• Artikel Kesehatan
    KANKER SERVIKSOleh : Imroatus SholikhahKebanyakan kasus kanker leher rahim ditemukan dalam stadium lanjut karena pada tahap awal biasanya penyakit ini tidak memberikan gejala. Tapi bukan berarti kanker leher rahim (serviks) tidak bisa dideteksi dan dicegah. (Widiyani, 2013)Secara umum ada dua cara pencegahan kanker serviks yang disebabkan oleh infeksi human […]
  • Untitled
    KANKER SERVIKSOleh : Imroatus SholikhahKebanyakan kasus kanker leher rahim ditemukan dalam stadium lanjut karena pada tahap awal biasanya penyakit ini tidak memberikan gejala. Tapi bukan berarti kanker leher rahim (serviks) tidak bisa dideteksi dan dicegah. (Widiyani, 2013)Secara umum ada dua cara pencegahan kanker serviks yang disebabkan oleh infeksi human […]
I’m Member of
KEB
Logo Member S photo logoblog1memberS_zpsba1a2f45.png

Posts Tagged ‘amangkurat’

Judul Novel : Trunojoyo

Trunojoyo

Novel berbasis sejarah, sekali lagi saat ini menjadi incaran para penulis novel Indonesia. Semakin banyak orang membaca novel2 sejarah karena sambil membaca untuk hobby juga menggali sejarah Indonesia yang tak habis2nya untuk ditulis dan dibahas.

Novel Trunojoyo ini begitu greget melukiskan kisah heroik sang prabu hingga kejadian meninggalnya yang memilukan yaitu dicabik2nya mayat sang prabu dan dimakan organ2 bagian dalamnya oleh orang2 yang benci dengan Trunojoyo , seorang bangsawan Madura.

Berbicara mengenai Trunojoyo berarti tak lepas dengan kegigihan Karaeng Galesong. Seorang putra Makassar, anak dari Sultan Hasanuddin. Karaeng Galesong sengaja pergi meninggalkan Sulawesi terutama setelah ditandatanginya perjanjian Bungaya. Di Jawa bertemulah sang pangeran dengan sang prabu yang kemudian membantu secara fisik dalam kencah peperangan melawan Belanda.

Penulis mungkin perlu membaca sejarah Makassar lebih dalam karena ada beberapa istilah maupun peristiwa yang perlu dirunut agar tak salah tulis. Bagaimanapun novel ini dibaca oleh semua orang dan semua suku. Di belakang sebenarnya bisa ditemui epilog dan referensi yang dipergunakan oleh penulis untuk menggambarkan bagaimana sebenarnya Trunojoyo melawan para bangsawan Jawa dan dibantu oleh Karaeng Galesong.

Karaeng Galesong yang menikah dengan putri Trunojoyo ‘Potre Koneng” pun tidak diceritakan di novel ini. Ini padahal justru kisah yang penting dan menarik untuk dibahas di novel ini sebagai salah satu intrik cinta agar novel menjadi lebih menarik.

Di Malang ada komunitas Ngantang dimana komunitas ini memiliki banyak infromasi tentang gerakan2 Trunojoyo di Kediri dan Malang. Meskipun kitab Babad Tanah Jawi juga referensi yang sangat valid untuk dijadikan rujukan tentang perang Trunojoyo ini, mungkin perlu juga bagi penulis mendengarkan berbagai cerita yang dipercayai oleh masyarakat Ngantang tentang bagaimana kisah heroik Trunojoyo dan Karaeng Galesong disana saat itu.

Salut Pak Gamal Komandoko.