Baru Nyadar

Baru nyadar.. menjadi blogger itu sangat tidak mudah. Tantangannya gedee! Terutama tantangan menghadapi diri sendiri. Baru kutulis bagaimana meningkatnya adrenalin menulis di Kompasiana. Betapa terkejutnya saat orang memberi klik like, betapa terkejutnya saat orang lain tidak lagi menggubris tulisan yang baru ditulis. Lebih surprais lagi apabila tulisan anda masuk di highlight dan trending topic. Wow rasanyaa..! Amburadul.. antara berkecamuk, pegel dan linu.  Lhoh?

Saat weblogku disamperin sama yang namanya spam atau hacker, perasaan geli campur gak enak empedu. Lhah mau bagaimana lagi wong hal-hal tersebut bagiku adalah asing alias binun. Itu yang namanya spam dengan puluhan bahasa yang tak kukenal bahkan peduli pada nangkring disono. Di dashbor wordpress yang bisa kubilang super sabar. Dia yang dikirim puluhan spam hanya diemm mulu, tanpa komen. Nah aku yang jadi jibeg (jawa : bingung). Bagaimana tidak lha wong nggak nyambung koq yo komen wae to yoo yoo..

Blom lagi yang lomba-lomba. Entah puluhan lomba sudah kucoba. Sampai-sampai di dalam status KTP, pekerjaanku tertulis PESERTA LOMBA! Wahahh.. :D

Kenapa emang? Kucoba bertanya pada diri sendiri.. Baru kusadar bahwa kuantitas itu lebih diutamakan dari kualitas. Kucoba melihat weblog orang-orang yang menang atau minimal menjadi finalis. Owala..

Lagi-lagi baru nyadar..

Kayaknya repot juga kalau kriteria penilaiannya seperti itu. Dari kuantitas memang ok lah, aku yang baru posting ke (cuma) 181 ini, sudah jelas jauuhh.. dan posting yg paling lebay dari seluruh postinganku, ya yang ini :D Baru kutau kalau blog temen-temen itu sudah lebih dari 300, wow! Bahkan 1000.. Kucoba Blog Walking dan runtut secara kronologis. Pengen tau aja, penasaran. Jangan-jangan aku emang tergolong fakir miskin. Miskin ide maksudnya!

Tapi kayaknya engga tuh. Ternyata cuma aku aja yang terlalu lebay, nulis terlalu panjang, terlalu murah kata-kata, minim foto (narsis), minim setting-setting templat, gada musiknya, gada videonya, dan topiknya nggak komersil, topik-topik lokal..woopss. Topik apalagi nee :D . Karena yang kulihat weblog orang-orang malah minim paragraph, kegedeean space dan full pictures,  topik-topik internasional dan jalan-jalan ke luar negeri, wah kalau itu nggak sanggup dah. Sudah dibai’at cinta rupiah soalnya. :D

Dan kayaknya emang gak bakat ikut lomba-lomba karena udah ditakdirkan Agustus nanti aja lombanya (balap karung). Dan inilah tulisan terpendekku di sepanjang 4 tahun terakhir. Rekor bangeT, pake ta’ (arab).

Status Berikan Inspirasi

Ternyata mencari ide untuk menulis dan ngeblog itu susah. Setiap kali akan mengetikkan jari pada tuts keyboard pikiran menjadi kemana-mana. Mata menerawang ke jendela, kepala menjadi kaku di balik kursiku, di belakang meja operator laboratorium bahasa. Berkali-kali tirai terombang-ambing angin di ruang lab ku di lantai dua. Itupun masih saja ku melongo menatap layar compose di dashbor wordpress ku. Weeew..susah memang.

Namun kemudian inspirasi muncul setelah sebuah website Giveaway Sehari Blogger milik bang Abdul Cholik.  Beliau bilang kita mudah sekali mendapatkan inspirasi, dan inspirasi itu bisa dengan mudah didapat dari sekeliling kita saja, nggak jauh-jauh. Kupikir nggak jauh-jauh itu dimana gitu. Di rumah, dah habis ide, di kota sudah habis dipakai orang, di kabupaten kejauhan, di luar kota kapan perginya, di luar negeri in my dream. Lhah! Trus ndik endi??

Ternyata yang dimaksud nggak jauh-jauh amat itu disini, di status facebook. Ya Tuhan, hampir tiap hari aku bikin status, posting foto, tag-tag, even, komen dan segala macam. Tak satupun memberikan inspirasi padaku. Ini berarti sinyal lemot memberikan dampak negatif pada ku, ikutan lemot.  Ok Bang Cholik kupilih salah satu status di facebook yang panen komentar terbanyak selama ini. Maklum lah, saking terlalu jaimnya, jumlah teman facebookku segitu-gitu aja. Jadi mungkin semakin kesulitan diriku untuk memilih status yang mana yang bisa kupergunakan sebagai ide dan inspirasi ngeblogku kali ini.

