Wajah2 tersenyum itu disebabkan karena beberapa sebab

1. Senyum membuat wajah menjadi jauh lebih lebih menarik.

Orang yang banyak tersenyum memiliki daya tarik. Orang yang suka tersenyum membuat perasaan orang disekitarnya nyaman dan senang. Orang yang selalu merengut, cemburut, mengerutkan kening, dan menyeringai membuat orang-orang disekeliling tidak nyaman. Dipastikan orang yang banyak tersenyum memiliki banyak teman.

2. Senyum mengubah perasaan

Jika Anda sedang sedih, cobalah tersenyum. Senyuman akan membuat perasaan menjadi lebih baik. Menurut penelitian, senyum bisa memperdayai tubuh sehingga perasaan berubah.

3. Senyum menular

Ketika seseorang tersenyum, ia akan membuat suasana menjadi lebih riang. Orang disekitar Anda pasti akan ikut tersenyum dan merasa lebih bahagia.

4. Senyum menghilangkan stres

Stres bisa terlihat di wajah. Senyuman bisa menghilangkan mimik lelah, bosan, dan sedih. Ketika anda stres,ambil waktu untuk tersenyum. Senyuman akan mengurangi stres dan membuat pikiran lebih jernih.

5. Senyum meningkatkan imunitas.

Senyum membuat sistem imun bekerja lebih baik. Fungsi imun tubuh bekerja maksimal saat seseorang merasa rileks.

Menurut penelitian, flu dan batuk bisa hilang dengan senyum.

6. Senyum menurunkan tekanan darah

Tidak percaya? Coba Anda mencatat tekanan darah saat anda tidak tersenyum dan catat lagi tekanan darah saat anda tersenyum saat diperiksa. Tekanan darah saat Anda tersenyum pasti lebih rendah.

7. Senyum melepas endorphin, pemati rasa alamiah, dan serotonin

Senyum ibarat obat alami. Senyum bisa menghasilkan endorphin,pemati rasa alamiah, dan serotonin. Ketiganya adalah hormon yang bisa mengendalikan rasa sakit.

8. Senyum membuat awet muda

Senyuman menggerakkan banyak otot . Akibatnya otot wajah terlatih sehingga anda tidak perlu melakukan face lift.

Dijamin dengan banyak tersenyum Anda akan terlihat lebih awet muda.

9. Senyum membuat Anda kelihatan sukses

Orang yang tersenyum terlihat lebih percaya diri,terkenal, dan bisa diandalkan. Pasang senyum saat rapat atau bertemu dengan klien. Pasti kolega Anda akan melihat Anda lebih baik.

10. Senyum membuat orang berpikir positif

Coba lakukan ini : pikirkan hal buruk sambil tersenyum. Pasti susah. Penyebabnya, ketika Anda tersenyum,tubuh mengirim sinyal “hidup adalah baik”. Sehingga saat tersenyum, tubuh menerimanya sebagai anugerah

 

Senyum menciptakan kebahagiaan di sekitar kita, senyum adalah ketenangan bagi kegelisahan, keceriaan bagi yang kecil hati dan kegembiraan bagi yang sedih..

Senyum tidak bisa di beli, karena senyuman adalah sesuatu yang tidak berguna bagi siapapun sampai senyum itu diberikan..

Jika kalian harus menemui seseorang yang terlalu letih untuk memberimu senyuman. Berikan satu senyuman yang tulus untuk mereka.

Karena tidak ada yang lebih membutuhkan senyuman daripada orang – orang yang tidak mempunyai senyuman lagi untuk deberikan..

Sebuah senyuman akan selalu diterima, karena senyuman akan membuka pintu dan hati seperti anak kunci..

Berikan setiap senyummu untuk semua orang, karena satu senyuman memberikan keceriaan pada semua orang..

