Rinduku Galesong

[Puisi]

Rinduku Galesong

Rinduku

Aku rindu

Aku rindu pada Galesong

Aku rindu pada Sombayya, ayahku

Aku rindu dimandikan di Bungung Baraniya

Aku terpaksa tak kembali duhai Sombangku

Tapi aku tahu ayah juga merindukanku..

Datang ke Somba Opu

Aku rindu ayah panggil nama kecilku

Baso..sini ko nak, Baso..sini ko nak

Aku disini aman ayah, bersama dengan istriku..

Potre Koneng

Bermimpikah engkau tentang diriku wahai ayahku?

Aku selalu bermimpi tentang ayah

Saat kita bersama berkuda di pantai Galesong

Memandangi kapal-kapal Portugis yang sandar

Aku rindu duduk bersama ayah

Mendengar nasihat-nasihat bijakmu

Aku ingin bersimpuh di depanmu

Mengenang saat ku akan pergi ke Marege

Aku tidak ke Marege ayah, tolong percayalah

Aku tidak ke Marege

Marege!

Ayah pasti tahu itu.

(Karaeng Galesong,Malang)

Kepada Potre Konen

[Puisi]

Bulan memang sangat muram dinda

Indah wajahmu menerangi malamku

Langit mulai gelap

Tertutup pinus nan tegak

Mahoni membelakangi rimba

Seolah berantas beriak

 

Hanya matahari

Matahari esok.. ya esok..

Terpancar di danau segelas

Surya yang hampar

Seolah bening mata liar

Mempesona binar

Binar Matamu

Hai Potre Koneng

 

Dingin sekali disini

Hanya bias cahaya matamu

Dinda Koneng

Menyelinap ke relung jiwa

Meringankan langkah menuju menggapai rupa

 

Fajar kali ini

Dilapisi tipis gurat lembayung

Butiran embun samar menurun

Luruh membasahi persada

 

Daun gugur berserak basah

Ikhlas menatapi kehidupan dengan pasrah

Kuncup tetanaman begitu indah

Penuh hidup penuh semangat penuh gairah

 

Aku takkan pulang..ya tak akan

Menunggu binar matamu yang menghalangiku

 

Untuk pulang

 

Ke Galesong