Aku memang kadang tidak PD untuk menulis sebuah status sehingga jumlahnya pun tak banyak hingga bisa kupilih menjadi ide dan inspirasi ngeblogku. Baru kuingat ada satu yang kutulis disana , sebuah postingan gambar buku PDF. Kucoba menawarkan pada temen-temen facebookku siapa tau ada yang berminat. Wah ternyata komentar-komentar mereka muncul berdesakan, heboh juga. Mungkin karena masih banyak yang membutuhkan buku IELTS, buku selevel TOEFL yang seringkali dipergunakan para siswa untuk melanjutkan ke luar negeri.  Yang unik itu cara mereka memberkan komen, byuh-byuh-byuh.. Kadang bikin stres. Mungkin karena bahasa tulis lebih ‘jleb’ dibandingkan dengan bahasa lisan. Sebagai orang linguistics saya kadang geli sendiri dengan bahasa-bahasa online dan bahasa sms. Sekali lagi semua seperti ‘jleb’ menusuk banget. Itupun juga karena aku hanya menuliskan “Tulis emailnya” sehinggga mereka benar-benar hanya menulis alamat email mereka  di kolom komentar.

IELTS

Picture PDF IELTS pada salah satu status saya di Facebook

Situasi nya jadi lain saat yang menulis komentar adalah orang yang belum saya kenal betul, suddenly ujug-ujug dan moro-moro tau-tau muncul gitu saja. Ada pula orang-orang yang nggak pernah menghubungi, kontak maupun sms. Eh tau-tau muncul..betapa kwagetnya! Hahaha.. Nah belum lagi yang komentar tapi bukan menjawab statusku. Dia malah yang promo web barunya karena melihat jumlah komentator yang lumayan, berharap akan muncul menjadi notifikasi. Masih ada pula yang menanyakan keseriusanku untuk mengirimkan email padanya atau tidak. Lhah??

Masih bagus ada yang menuliskan “jika berkenan”. Wah sungguh tersanjung aku membaca ekspresi kata seperti ini. Dia tidak terlalu mengenalku sehingga muncul kata “jika berkenan”. Urusan mengirim email sungguh sesuatu yang sangat sederhana, “tinggal klik” kita tidak cape dan mengeluarkan keringat. Yang menjadi tidak sederhana itu adalah siapa yan akan kita kirim email tersebut. Jari-jari tak mungkin menjadi asam urat gara-gara hanya menekan tombol send. Namun di balik itu memang panjang ceritanya. Kadang karena salah ketik atau typo, yang ada adalah email tidak tersampaikan. Dan berbalas email dengan mas daemon.

Yeaahh.. *mulet-mulet

Klik publish itu hanya sedetik, seketika itu pula muncul lah artikel manisku di website ini. :D Tapi yang bikin dendam kesumat banting-banting mouse itu seketika itu pula muncul 12 spammer. !@#$%^&*)(

Salah satunya berbunyi tawaran backlink pada obat penghilang bulu ketiak, jiahhh! Perasaan aku nggak pernah pasang tag dan kata kunci penghilang bulu ketiak. Duh jadi pengen mainan santet. Pengen kubalas backlink-backlink berdosa besar ini. Mereka ini yang selalu bikin ku sibuk remove-remove. Buka dashbor seharusnya lekas menulis dan ngeblog. Ini mah engga! Ini yang sibuk remove  spam-spam tak bertuan alias komen gak nyambung.

Status kedua yang kupilih masih saja picture, hal ini karena aku jarang buat status karena ketidak PD an ku. Sehingga picture ke dua ini yang kupilih.

Jackson Five

Jackson Five juga salah satu picture yang sudah bikin ngakak offline

Inilah foto yang kuupload sebagai status di facebook ku hari ini, deskripsinya kutulis “Mak Wok itu ternyata anggota Jackson Five yak?” Mungkin karena baru saja kupasang dua jam yang lalu sehingga baru tiga orang yang like dan seorang yang memberikan komentar, itupun sepupuku sendiri. Hihihi..

Foto ini dibuat oleh temen-temen pasca saat lagi santai di kelas dan kemudian dishare. Termasuk aku salah satunya di dalam gambar itu. Semua orang dibuat ngakak gila setelah melihat foto ini, termasuk saudara-saudara di rumah dan rekan-rekan kerjaku di kampus. Foto ini benar-benar berbicara dan membawa misi standup comedy, SUCI 2015 kayaknya. Temen-temen pascaku benar-benar gokil. Teruskan bro!

Dan Giveaway memang bener-bener menginspirasi. Kalau nggada giveaway nya, sepertinya aku juga susah menuangkan ide. Thank somach yawh..

Malang, 24 Maret 2014

Lomba Blog

Banyaknya lomba Blog yang menjamur di dunia maya menjadikan para pegiat keyboard semakin termotivasi. Melalui media penyelenggara web dan pendukungnya twitter dan facebook, para penulis ala keyboard ini semakin jauh beranjak memaksimalkan otak dan keinginan untuk terus berekspresi dan maju.