 

Namun demikian ada juga senyum2 yang tidak jelas. Bayangkan Amrozi dkk tersenyum dengan lebar setelah melepaskan picu bom bali yang mengakibatkan orang2 terluka. Seluruh dunia melihat smiling face Amrozi dan mengatakan Amrozi adalah sick man. Dia tersenyum setelah membunuh orang..itulah yang dikatakan masyarakat bule awam.

Dunia pun terhenyak dengan para peserta kompetisi di layar TV, Indonesia Idol, Chef Master dll. Juri selalu mengatakan hal2 buruk tentang penampilan peserta. Dan itulah Indonesia, buruk tapi dihadapi dengan senyum lebar. Nangis2 urusan nanti kalau sudah dieliminasi. Tapi saat diberi hantaman opini2 buruk terhadap penampilan, betapa sangat naifnya mereka tersenyum lebar selebar2nya.

Orang awam akan mengatakan sedang apa dia?? Di event American Idol salah satu jurinya dituntut oleh salah satu peserta karena cara mengungkapkan yang sangat menyakitkan hingga peserta ini membawa kasusnya ke meja hijau.. Uh sampai segitunya.

Kadang senyum bisa berarti beda dan benar2 berbeda dari fisik bibir tersungging.

Kingdom of Heaven

Kingdom of Heaven adalah Nukilan Hadits

Iseng2 nonton film dengan genre sejarah, film Kingdom of Heaven ini patut dilihat. Sebelumnya saya ragu untuk menonton film ini karena pada umumnya film-film barat cenderung anti Muslim, apalagi film ini bertemakan Perang Salib yang merupakan konflik terbuka antara Islam dan Kristen pada abad pertengahan. Tetapi di lain pihak, saya sangat menyukai film-film kolosal. Setelah menonton film ini saya sangat terkejut karena ternyata film ini sangat berhasil untuk menyajikan konflik Perang Salib tanpa berat sebelah (paling tidak menurut standar saya).

Jika anda terkagum-kagum dengan penggambaran perang yang ketat antara Balian of Ibelin melawan Shalahudin Al-Ayyubi di film Kingdom of Heaven, maka perang antara Constantine XI Paleologus dengan Muhammad Al-Fatih jauh lebih ketat, tidak hanya dalam hitungan hari tapi berminggu-minggu.

Dan yang paling penting sebenarnya yang membuat saya terkagum2 dengan gigihnya para punggawa perang itu karena sejak awal film ini saya yakin diilhami oleh hadits Rasulullah, sebuah hadits yang cukup terkenal..

“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]

Jauh sebelum perang penaklukan kota Konstantinopel yang sekarang menjadi kota Istanbul Turki, Rasulullah SAW telah meramalkan bahwa hanya pemimpin terbaik dan pasukan2 yang terpilihlah yang nanti akan berjuang mengambil alih kota lawas Istanbul.

Selain itu adanya hadits Rasulullah SAW yang menggambarkan kegigihan pasukan penakluk Konstantinopel adalah “Mana yang terkalahkan lebih dahulu, Konstantinopel atau Romawi?” Beliau menjawab, “Kota Heraklius-lah yang akan terkalahkan lebih dulu.” Maksudnya adalah Konstantinopel.” [H.R. Ahmad, Ad-Darimi, Al-Hakim]

Yang mengincar kota ini untuk dikuasai termasuk bangsa Gothik, Avars, Persia, Bulgar, Rusia, Khazar, Arab-Muslim dan Pasukan Salib meskipun misi awalnya adalah menguasai Jerusalem. Arab-Muslim terdorong ingin menguasai Byzantium tidak hanya karena nilai strategisnya, tapi juga atas kepercayaan kepada ramalan Rasulullah SAW melalui riwayat Hadits di atas.

Film ini bisa menjadi alternatif bagi anda yang mempelajari sejarah terutama Islam.. Mudah2an bermanfaat. Amin..