 

Dalam paruh tahun pertama sudah ada puluhan lomba yang diselenggarakan oleh Blog berbasis pemerintah, lembaga sosial, lembaga swadaya, dan individu web blog. Yang banyak dishare saat ini adalah kebudayaan, seni, pariwisata dan support bidang iklan. Memang kadang asik sekali menggeluti tulisan-tulisn berkompetisi. Banyak penulis-penulis mengandalkan informasi-informasi dunia maya, sehingga sangat terlihat secara eksplisit dalam tulisan-tulisannya bahwa dia hanya berpegang pada intuisi dan bukti-bukti non otentik, seperti informasi maya.

 

Namun banyak pula yang mengandalkan pengalaman telah melaksanakan perjalanan jauh. Dengan berbekal pengalaman tersebut seorang penulis jauh lebih menguasai apa yang akan ditulis dan didukung dengan foto-foto yang akurat dan sesuai. Penulis semacam ini sangat terlihat jelas secara eksplisit dalam tulisannya, mudah dipahami alurnya, dan tidak berbelit-belit.

 

Apakah ada kriteria-kriteria tertentu untuk Lomba Blog? Menurut hemat saya sejak awal sudah ditentukan keberadaan lomba ini mencantumkan kriteria-kriteria yang papar agar supaya tidak ada kekecewaan peserta lomba dikemudian hari. Blog memang sangat banyak fitur-fitur rumit dimana setiap pembacanya bisa menikmati. Apabila slaah satu kriteria lomba tersebut adalah desain blog yang menyesuaikan dengan tulisan, maka sangat laik diungkapkan di awal pengumuman lomba dimana setiap blogger akan juga berusaha mendesain template blog masing-masing. Apabila tidak maka desain blog akan sangat mempengaruhi hasil keputusan juri lomba blog tersebut. Maka blog-blog dengan tulisan-tulisan menarik namun diiringi dengan desain blog yang minim akan langsung tersisih.

 

Tulisan-tulisan peserta yang saya baca sangat beragam gaya. Hal ini disebabkan karena latar belakan penulis yang bukan orang-orang bahasa atau linguistics. Salah satu peserta yang menang saya acung jempol karena memakai diksi-diksi khas. Seperti lagu-lagu milik KLA Katon Bagaskara, terkenal dengan kata-kata baru yang bahkan tidak ditemukan di KBBI. Namun dengan memahami konteks secara keseluruhan, diksi-diksi beragam yang dipakai oleh penulis ini sangat bisa dipahami dan dinikmati. Lain halnya dengan pemenang-pemenang lain yang mengandalkan pengalaman dan info-info statistik. Informasi seperti itu kadang membuat pembaca menjadi jenuh. Berkutat dengan angka-angka yang memedihkan mata. Namun itulah yang terjadi, justru tulisan ini yang muncul sebagai pemenang. Belum lagi dengan tulisan definisi-definisi layaknya kamus, menunjukkan specs-specs sebuah lokasi wisata, atau informasi-informasi ingredients sebuah produk yang sangat identik satu sama lain. Namun apa yang terjadi sungguh di luar dugaan.

 

Tulisan-tulisan itu memenangkan lomba ini!! Oh my God!

 

Semuanya menjadi mungkin. Betapapun usaha-usaha mempromosikan wisata daerah dengan gaya artikel fiksi agar tulisan menjadi tidak kaku dibaca menjadi termarginalkan dengan tulisan yang penuh dengan specs-specs lokasi wisata. Dan tulisan itu hanyalah sebagai sebuah pepesan kosong. Nepotisme dan kolusi akhirnya sangat erat kaitannya dengan lomba Blog. Sebuah komunitas milis dan blogger akan berpikir dua kali untuk tidak membalas memberikan penghargaan pada komunitas lain yang telah memberikan hadiah sebelumnya. Iming-iming berbentuk iPad memang sangat menarik. Namun bila merujuk pada event-event lomba sebelumnya yang saling berkait dan seolah hanya bertukar hadiah saja menjadikan event ini terlihat sangat memuakkan.

 

Mungkin perlu berpikir panjang untuk memasukkan tulisan-tulisan berbobot, tulisan yang telah dipuji secara offline tetapi tidak di online, tulisan-tulisan yang secara tidak langsung mempromosikan kepada dunia tentang satu produk, satu lokasi geografis dan wisata. Kadang melintas pikiran-pikiran jorok, kenapa harus pusing mempromosikan wisata daerah yang jauh dari tempat tinggal kita. Kota kecil ini masih banyak membutuhkan jari-jari lentik untuk memperkenalkan bahwa kota ini ada.

 

Dan Lomba Blog hanyalah sekedar ajang bertukar hadiah semata, dan bukannya evaluasi terhadap tulisan dan promosi yang sesungguhnya. Ciyan!

 

Salam