Salah Ketik (Typo)

Melakukan salah tulis (typo) dan salah eja (misspelling) di koran di segala penjuru dunia memang nampaknya merupakan hal yang tak terelakkan. Meskipun sudah dikawal dengan editor dan penilik bacaan (proofreader) yang canggih sekali pun, mengingat sifat inheren dari sebuah suratkabar yang selalu berpacu dengan waktu, kekeliruan akan selalu terjadi. Tanpa memandang bulu, dia bisa menimpa koran dengan tiras kecil maupun tiras maha-besar. Dari survei yang pernah dilakukan, kesalahan penulisan ini ternyata tidak menurunkan wibawa koran yang bersangkutan, malahan mendapat apresiasi yang tinggi dari pembacanya apabila koran ini membuat correction (pembetulan) di edisi keesokan harinya. Marilah kita simak contoh ’salah ketik’ yang banyak membuat orang tersenyum hingga terbahak dibuatnya.

 

    • Floods from the Mississippi may be prevented by putting big dames in the river. [seharusnya ‘big dams’]. Big dames = nyonya gendut, big dams = bendungan besar.

 

    • Grace Varney’s voice broke with emotion as she clutched her toe-headed daughter as her son clung to her side. [seharusnya ‘tow-headed’] Toe-headed = berkepala sebesar jempol kaki, tow-headed = berambut kuning/pirang.

 

    • Full coarse meals. [seharusnya ‘course’] Coarse meal = makanan yang belum diolah, full course meal = hidangan makanan lengkap.

 

    • Every morning my father takes exercises to strengthen his abominable muscles. [seharusnya ‘abdominal’]. Abominable muscles = otot-otot yang menjijikkan, abdominal muscle = otot-otot perut.

 

    • During peek season the beach is covered with hundreds of bikini-clad beauties. [seharusnya peak] Peek season = musim mengintip, peak season = musim puncak.

 

    • The pistol of a flower is its only protection against insects. [seharusnya pistil = putik bunga]

 

    • Many people believe he was a Satin worshipper. [seharusnya Satan] Satin worshipper = pemuja kain satin, satan worshipper = pemuja setan.

 

    • My uncle suffers from sick as hell anemia. [seharusnya ‘sickle-cell anemia’]. Sickle-cell anemia = penyakit kurang darah di mana sel darah merahnya berbentuk seperti bulan sabit (sickle).

 

  • They gave William IV a lovely funeral. It took six men to carry the beer. [seharusnya bier]. Beer = minuman bir, bier = keranda.

Yang paling menggelikan dan cukup porno adalah ‘salah ketik’ (typo) di koran ‘News Herald’ Ohio berikut ini. Untuk diketahui di kawasan Amerika mengingat letak geografisnya terhadap posisi matahari, diberlakukan ketentuan Daylight Saving Time, yaitu dari bulan Maret sampai November jam (clock) dimajukan satu jam. Pada tahun 2011, pada hari Minggu 13 Maret pada pukul 2.00 dini hari, jam dimajukan menjadi pukul 3.00 dini hari. Sebaliknya pada hari Minggu 6 November 2011, pukul 2.00 dini hari, jarum jam dikembalikan (mundur satu jam) ke pukul 1.00 dini hari. Pada hari itu banyak orang bergembira karena merasa mendapat tambahan jatah tidur satu jam, sehingga tidak perlu bangun terlalu awal. Di koran ini dapat dibaca kalimat : This weekend don’t miss that extra hour of sleep! (Akhir pekan ini jangan lewatkan tambahan satu jam tidur anda). Tapi yang bikin kita ngakak adalah kalimat yang tertulis di bawahnya : Remember to turn your cocks back one hour at 2 am Sunday.

Kenapa kita jadi ngakak? Karena cock adalah istilah slang untuk ’penis’, jadi kalimat di atas menjadi : Jangan lupa memutar penis Anda pada jam 2 subuh hari Minggu. Padahal tentu saja yang dimaksudkan adalah : Remember to turn your clocks back one hour at 2 am Sunday (jangan lupa memutar jarum jam Anda mundur satu jam pada pukul 2 subuh hari Minggu). Itulah gara-gara kurang satu huruf ’l’ saja, koran ini jadi bahan tertawaan.